Bisnis Usaha Dan Keterampilan Pajak.

image

Seperti diketahui, pajak memiliki kedudukan yang sangat strategis dalam bisnis. Artinya pajak bisa mempengaruhi kelangsungan bisnis seorang pengusaha. Banyak contoh kasus di lapangan yang sudah terjadi, ada perusahaan yang terpaksa ditutup hanya karena persoalan perpajakan, terlepas mana yang salah, pengusahanyakah atau sistem perpajakannyakah.

Seluruh perusahaan di Indonesia seperti Perusahaan Terbatas (PT), Perusahaan Firma (Fa), Perusahaan Perseroan Komanditer (CV), dll yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) berkewajiban untuk membayar pajak karena pajak merupakan hal penting dan menjadi salah satu penghasilan negara demi kesejahteraan masyarakat.

Terdapat beberapa jenis pajak bagi WP (wajib pajak) badan yang harus dibayarkan kepada pemerintah, jenis pajak tersebut adalah: Pajak Penghasilan dan Pajak Pertambahan Nilai.

Pengusaha harus sadar betul akan hal ini. Oleh karena itu, sebelum menentukan kebijakan bisnisnya, Pengusaha harus mengintegrasikan peraturan perpajakan di dalamnya. Setiap keputusan bisnis biasanya akan menimbulkan adanya transaksi, setiap transaksi akan melibatkan aliran dana atau uang dan setiap aliran uang dalam bisnis sangat mungkin akan terekspos pajak.

Apakah Bisnis Anda Terkena Pajak ?

Pengertian Objek Pajak menurut potongan Pasal 4 ayat (1) UU No. 36/2008 adalah :

“Yang menjadi objek pajak adalah penghasilan, yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan”

Oleh karena itu, baik PRIBADI yang menjalankan usaha TANPA MENDIRIKAN sebuah CV ataupun PT sekalipun, jika MEMENUHI SYARAT sebagai subjek pajak dan memiliki objek pajak disebut sebagai Wajib Pajak, sehingga pribadi tersebut WAJIB untuk membayar PAJAK.

Perlu diketahui, selain menjadi Wajib Pajak sebagaimana dijelaskan pada paragraf sebelumnya, Pasal 4 PMK 68/2010 mengatur bahwa, bagi pengusaha yang selama satu tahun buku melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak dengan jumlah peredaran Bruto dan/atau penerimaan bruto melebihi Rp 600.000.000,- (enam ratus juta) setahun, pengusaha tersebut wajib dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak.

Cara Melihat Keuntungan.

Dalam hal ini, di benak pengusaha harus selalu waspada pajak, bisa dampak PPh, PPN maupun jenis pajak yang lain. Di samping itu, dalam melihat keuntungan, pengusaha harus berorientasi pada Net Income After Tax, jangan sekedar keuntungan, tetapi harus keuntungan yang sudah memasukkan biaya pajak dalam penghitungannya.

Bila tidak demikian, kesalahan biasanya akan terakumulasi dalam waktu yang relatif lama sehingga nilainya akan terus bertambah besar pula. Kesalahan yang tidak disadari akan menjadi bom waktu yang setiap saat bisa meledak.

Begitulah pentingnya keterampilan pajak terhadap kelangsungan dan keamanan dan kelancaran bisnis Anda…

Advertisements

3 thoughts on “Bisnis Usaha Dan Keterampilan Pajak.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s