Jangan Asal Berinovasi.

20141116-200617.jpg

Berinovasi sepertinya bukan sesuatu lagi yang asing bagi kita agar bisnis bisa bersaing dimasyarakat. Namun tahukah Anda, bagaimana konci syaratnya agar inovasi Anda didalam pemasarannya bisa berhasil ?

Mengetahui pelanggan atau calon pelanggan adalah pendorong terkuat dari inovasi: pemahaman yang mendalam mengenai target pasar dan wawasan adalah syarat utama yang paling penting dalam mengarahkan inovasi Anda.

Riset Pasar dan Wawasan.

Kita coba ambil contoh, ada seorang temen mencoba berkreativitas dan berinovasi dalam membuat sisir. Menurutnya, sisir buatanya akan laku dijual. Bagaimana hebatnya tuh sisir, pokoknya (!?!?) menurut dia ngga ada yang sisir seperti buatannya (makanya saya ngga perlu perinci kehebatannya). Setelah beberapa lama, dia mengeluh karena sisirnya belum juga ada yang membeli, walaupun ada itupun karena kenalan saja.

Saya menyarankan keteman saya untuk coba berkonsultansi dengan seseorang yang tahu mengenai pemasaran. Wah.. tentu mahalan biaya konsultasinya nih dibanding ama harga sisirnya, teriaknya. Cobalah kamu datangi konsultan ini dan bawa kartu nama saya, turuti saja apa sarannya, saya mencoba memberi semangat.

Saran Pertama.
Singkat kata, teman saya disuruh menjual sisir buatannya di komplek Biara Shaolin. Bicara tentang komplek ini, tentu langsung terpikir tentang biksu. Tentu saja ini cukup unik karena para biksu di sana semuanya gundul dan tak butuh sisir. Kesulitan pertama timbul, ia hanya mampu menjual satu sisir. Itupun karena belas kasihan seorang biksu yang iba melihatnya. Dan itu dilaporkan kepada saya. Coba Anda datangi lagi konsultan tersebut.

Saran Kedua.
Singkat kata lagi, ia disuruh kembali ke komplek Biara Shaolin. Ia berhasil menjual 10 sisir, ia tidak menawarkan kepada para biksu lagi, tetapi kepada para turis yang ada di komplek itu, mengingat angin di sana memang besar sehingga sering membuat rambut jadi awut-awutan. Ia mengeluh lagi kesaya. Jangan putus asa, setidak-tidaknya ada sedikit kemajuan, coba datangi lagi konsultan tersebut.

Saran Ketiga.
Singkat kata lagi, setelah sebulan lebih, Ia berhasil menjual 500 sisir!!!. Caranya ? Sesuai pertanyaan konsultan padanya, masihkah ada orang lagi disana selain biksu dan pengunjung ? Awalnya dia bingung, siapa lagi yang harus dia tawarkan produknya. Ia lalu menemui kepala biara, mengadukan dan membicarakan masalahnya. Kepala biara berkata bahwa Ia yakin jika sisir ini bisa jadi souvenir bagus untuk komplek biara dan menjadikannya souvenir para turis. Syaratnya tambahkan lukisan tentang komplek Biara Shaolin dan bubuhi tanda tangan kepala biara diatas sisir-sisir tersebut, syaratnya berikutnya jika ada keuntungan lebih, mohon sumbangkan ke biara ini.

Evaluasi Contoh Diatas.

Apa yang sering orang anggap sebagai penghambat terbesar bisnis mereka?

Bukankah banyak orang sering kali menyalahkan keadaan?

Dan inilah yang membuat saran pertama dan langkah-langkah sebelumnya dari teman saya itu gagal. Mudah menyalahkan keadaan, hanya asal berinovasi“.

Saran kedua, teman saya sudah berani berpikir di luar kotak. Namun ia masih terpaku pada fungsi sisir yang hanya sebagai alat merapikan rambut. Produk inovasi bukan produk biasa, produk inovasi tidak cukup hanya survey pasar.

Saran ketiga, teman saya mulai melangkah lebih jauh, bagaimana pentingnya mencari hubungan kebutuhan lingkungan dengan produk yang dia miliki. Pembicaraan dengan seorang yang mengerti kebutuhan lingkungannya membuat ia terbuka “wawasannya”.

Pentingnya wawasan yang luas.

Membuat produk yang penuh inovasi, diperlukan terbuka wawasan yang lebih luas. Kita tidak bisa mengatur atau memaksakan situasi seperti yang kita kehendaki. Tapi, kita bisa mengerahkan segenap kekuatan kita untuk mencari solusi. “Segenap kekuatan” bukan hanya terbatas otot atau semangat, tapi juga pikiran, ilmu, pengalaman dan kerja keras.

Pendek kata, kreatifitas otak dan upaya fisik. Itulah potensi dan wawasan dalam diri kita yang dapat dipergunakan untuk membuat produk inovasi, bukan seperti produk umum, produk tiruan, produk yang berfungi sama persis yang sudah ada dipasaran. Produk inovasi selain memiliki bentuk yang unik, juga mempunyai fungsi lain yang lebih unik dari sekedar fungsi pada umumnya.

Jangan asal berinovasi. Agar produk Inovasi Anda mudah dijual, Anda harus tahu persis apa yang begitu penting untuk berhasilnya pemasaran bisnis Anda. Jangan lupa, membuat produk penuh inovasi itu perlu ditopang RISET PASAR DAN WAWASAN.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s