Pentingnya Riset Pasar.

20130819-110751.jpg

Bukan Sekedar Menyediakan Dan Menjual Saja.

Jika Anda ingin memulai bisnis dan menjadi seorang pewirausaha, saat ini dalam berbisnis bukan sekedar hanya menyediakan “produk/jasa dan menjualnya” saja. Akan tetapi dalam arti baru, yaitu memulai bisnis itu “untuk memuaskan kebutuhan pelanggan”.

Semua kebutuhan pelanggan tidak diciptakan oleh pengusaha, tetapi semuanya merupakan bagian yang mendasar dari manusia. Kebutuhan itu tersirat dalam bentuk obyek yang akan memuaskan kebutuhan mereka, obyek itu kita kenal sebagai produk.

Jika suatu produk sesuai kebutuhan, akan timbulah keinginan untuk memilikinya. Jika keinginan akan produk ini didukung oleh daya beli, akan menimbulkan permintaan.

Anda sebagai pewirausaha harus berusaha keras mempelajari dan memahami untuk bisa memenuhi kebutuhan, keinginan dan permintaan pelanggan. Itulah pentingnya melakukan riset pasar. Ingat yang memilih produk/jasa itu bukan Anda, tetapi adalah pelanggan.

Mengapa Riset Pasar Itu Perlu ?

Melihat kenyataan yang ada, zaman bisa berubah, selera konsumen bisa berubah, pesaing bisa merubah strategi pemasarannya, harga-harga berubah dan sebagainya. Sehingga apa yang dianggap tepat dua atau tiga tahun yang lewat sekarang apakah masih tepat juga.

Dalam kasus, suatu bisnis baru akan dilakukan. Apakah betul pasar masih cukup tersedia untuk menampung hasil produksi/jasa bisnis tersebut ?

Untuk mendapatkan kepastian, perlulah dilakukan riset pasar.

Apa Itu Riset Pasar ?

Riset pasar adalah riset yang terbatas kepada pasar saja, antara lain untuk mengetahui :

Ukuran dan pertumbuhan pasar, faktor-faktor yang mempengaruhinya, jumlah bersaing yang aktif di pasar, bagian pasar para peserta bersaing perilaku konsumen, harga-harga yang berlaku di pasar dan sebagainya.

Dengan begitu sebagai pewirausaha dapat mengetahui/membuat prodak/jasa yang sesuai dengan pasar dan yang dapat bersaing dipasaran.

Dari riset pasar dapat diketahui siapa yang membutuhkan, dimana dibutuhkan, kapan dibutuhkan, dan kualitas seperti apa yang dibutuhkan.

Sebagai pewirausaha dapat mengetahui berapa besarnya permintaan nyata dan besarnya potensi permintaan. Kapan saat-saat permintaan memuncak, dan kapan saat-saat menurun.

Sehingga kecenderungan – kecenderuangan dan trend pasar dapat diketahui apakah terus menaik atau pada saat tertentu akan menurun.

Merumuskan Masalah Dan Sasaran Riset.

Merumuskan masalah dan sasaran riset merupakan langkah sulit bagi pemilik usaha yang masih baru. Jika diperlukan mintalah bantuan atau pengarahan dari orang sudah berpengalaman sebagai peneliti. Perumusan masalah harus secara hati-hati untuk menghindari biaya besar dan tidak tergesa-gesa dalam melakukan riset pasar. Setelah masalah dirumuskan, baru kemudian menetapkan sasaran.

Riset pasar biasanya mempunyai satu dari tiga jenis sasaran :

  • Sasaran riset penjajakan. Mengumpulkan informasi untuk membantu merumuskan masalah dan sasaran hipotesis.
  • Sasaran riset deskriptif. Menguraikan berbagai hal seperti potensi pasar suatu produk, demografi dan sikap konsumen pembeli produk.
  • Sasaran riset sebab-akibat. Menguji hipotesis mengenai hubungan sebab dan akibat.

Masalah dan sasaran riset harus dibuat dalam pernyataan tertulis karena akan menjadi pedoman seluruh proses riset.

Riset Data Sekunder.

Untuk memenuhi kebutuhan informasi riset pasar, peneliti dapat mengumpulkan data sekunder, data utama, atau keduanya. Riset data sekunder adalah menganalisa data yang telah dipublikasikan atau dikumpulkan untuk tujuan lain. Dari data sekunder, bisa mengidentifikasi kompetitor, menetapkan tolok ukur dan mengidentifikasi segmen target.

Data sekunder dapat menyebabkan masalah, karena seringkali informasi yang diperlukan tidak ada. Data sekunder menyediakan informasi titik awal yang baik untuk riset dan juga dapat membantu untuk merumuskan masalah dan sasaran riset.

Riset Data Utama.

Mengumpulkan data dari analisa penjualan terkini dan efektivitas praktik penjualan. Riset data utama juga memasukkan kompetitor dalam perhitungan sehingga memberikan informasi mengenai kompetisi yang ada.

Riset Data Utama mencakup :

  1. Wawancara (melalui telepon atau bertatap muka).
  2. Survei (online atau email).
  3. Kuisioner (online atau email).
  4. Focus group dengan mengumpulkan sampel klien atau konsumen potensial dan meminta masukan langsung dari mereka.

Contoh beberapa pertanyaan penting :

  1. Faktor apa yang Anda pertimbangkan ketika membeli produk atau layanan ini ?
  2. Apa yang Anda sukai dan tidak sukai dari produk atau layanan yang kini beredar di pasar ?
  3. Hal-hal apa saja yang menurut Anda harus diperbaiki ?
  4. Berapa harga yang tepat untuk produk atau layanan ini ?

Tahap Pengumpulan Data.

Ada dua kategori jenis pengumpulan data.

Metode kuantitatif menggunakan analisis matematika dan membutuhkan sampel dalam jumlah besar. Hasil pengolahan data tersebut menjelaskan perbedaan signifikan secara statistik. Satu tempat untuk menemukan hasil kuantitatif adalah web analitik.

Metode kualitatif membantu mengembangkan dan menyempurnakan metode riset kuantitatif. Metode ini bisa membantu para pemilik usaha menemukan masalah dan sering kali menggunakan metode wawancara untuk mempelajari opini, nilai, dan kepercayaan konsumen. Metode riset kualitatif biasanya menggunakan sampel berukuran kecil.

Beberapa hal yang harus dihindari pemilik bisnis.

Banyak pemilik bisnis baru karena kekurangan waktu dan uang, sering kali mengambil jalan pintas yang justru menyerang balik.

Berikut tiga hal yang harus dihindari pemilik bisnis :

Hanya menggunakan riset data sekunder.
Bergantung pada hasil riset pihak lain tidak akan memberikan gambaran sepenuhnya. Informasi dari riset ini mungkin tidak baru. Kita bisa kehilangan faktor yang relevan dengan bisnis kita.

Hanya menggunakan sumber web.
Ketika menggunakan mesin telusur untuk mengumpulkan informasi, kita hanya mendapatkan data yang tersedia bagi semua orang dan belum tentu sepenuhnya akurat. Gunakan sumber dari perpustakaan, kampus, atau sentra bisnis kecil di area kita.

Melakukan survei hanya pada orang-orang yang dikenal.
Pemilik bisnis kecil terkadang hanya mewawancara anggota keluarga atau kolega dekat ketika melakukan riset. Sayangnya, teman dan keluarga sering kali bukan obyek survei terbaik.

Untuk mendapatkan informasi akurat dan berguna, dalam melakukan riset pasar harus berbicara dengan konsumen yang sebenarnya tentang apa yang menjadi kebutuhan, keinginan, dan ekspektasi mereka.

Tahap Interpretasi Hasil Laporan Temuan.

Interpretasi merupakan tahap yang penting dalam proses pemasaran. Riset terbaik tidak berarti apa-apa apabila pemilik usaha menerima begitu saja interpretasi yang salah dari peneliti. Demikian juga, pemilik usaha mungkin mempunyai interpretasi bias, dimana cenderung menerima hasil riset yang menunjukkan apa yang mereka harapkan dan menolak yang tidak mereka harapkan.

Jadi pemilik usaha dan peneliti harus erat bekerja sama membuat interpretasi, serta bersama-sama bertanggung jawab atas proses riset dan keputusan hasil.

Produk Atau Jasa.

Strategi Marketing.

Advertisements

8 thoughts on “Pentingnya Riset Pasar.”

  1. I blog often and I really appreciate your information. Your article has really peaked my interest.
    I’m going to bookmark your site and keep checking for new details about once
    per week. I opted in for your RSS feed as well.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s