Kesempatan Lebih Besar Di Abad Informasi.

20130704-224928.jpg

Jendela Dunia Begitu Luas Terbuka.

Begitu World Wide Web (WWW) tegak berdiri, jendela dunia informasi begitu terbuka luas dihadapan kita. Sistem informasi dunia yang ditunjang oleh sistem telekomunikasi dan sistem komputer dengan internetnya telah menciptakan dunia maya. Tulisan, gambar, acara Tv dan radio, video dan berita-berita benar maupun berita bohong, begitu banyak dan mudah beredar. Semua informasi itu tentu mudah mempengaruhi gaya hidup, sistem politik, kehidupan sosial-budaya, dan kecenderungan ekonomi.

Mudahnya orang membaca dan menulis informasi di dunia maya, mengakibatkan banyak aturan berubah. Perubahan begitu lebih cepat dan jaminan lebih sedikit. Namun begitu, kabar baiknya adalah kesempatan Anda menjadi begitu lebih luas. Pengembangan diri menjadi visionary marketer secara ideal yang mengadopsi faham kewirausahaan yang mengutamakan proaktivitas dan menerima tanggung jawab utama sebagai innovator dan risk taker, begitu amat diperlukan. Maka tidak salah kalau pendidikan finansial, pengetahuan pemasaran dan wiraswasta begiu amat penting dalam abad informasi ini.

Kesempatan Sebelum Abad Informasi.

Sebelum Abad informasi, kita kenal dengan abad pertanian dan berikutnya adalah abad industri. Di abad pertanian, yang namanya orang kaya adalah mereka yang dikenal sebagai orang yang berkuasa, apakah mereka sebagai raja, para bangsawan dan para keluarganya serta keturunannya dari perkawinan atau dari penaklukan kekuasaan. Mereka kaya dengan memiliki kastil yang mengawasi tanah-tanah pertanian yang subur dan luas. Sedang yang tidak memiliki apa-apa adalah para petani yang menggarap ladang-ladang orang kaya tersebut.

Selama Abad Pertanian, seandainya Anda lahir dalam kelompok keluarga petani, maka kesempatan untuk menjadi kaya adalah suatu hal yang mustahil. Seandainya Anda menjadi orang baik dan pekerja keras, itu akan dihargai oleh keluarga. Begitu sebaliknya jika Anda malas akan dibenci. Itu gagasan tentang rajin yang diwariskan dari ayah ke anak. Ide-ide itu masih terus diwarisi dari generasi ke generasi sampai sekarang.

Kemudian datang Abad Industri dimana kekayaan bergeser dari tanah pertanian ke real estate. Gedung-gedung, pabrik-pabrik, gudang-gudang dan rumah-rumah hunian bagi pekerja menjadi hal yang utama, fungsi tanah berubah. Yang tadinya tanah berbatu, tidak subur, yang tadinya sulit untuk pertanian, menjadi lebih berharga, karena harganya lebih rendah dari tanah pertanian.

Tanah-tanah berbatu itu lebih cocok untuk menopang gedung-gedung tinggi, kadang-kadang tanah berbatu itu sering mengandung sumber-sumber alam seperti minyak, besi dan tembaga yang dapat menggerakkan Abad Industri. Pergeseran zaman ini menyebabkan kekayaan pemilik pertanian turun dratis. Untuk mempertahankan standard hidup, mereka harus bekerja lebih keras dan menggarap lahan harus lebih luas lagi.

Di Abad Industri, mereka yang bukan keturunan bangsawan bisa menjadi kaya dan berkuasa. Dengan tekad, usaha keras, banyak uang, tanah luas, tenaga manusia, dan tenaga mesin. Maka bermunculan milyader-milyader baru, meskipun demikian sebagaimana pada Abad Pertanian, hanya segelintir orang yang mengendalikan sebagian besar kekayaan yang ada.

Di Abad Informasi Kesempatan Anda Lebih Besar.

Sekarang dunia Abad Informasi telah memiliki banyak milyarder dari hasil usaha sendiri, mereka bukan keturunan ningrat atau pemodal raksasa, tanah luas, atau ribuan tenaga kerja. Milyader itu ada yang berumur dua puluh, tiga puluh, dan empat puluhan. Namun begitu masih banyak juga orang-orang berusia empat puluh atau lebih yang mati-matian mempertahankan pekerjaan bergaji 2.000.000 rupiah perbulan.

Menurut Robert T. Kiyosaki, salah satu alasan yang menyebabkan kesenjangan besar tersebut adalah kenyataannya mereka tidak bisa membangun kreativitas, serta tidak mempunyai pembimbing dan pengajar untuk bisa mengubah ide-ide mereka menjadi bisnis-bisnis yang menciptakan kekayaan. Sekarang ini untuk menjadi kaya tidak lagi perlu sumber-sumber atau lahan yang cukup besar, tidak perlu risau Anda itu lulusan universitas atau bukan, jenis kelamin, ras atau agama apa.

Ide itu gratis, namun begitu masih banyak orang yang tetap berpikir dan bertahan dengan ide-ide ekonomi lama dan kunonya. Sekarang ini yang dibutuhkan adalah kreativitas untuk menelurkan ide-ide, keinginan merubah pikiran-pikiran kolot untuk segera ditantang untuk menjadi ide-ide yang lebih baik.

Banyak Hal Telah Berubah.

Pada Abad Informasi ini, ada fenomena yang berkembang bahwa tidak lagi dibutuhkan uang untuk meraup uang. Dengan ide-ide Anda, Anda bisa menarik investor-investor biasa, kaya atau kaya raya untuk menginvestasikan uangnya dalam ide-ide Anda, sehingga Anda bisa memiliki bisnis dan kaya raya. Lalu kenapa itu menjadi suatu hal yang tidak mungkin ?

Jawabannya adalah :

  • Seringkali ide-ide lama dan kolot itulah yang menjadi penghalang. Apalagi kalau ide itu adalah hasil warisan dari generasi ke generasi.
  • Banyak orang mengatakan bahwa sekarang ini banyak mahasiswa secara teknis langsung ketinggalan zaman pada saat wisuda.
  • Banyak orang yang kurang paham untuk melek finasial, mereka tahunya bahwa perusahaan tempat mereka bekerja saat ini adalah baik, mereka begitu senang. Mereka tidak tahu kalau besok atau suatu saat perusahaannya bisa ambruk.
  • Banyak orang muda walaupun mereka sadar bahwa sekarang ini yang mereka kerjakan adalah apa yang dikerjakan orang tua mereka dimasa lalu. Mereka tidak mempunyai keberanian untuk mempertanyakan ide-ide kuno yang sudah sekian lama menggerakkan hidup mereka.

Majalah Fortune 27 September 1999, menampilkan kisah sampul yang berjudul “Young and Rich, the 40 wealthiest American under 40”. Beberapa di antara milyarder muda itu adalah : Michael Dell (Dell Computer), Jeff Bezos (Amazon.com), Ted Waitt (Gateway Computer), Pierre Omidyar (eBay), David Filo (Yahoo!), David Yang (Yahoo!), Henry Nicholas (Broad.com), Rob Glaser (RealNetworks), Scott Blum (Buy.com), Jeff Skoll (eBay). Ini adalah fakta, bahwasannya orang-orang tersebut adalah 10 teratas remaja paling kaya raya. Mereka semua berasal dari perusahaan komputer atau Internet.

Daftar orang terkaya didunia tahun 2013 memiliki 210 wajah baru yang menurut Forbes kebanyakan terjadi karena mereka terbantu oleh pulihnya pasar ekuitas dan merk konsumen yang kuat. Dari 386 orang terkaya Asia Pasifik, terdapat 25 orang kaya yang berasal dari Indonesia. Keluarga Hartono masih memimpin daftar orang terkaya di Indonesia.

Lambertus Darian (18 tahun) : Anak muda yang satu ini usianya masih dibawah 20 tahun, namun telah menjadi inspirasi bagi banyak orang.

  • Pendiri Komunitas Bisnis Anak Muda. Komunitas ini memiliki puluhan ribu followers di Twitter.
  • Ketua Komunitas Bisnis Anak Muda.
  • Sudah dapat memiliki omset penjualan 95 Juta dalam waktu 1 bulan di umur 16 Tahun.
  • Berhasil menjadi Top New Sales 2010 di salah satu perusahaan importir di umur 16 Tahun.
  • Pemegang 25% saham PT. Trijaya Mekar Mandiri.
  • Distributor Jahe Merah Instant Cap Cangkir Mas.
  • Distributor Stick Jelly Food.
  • Owner produk cairan pembersih kamar mandi.

Walaupun sempat ditipu sebelum membuka restorannya, berkat tekat yang kuat dan semangat ingin sukses, Darian menjadi Owner dari Sop Iga Bakar Sarap yang berada di Muara Karang. Selain menjalani bisnis, ia pun sering diundang dalam berbagai talkshow bisnis.

Tema talkshow yang biasa dibawakan oleh Lambertus adalah tentang penting atau tidak yang namanya komunitas itu. Lambertus adalah pendiri komunitas Bisnis Anak Muda.

“Ide-ide itu tidak perlu baru, mereka hanya perlu lebih baik, dan orang kaya selalu mengincer ide-ide yang lebih baik. Dan ingat orang miskin itu sering kali mati-matian membela pikiran-pikiran kolot dan akan mencemoohkan ide-ide baru.”

Di Abad Industri, orang pensiun pada usia 65 tahun karena secara fisik sudah loyo untuk bekerja dipabrik atau industri. Sekarang ini teknologi dan informasi perkembangannya begitu pesat dan cepat. Sehingga secara teknis, Anda akan selalu ketinggalan zaman dan Anda harus siap untuk dipensiunkan kapan saja. Dan itulah yang terjadi pada diri saya, jaminan dan peraturan sudah berubah. Maka saran saya buat Anda yang masih bekerja, pertimbangkanlah upaya memulai suatu usaha paruh-waktu untuk menambah wawasan dan pengalaman berbisnis Anda.

Jika Anda benar-benar ingin berubah, tantanglah “ide-ide lama” Anda dengan “mengadopsi suatu ide yang lebih baik” sering kali itulah “ide yang terbaik”. Seperti apa yang dikatakan oleh Robert T. Kiyosaki, “Apa yang hari ini benar bagimu bisa saja besok salah.”

Artikel Terkait :

Motivasi Sukses.

Ide Usaha.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s