Perlukah Usaha Kecil Menyiapkan Rencana Formal ?

Pasar Begitu Cepat Berubah.

20130701-120037.jpgDalam memulai usaha baru, pemilik usaha kecil kadang-kadang begitu sibuk sehingga yang namanya membuat perencanaan formal terlewat begitu saja. Salah satu alasan mereka berdalih jika dipermasalahkan adalah bahwa hanya perusahaan besar saja yang memerlukan perencanaan formal. Namun faktanya dalam perusahaan besar yang sudah matang, merekapun berdalih bahwa mereka telah berhasil tanpa perencanaan formal.

Mereka mungkin mengemukakan alasan bahwa pasar terlalu cepat berubah, akibatnya rencana kurang bermanfaat. Itulah alasan saat ini yang sering menjadi dalih para pengusaha untuk tidak menyiapkan rencana tertulis.

Pentingnya Suatu Perencanaan Formal.

Sekalipun demikian, menurut Philip Kotler perencanaan formal amat bermanfaat untuk semua type perusahaan, besar dan kecil, baru dan dewasa. Dengan membuat perencanaan formal sebetulnya Anda didorong untuk memikirkan masa depan usaha secara sistematik, mempertajam sasaran dan kebijakan, sebagai alat dan bahan untuk koordinasi, sebagai acuan untuk dapat membuat standard kinerja yang jelas guna pengendalian usaha.

PENTINGNYA PERENCANAAN
##
Kesuksesan Tanpa Perencanaan
Berarti Itu Suatu Kebetulan
Apakah Hidup Anda Selalu Kebetulan ?
##
Tiada Perencanaan Yang Sukses
Tanpa
Melakukan Langkah Tindakan Nyata.
##
Menjalankan Rencana Tanpa Didukung
Keahlian Yang Diperlukan
Berarti Anda Sedang Menjalankan
Rencana Kegagalan.
##
Jika Anda Suka Dengan Berencana
Berarti Anda Orang Yang Paling Siap
Menerima Kegagalan Dan Kesuksesan.
##
Rencana Yang Bagus Adalah Rencana
Yang Sederhana
Tidak Ribet
Mudah Diikuti Dan Dilaksanakan.
##
Sukses Itu Menjadi Otomatis
Jika Anda Menjalankan Rencana Bagus
Dan Sungguh-Sungguh Mengikutinya.
##

Alasannya bahwa perencanaan tak terlalu bermanfaat dalam lingkungan yang terlalu cepat berubah kurang dapat diterima. Sebaliknya, perencanaan yang mantap membantu Anda mengantisipasi dan bereaksi dengan cepat terhadap perubahan lingkungan, menjadi lebih siap terhadap perkembangan mendadak. Anda tidak menjadi panik setiap ada perubahan pasar.

Menurut Philip, dalam rangka membuat rencana formal biasanya perusahaan menyiapkan rencana tahunan, rencana jangka panjang, dan rencana strategik.

Rencana tahunan.

Rencana tahunan adalah rencana pemasaran jangka pendek yang menguraikan sistuasi saat ini, sasaran usaha, strategi pemasaran untuk tahun itu, program tindakan, anggaran, dan pengendalian.

Rencana Jangka Panjang.

Rencana jangka panjang adalah rencana yang menguraikan berbagai faktor dan kekuatan utama yang mempengaruhi organisasi selama beberapa tahun kedepan. Rencana ini menyertakan sasaran jangka panjang, strategi pemasaran utama yang akan dipergunakan untuk mencapainya, dan sumber daya yang diperlukan. Rencana jangka panjang ini ditinjau dan dimutakhirkan setiap tahun sehingga perusahaan selalu mempunyai rencana jangka panjang yang mutakhir.

Perencanaan Strategik.

Perencanaan strategi sebagai proses mengembangkan dan memelihara strategi yang cocok antara tujuan dan kemampuan organisasi serta peluang pemasaran yang berubah.

Perencanaan strategik menetapkan tahap perencanaan selebihnya dalam perusahaan. Perencanaan strategik tergantung pada pendefinisian misi, menetapkan sasaran perusahaan, merancang portofolio bisnis yang mantap, dan mengkoordinasikan strategi fungsional.

Perlunya Perencanaan Formal.

Penyiapan perencanaan pemasaran terjadi ditingkat unit bisnis, produk, dan pasar. Rencana pemasaran mendukung perencanaan strategik perusahaan dengan perencanaan lebih terinci untuk peluang pemasaran spesifik.

Kalau rencana tahunan dan jangka panjang perusahaan berkaitan dengan bisnis masa kini, dan menjaganya tetap bergulir. Kalau perencanaan strategik berkaitan dengan menyesuaikan perusahaan untuk memanfaatkan peluang dalam lingkungan yang selalu berubah.

Besar dan kecil, baru dan dewasa, atau apapun type usaha Anda, adanya perencanaan formal dapat mendorong manajemen untuk memikirkan masa depan secara sistematik, mempertajam sasaran dan kebijakan, sebagai alat dan bahan untuk koordinasi, sebagai acuan untuk dapat membuat standard kinerja yang jelas guna pengendalian usaha. Biasanya proses ini termasuk mendefinisikan misi perusahaan, menetapkan tujuan serta sasaran dalam rencana strategik, rencana jangka panjang, dan rencana tahunan.

Artikel Terkait :

## Apa Itu Visi Dan Misi.

## Mendefinisikan Misi Usaha.

Misi Dan Visi Usaha.

Strategi Marketing.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s