Menghadapi Masa Tua, Bagaimana Dengan Rencana Finansial Anda ?

20130619-122650.jpg

Indahnya Cita-cita Waktu Kecil.

Masih ingat waktu kecil ? Waktu kita masih sekolah dasar tentu kita semua telah mempunyai cita-cita. Cita-cita sangat tinggi dan bagus, ada yang ingin menjadi dokter, menjadi presiden, menjadi insinyur dll. Ketika waktu berlalu dan Anda sudah masuk sekolah menengah, cita-cita Andapun berubah.

Pengalaman hidup dan pengetahuan Anda bertambah itulah yang mempengaruhi cita-cita Anda. Melalui pendidikan formal disekolah, Anda menggantungkan cita-cita Anda. Lalu apa yang terjadi setelah kita tua ? Faktanya hampir semua orang gagal dalam mencapai cita-cita. Hanya segelintir dari teman-teman Anda yang sukses atau berhasil mencapai cita-citanya, itupun cita-cita yang sudah direvisi. Direvisi karena pengalaman hidup dan pengetahuan Anda bertambah.

Kita semua bisa berubah, ketika usia menjadi semakin bertambah tua, serta mendapat pengalaman yang berbeda-beda, sehingga mungkin saja kondisi atau minat menjadi berubah.
Perubahan itu bisa saja terjadi kapanpun dan pada siapapun, termasuk Anda.

Jadi tidak ada ruginya untuk bisa memahami tulisan dan pengalamanku ini. Sehingga Anda selalu memiliki persiapan menghadapi perubahan kapanpun.

Gagal Karena Anda Tidak Mempunyai Rencana Finansial.

Sayang memang bertambahnya pengalaman hidup dan meningkatnya pengetahuan Anda ternyata tidak membuat Anda untuk segera membuat rencana finansial yang baik. Anda tidak mau belajar bagaimana orang-orang sukses bisa berhasil meraih cita-cita hidupnya. Yang Anda tahu adalah bahwa mereka adalah orang pekerja keras dan sibuk sendiri. Memang benar kata orang bijak bahwa orang biasa melihat coin hanya satu sisi saja. Sisi coin yang lainnya lagi hanya bisa dilihat oleh orang sukses. Itulah sebabnya orang biasa tetap biasa, orang sukses bertambah sukses.

Itulah yang terjadi pada kehidupan saya sebelum saya memasuki hari tua berikutnya. Pada waktu saya sedang bekeja, saya tidak mempunyai rencana finansial, yang ada adalah bagaimana saya bekerja untuk bisa mendapatkan gaji yang lebih besar dan lebih besar lagi. Dengan gaji sebesar itu saya berpikir semua masalah keuangan bisa saya atasi. Istilah kerennya hidup saya bisa makmur, punya rumah, punya mobil dan punya uang. Ya Alhamdulillah Allah telah memberikan rizki yang baik.

Namun hidup tanpa perencanaan finansial yang baik, sulit untuk mempertahankan kemakmuran tersebut. Saya di PHK karena perusahaan ditutup. Dan tentunya saya tidak mempunyai penghasilan lagi. Keluarga butuh biaya hidup, anak-anak butuh uang kuliah dll. Tabungan saya lebih dari cukup, namun jika uang tabungan harus keluar terus tanpa adanya pemasukan, lama-lama tabunganpun akhirnya akan menipis.

Bukan Tidak Ada Perencanaan, Tapi Salah Prioritas.

Menurut ahli finansial, Saya atau Anda bukannya tidak mempunyai rencana finansial, hanya orang yang dalam hidupnya selalu kesulitan dalam finansial yang disebut tidak mempunyai rencana. Mungkin Anda dan termasuk saya adalah orang yang salah dalam menentukan prioritas dalam rencana kehidupan finansial. Kaya dan bahagia, atau bahagia dan kaya.

Kebanyakan jika diberi pilihan, umumnya orang tentu akan memilih kebahagian dahulu ketimbang kemudian kekayaan. Atau “saya lebih memilih bahagia dari pada kaya tapi tidak bahagia”. Kalau timbul pertanyaan mana yang salah dan mana yang benar, pertanyaan ini sebetulnya sangat pribadi. Anda lah yang sepatutnya bertanggung jawab secara pribadi untuk menjawabnya.

Namun dari sisi perencanaan finansial, pertanyaan dari permasalahan tersebut sebetulnya terletak pada bagaimana Anda menentukan prioritas. Jika Anda suatu saat pensiun atau mengalami phk dari pekejaan Anda, jelas penghasilan Anda akan turun dratis dan atau hilang sama sekali. Tentu kebahagian Anda selama ini menjadi terancam.

Pensiun atau phk itu bukan pilihan, Anda pasti akan mengalami salah satunya !. Jika demikian apakah Anda akan tetap berfikir untuk tetap memilih bahagia dahulu baru kemudian kaya, ketimbang kaya dan bahagia ? Itulah sebenarnya permasalahan pada bagaimana kita dalam menentukan urutan prioritas.

Rencanakanlah Kaya dan Bahagia.

Maaf mungkin sampai disini Anda masih belum sepaham dengan tulisan pembahasan ini, oke kita teruskan saja, berkorbanlah sedikit waku untuk ini, demi masa depan istri, anak, dan cucu. Dalam saya bekerja dikantoran saya berusaha bahagia, saya tidak mau susah. Gaji yang saya peroleh saya utamakan untuk membuat saya dan keluarga bahagia. Saya puas dengan pekerjaan, dan saya harus bahagia. Bukankan demikian seharusnya.

Ternyata itu adalah pilihan yang saya anggap kurang mempunyai perencanaan finansial yang baik, khususnya dimana kita harus menghadapi masa tua atau masa phk. Jika Anda masih bergantung pada pekerjaan kantor Anda, berarti Anda itu bukanlah orang kaya. Mungkin kantor Anda yang kaya, dan sadari kantor itu bukan milik Anda.

“Bersakit-sakitlah dahulu, baru bersenang-senang kemudian”. Jika Anda masih muda, masih produktip, kebahagian bukanlah yang utama. Anda harusnya sudah cukup berbahagia jika apa yang Anda kerjakan itu berhasil, dan juga berbahagia jika Anda masih punya kesempatan untuk bangun segera dari ketidak berhasilan. Uang yang Anda dapat, bukanlah tidak boleh untuk membahagiakan keluarga. Gunakanlah seperlunya. Jika Anda masih bergantung pada pekerjaan kantor Anda, belum waktunya Anda itu bertindak seperti orang kaya.

Uang yang Anda dapat sebagian besar harus Anda investasikan lagi kedalam bisnis. Bangunlah bisnis Anda sendiri, bangunlah rumah kontrakan, apartemen, ruko, real estate, hotel, serta bisnis lainnya dan miliki pula berbagai asuransi yang sesuai kebutuhan Anda dan keluarga. Itu prioritas Anda, bukan menghambur-hamburkan uang untuk mencari kebahagiaan. Anda harus bisa bekerja lebih keras lagi agar uang yang Anda dapati dapat lebih berkembang, lebih produkif, bisa beranak pinak orang betawi bilang.

Sehingga suatu saat :
Hidup Anda bukan lagi bekerja keras demi uang, tapi uanglah yang bekerja keras demi kehidupan Anda.

Anda jangan salah paham. Ingat besar atau kecilnya investasi bisnis Anda, itu bukanlah ukurannya. Ukurannya adalah hidup Anda tidak bergantung pada satu harapan lagi. Hidup tanpa harus bekerja keras lagi, hidup bergantung pada banyak harapan dan tentunya uang berlimpah. Anak-anak dapat menyelesaikan pendidikan tingginya, bekerja dan menikah. Itulah hidup kaya dan bisa berbahagia. Mungkinkah masih tidak bahagia ? Mungkin saja, itu berarti bisa saja masih ada yang salah atau kurang dalam diri Anda.

Kaya dan bahagia itu relatip, jika sampai pada masalah uang dan bisnis itu semua jadi prioritas. Bagaimana Anda mengurutkannya itu adalah keputusan pribadi Anda. Sebelum Anda mulai untuk bekerja atau berbisnis penting sekali untuk memutuskan mana prioritas-prioritas Anda.

Bersyukur Itu Tidak Cukup Dimulut Saja –
Harus Dibarengi Dengan Kerja Keras.

“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam biasa shalat malam hingga kakinya bengkak. ‘Aisyah pun lalu bertanya, mengapa engkau melakukan ini wahai Rasulullah ?. Bukankah Allah telah mengampuni dosamu baik yang telah lalu maupun yang akan datang ?. Beliau menjawab : ‘Bukankah aku akan bahagia jika menjadi seorang hamba yang banyak bersyukur ?’” (HR. Bukhari 4837, Muslim 2820).

Nabi Muhammad S.A.W hidup dan mati, telah dijamin Allah untuk masuk surga. Namun Beliau begitu berusaha keras dalam hidupnya untuk menjadi manusia bahagia. Itulah pelajaran yang diberikan nabi dalam berusaha untuk menjadi orang berbahagia dengan banyak bersyukur (dengan kerja keras dalam bekerja dan beribadah, bukan hanya sekedar bersyukur di hati dan di mulut). Itulah yang mendasari tulisan ini.

Kasihan orang tua Anda yang sudah menyekolahkan kita lebih tinggi dari sekolahnya dahulu. Tentunya mereka berharap hidup Kita kedepan lebih baik lagi dari mereka, namun ternyata hidup Kita hanya bisa mengulang lagi kehidupan yang seperti mereka dahulu. Buatlah rencana finansial segera demi Anda , anak Anda dan istri Anda untuk bisa hidup lebih baik lagi. Dan tentunya dengan bekerja keras dan cerdas dalam mencapainya, seperti pelajaran yang dicontohkan Nabi Muhammad S.A.W. dalam mencapai kebahagian.

Advertisements

10 thoughts on “Menghadapi Masa Tua, Bagaimana Dengan Rencana Finansial Anda ?”

  1. Prioritas ?

    Jika Anda bekerja atau bisnis atau berinvestasi, kemudian mendapat sejumlah uang. Pertanyaannya beli rumah atau mobil ?
    Jika Anda masih ngontrak, maka prioritas adalah beli rumah.. Kemudian berikutnya lagi stlh itu dpt uang lagi… Pertanyaannya beli rumah atau mobil ? Jawabannya beli rumah lagi. Dengan beli rmh dan jual lagi dan jual lagi, Anda akan ada harapan beli rumah lagi dan mobil…
    Tapi jika prioritas beli mobil dahulu.. Mobil itu tidak ada hasilnya malah harganya semakin turun…
    ITULAH PRIORITAS…

    1. Tetangga saya mengatakan,

      Bang Haji kalau saya milih beli mobil, saya punya keahlian menilai mobil rongsokan atau bukan, saya bisa memperbaiki mobil, dan saya bisa menjual lagi dengan harga yg lebih tinggi. Abis puas mejeng kan bisa jual lagi..he he..
      Ane mo bisnis jual beli mobil bekas Bang Haji !

      ITUlah .. mengurut-ngurut prioritas.. Itu bersifat pribadi…

      Jika sudah menyangkut uang dan bisnis… Keuntungan Finansial adalah menjadi prioritas pilihan .

      Pengalaman saya dari sisi bisnis memiliki mobil lebih berisiko dari memiliki rumah..

    1. Jika Anda sudah mempunyai planning dalam hidup, maka jika itu sudah menyangkut uang dan bisnis, Anda harus pintar mengurut urutkan prioritas, dan itu sifatnya sangat pribadi.
      Trims Mba Mar.. bagaimana dgn prioritas Anda ?

      1. kalau berdasarkan prioritas tentu saya harus mempertimbangkan mana yang harus diutamakan dl. Kl saya ma suami ga pny bisnis jadi hanya mengandalkan gaji sebagai pegawai. Pengen pny bisnis tapi msh belum pnya gambaran sampai sekarang.Prioritas saya selama ni ya semua yang menjadi kebutuhan pokok sehari2,pengeluaran buat hutang, anggaran untuk kebutuhan tidak terduga, terakhir yang paling penting adalah harus bisa saving..karena tu sangat penting buat persiapan sekolah anak dll meskipun anak saya masih satu n berusia satu tahun. Saya pernah ditawari asuransi tapi saya masih bingung asuransi mana ya yang paling baek ditinjau dari banyaknya manfaat yang dimiliki, terutama yang saya inginkan adalah asuransi pendidikan karena untuk asuransi kesehatan, sekeluarga dah mendapatkan asuransi kesehatan dari kantor. Mungkin bisa membantu asuransi mana yang bagus untuk dipilih?

      2. Mba Martinah, pengalaman R/T Anda sama dengan saya.
        Anda bisa nabung adalah sesuatu prestasi. Saving ada 2 tujuan, pertama untuk tak terduga (sakit dll), kedua perencanaan (yg pasti2, misal sekolah, pasti meninggal suatu saat, kalau sakit bisa ia bisa tidak dll). Jika poin pertama sdh tercover, ya untuk yg kedua (rencana) bisa lebih besar nabungnya.
        Jika nabung ya aman, tapi benefitnya sedikit (terbatas).
        jika asuransi ada proteksinya, jika meninggal ada tanggungan. Carilah asuransi pendidikan berjenjang ( untuk masuk sd, smp, sma, kuliah), kalau bisa dollar. Besar kecilnya asuransi sesuai kemampuan, suatu saat bisa dirubah besarannya jika gaji bertambah besar.
        Asuransi adalah suatu rencana, dan itu sifatnya pribadi, jadi tergantung rencana Anda… Anak mo 1, 2 .. gaji naik trus, badan sehat atau sakit2an.. Sekolah biasa atau mahal…Dst..
        Yap… Semoga berhasil…

  2. Itulah pentingnya asuransi dan mempunyai bisnis
    semakin dini kita mulainya semakin murah biayanya dan yang terpenting penentuan prioritasnya..
    Maksud tulisan ini, cara yg gampang, seharusnya bagi pekerja bisa menyisihkan uang untuk bisa membuat rmh kontrakan kecil dipinggiran kota, begitu pensiun nilai tanah dan kontrakan sdh tinggi. Walaupun pensiun, dpt uang kontrakan yg lumayan besar.

  3. Hari tua paling mengharapkan pensiunan, kalau punya usaha ya bagus juga ya pak. Kalau asuransi yang bagus, disini lumayan juga uang pensiunannya setara dg gaji orang kerjaan, contohnya bpk mertua, tiap bulan dapat uang pensiun yg nilainya sama dg gaji suami saya yg kerja mati-matian :D.

    1. Mungkin masa kerja mertua lebih dari rata-rta dan gaji terkhir jauh lebih besar dari gaji suami…
      Nilai uang pensiun tergantung masa kerja dan gaji terakhir, dan hitungan normal lebih kecil dri gaji terakhir..
      Jaman sekarang hanya mengandalkan pensiun.. Jelas hidup yg sulit.. Itulah pentingnya perencanaan finansial yang baik..
      Mks Mba nella, walaupun relative mudah2an perencanaan finansial yg saya lakukan dah lebih baik..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s