Bagaimana Kita Bisa Menemukan Rencana Yang Tepat.

Bagaimana Aku Menemukan Rencana Yang Tepat Bagiku ?

20130512-100901.jpgItulah pertanyaanku setelah aku sadari bahwa belum waktunya aku pensiun, namun nyatanya aku telah dipensiunkan oleh perusahaan. Kenapa aku bilang dipensiunkan ? Karena umurku ngga tua-tua amatlah, namun juga sudah tidak muda lagi.

Malu aku jika dibilang pensiunan, aku masih siap kerja keras kok. Tapi kalau Anda melihat rambutku pada saat aku di PHK, kalau aku bilang “Saya sudah tidak bekerja, Saya baru saja pensiun dari pekerjaanku” pasti Anda akan percaya. Jadi lupakan saja istilah pensiun itu, ingat umumnya pensiun itu adalah penurunan hidup, yang jelas gajinya sudah tidak full lagi. Mari kita cari rencana yang tepat untuk saya !. Mungkin juga buat Anda yang sedang mengalami nasib seperti saya. Tapi ingat, itu kejadian sudah belasan tahun yang lalu. Tepatnya tiga belas tahun yang lalu.

Pengalaman untuk menemukan rencana yang tepat itu memang aneh. Gimana tidak aneh, loh kita sendiri aja belum tau mau apa dalam hidup ini, yang namanya tepat itu tepat yang bagaimana ? apa kriteria tepat itu ? terus tepat buat siapa ? Istri ? Anak ? keluarga ? pribadi ?. Lalu kalau bicara istilah rencana, istilah yang mana ? Rencana kerja ? Rencana hidup ? Rencana yang mana lagi nih ?.

Yah itulah hidup, jika kita menjalaninya seperti diumpamakan air mengalir, selalu terus terbawa arus. Bisa saja sampai pada kolam yang jernih, bisa juga ketempat sampah, mungkin saja ke got yang berbau busuk, bisa-bisa juga kesungai yang arusnya deras. Celakanya jika air itu mengalir ke got yang mampet, lama tergenang akhirnya lama-lama membusuk bersama kotoran yang lainnya. Itulah hidup kita yang celaka ! Anda perlu bantuan tukang bersih-bersih got, agar air itu mengalir lagi, tentunya kesungai yang jernih dong, jangan ke kali yang penuh dengan limbah. Dan ingat sifat air itu selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah !. Jadi jika ingin keatas, harus butuh bantuan, harus dipompa atau kasarnya dilempar keatas.

Hidup seperti air mengalir itu indah sekali dan menyenangkan. Namun ingat air tidak selalu mengalir ketempat yang tepat atau baik, suatu saat air terjebak dan kita akan mengalami masalah itu, dan itu butuh bantuan orang lain. Hidup kita harus penuh dengan tolong menolong. Agar kita selalu siap menghadapi hidup ini kita harus mempunyai rencana yang tepat. Kayanya mau mengerjakan apapun harus didukung rencana yang baik. Apalagi jika niat kita mulia, rencanapun harus baik sekali. Ingat cobaan, kesulitan, kesengsaraan dan godaan selalu membayangi hidup kita.

Jika kita bisa cerdas secara finansial, maka kecerdasan itu bisa membantu Anda mengenali kapan untuk harus bekerja sendiri dan kapan harus meminta bantuan orang lain.

Rencana Itu Prosesnya Secara Bertahap.

Air mengalir ketempat yang rendah itu butuh waktu, bisa cepat atau bisa lambat tergantung situasinya. Yang jelas butuh waktu, butuh proses. Tidak mungkin air pada suatu saat ada disuatu tempat dan secara mendadak ada di suatu tempat lain yang berbeda. Mengalir sendiri atau Anda dibawa (dibantu) tetap perpindahan itu membutuhkan waktu dan proses. Itulah yang namanya rencana. suatu proses dari satu tempat ke tempat lain yang butuh waktu.

Air mengalir kesuatu tempat yang lebih rendah adalah tujuannya. Apapun permasalahannya, apapun yang terjadi dalam perjalanannya, rencana mengalirnya air tetap satu tujuan, tidak pernah berubah. Itulah yang namanya rencana, dalam perjalanannya mungkin boleh saja banyak yang berubah, namun tujuan rencana harus tetap. Yang berubah prosesnya bukan tujuannya.

Bagaimana Kita Bisa Menemukan Rencana Anda ?

Dulu saya berencana untuk menjadi orang yang bisa berhasil dibidang arsitektur. Bapak saya adalah seorang ahli bangunan, ia bukanlah seorang sarjana. Saya ingin meneruskan keahliannya dengan menjadi seorang yang lebih profesional, tentunya dengan menjadi seorang insinyur. Saya melihat kehidupan bapakku begitu baik dan layak dengan menjadi ahli bangunan. Namun yang terjadi adalah saya kuliah dijurusan komputer. Dan bekerja untuk membangun sistim komputer.

Bekerja dengan penghasilan dibawah standar hidup ternyata bukanlah tujuan hidup saya, bukan rencana saya. Rencana saya yang sebetulnya adalah hidup lebih baik setelah saya bekerja. Mempunyai penghasilan yang bisa menghidupkan saya sehari-hari, jangan tergantung orang tua lagi.

Jangankan untuk membantu orang tua, penghasilan saya bekerja itu hanya cukup untuk saya makan siang dan biaya transpot saja. Dan itu membuat saya harus menyaring kembali tujuan rencana saya, yaitu agar saya bisa secara finansial hidup saya lebih dari kecukupan.

Pindah kerja adalah suatu proses yang segera saya lakukan. Perubahan finansial yang lebih baik membuat kehidupan anak-anak dan istriku lebih baik. Saya bisa mempunyai rumah, kendaraan dan jabatan yang menarik. Tapi apa yang terjadi setelah saya berumur empat puluh dua tahun. Saya di PHK, pinjaman rumah belum lunas seluruhnya, mobil baru saja ganti karena dapat fasilitas pinjaman dari kantor, anak-anak sedang butuh-butuhnya biaya sekolah yang tinggi. Jadi ada lagi yang berubah dalam hidup saya, yaitu perubahan proses dalam hidup.

Jadi sebetulnya tujuan rencana dalam hidup saya itu belum berubah yaitu adalah

bagaimana saya bisa bebas secara finansial, sehingga saya bisa melalui hidup sampai masa tua ini dengan rasa aman dan nyaman bersama keluarga dan handai taulan.

Mungkin hanya prosesnya saja yang banyak berubah, malah kadang-kadang dratis. Inilah jika kita hidup bekerja dengan orang lain. Banyak perubahan yang harus berubah tiba-tiba. Siapkah Anda memasuki masa tua (“pensiun”?) dengan berbagai perubahan yang berdampak berubahnya tujuan rencana Anda yaitu terjadinya penurunan kwalitas hidup, disertai kesengsaraan dan kesulitan hidup ?

Sudahkah Anda Menemukan Rencana Baik Anda ?

Terlepas apakah Anda bekerja untuk orang lain atau untuk dirimu sendiri, jika kamu ingin berhasil, kamu harus mengurusi urusan/bisnismu sendiri. Dan dalam mengurusi urusan Anda sendiri, Insya Allah, rencana yang paling effektif bagi Anda akan muncul secara perlahan-lahan.

Jadi bersabarlah, namun yang pasti ambillah satu langkah setiap hari dan niscaya Anda akan mendapatkan peluang bagus untuk mendapatkan segala sesuatu yang Anda inginkan dalam hidup ini. Janganlah Anda rubah tujuan rencana Anda, perubahan hanyalah suatu proses.

Mungkin saja waktunya sedikit lebih panjang dari pada apa yang kita inginkan, ” Itukan adalah bagian dari rencananya.” Itu pesan singkat Robert T. kiyosaki.

Motivasi Sukses :

Advertisements

2 thoughts on “Bagaimana Kita Bisa Menemukan Rencana Yang Tepat.”

    1. Mks mba, dulu saya tdk kenal istilah cerdas finansial.. Maksudku dengan kecerdasan finansial, itu bisa membantu mengenali kpn harus bekerja sendiri dan kapan hrs minta bantuan orang lain. Kira-kira begitulah intinya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s