Menjadi Sukses itu Otomatis Jika Anda Menjalankan Rencana Yang Bagus Dan Sungguh-Sungguh.

Berbisnis Itu Bukan Hanya Sekedar Mengambil Kesempatan.

20130508-075156.jpg

Seperti apa yang ditulis oleh Robert T. Kiyosaki dalam bukunya tentang investasi. Dalam bukunya sering kali ia mengatakan, “Sayang, sembilan dari sepuluh investor tidak menghasilkan uang.” Dalam dunia usaha hal inipun saya saksikan sendiri, banyak pengusaha yang ada disekitar saya, baru beberapa bulan berjalan, usahanya sudah ditutup kembali. Banyak alasannya, namun umumnya dari mereka berdalih bahwa lingkungan ini tidaklah mendukung bisnisnya.

Memang mereka pernah berhasil dengan usahanya ditempat lain, namun begitu mencoba ditempat lain mereka malah tidak berhasil. Bukannya mereka belajar bagaimana membuat rencana usaha yang baik, tetapi malah menyalahkan lingkungan, mereka berdalih dengan segala macam alasan.

Berbisnis Itu Bukanlah Apa Yang Dipikirkan Kebanyakan Orang.

Sebelum saya terjun kedunia usaha mandiri, seringkali terlontar dari mulut banyak orang yang tertarik untuk terjun kedunia wirswasta. Keinginan mereka sering kali dilontarkan disetiap pembicaraan pada waktu makan siang, waktu senggang dikantor, itu bagi mereka yang sudah bekerja. Bagi yang masih menganggur, hampir disetiap pertemuan, entah diwarung kopi, lapangan olah raga dan disetiap kesempatan kumpul-kumpul. Topik menjadi pengusaha begitu menarik.

Mereka selalu membahas bahwa dunia wiraswasata amat menggiurkan. Dalam pembicaraan mereka, mereka melihat banyak orang sukses sebagai pengusaha menjadi contoh. Mereka melihat kesuksesan itu dari gaya hidup dan kendaraan pribadi si sang pengusaha.

Mereka yang begitu tertarik untuk memasuki dunia usaha selalu mengatakan,

“Jika aku punya modal besar, punya produk hebat, punya tempat usaha yang strategis. Aku akan mulai menjadi wiraswasta yang sukses, itu adalah impianku.”

Padahal paktanya, setelah saya menjalankan profesi sebagai seorang wiraswasta. Belasan tahun sudah menjalani, ternyata wiraswasta itu adalah sesuatu hal yang selalu penuh rencana. Boleh dikatakan suatu perjalanan atau proses menjadi berhasil yang sering kali lebih banyak membosankan, tidak menggairahkan, kadang-kadang membingungkan, dan sepertinya nyaris mekanis. Walaupun begitu banyak juga senangnya (jika rencana berhasil dan.. pas megang duit.. tentunya). Dan apa yang dikatakan Robert T. itu ternyata adalah sesuatu hal yang bukan sekedar kiasan kata semata. Itu fakta, semua kenyataan dan pengalaman yang saya rasakan selama berbisnis.

Berbisnis Itu Tidak Harus Penuh Risiko Atau Riskan.

Berwiraswasta adalah hidup yang penuh rencana, harus bisa menghitung sekarang untuk meraih sesuatu kedepannya. Rencana tersebut penuh dengan formula-formula dan berbagai strategi-strategi, suatu sistim untuk mungkin menjadi segalanya berhasil. Kenapa harus mungkin ? Karena yang namanya risiko dalam berbisnis itu selalu ada. Dan yang namanya rizki itu Tuhan Allah yang menentukannya.

Robert T. Kiyosaki dalam bukunya mengumpamakan bahwa berbisnis itu seperti suatu resep untuk kita bisa membakar roti yang begitu sederhana dan terasa sangat membosankan. Saya benci risiko. Namun saya ingin berhasil. Jadi ikuti saja rencananya, resepnya, formulanya. Itulah berbisnis.

Lalu timbul pertanyaan, kenapa banyak orang yang begitu cepat menutup usahanya ? Mungkin jawabannya cukup sederhana yaitu mereka tidak mengikuti resep yang sudah ada. Mereka membakar roti dengan cara mencoba-coba resep sendiri, modal terbatas dan bosanan.

“Manusia itu cepat bosan dan ingin menemukan sesuatu yang lebih menyenangkan dan menggairahkan. Itu sebabnya hanya satu dua orang dari sekian ratus orang yang menjadi sukses. Mereka tinggalkan resep yang ada dan mencari-cari resep jitu untuk berhasil dengan cepat. Mereka mengulang lagi kebosanan, kesenangan dan kebosanan lagi selama sisa hidup mereka. Mereka tidak mampu menanggung kebosanan akibat mengikuti rencana sederhana yang tidak rumit untuk menjadi berhasil. Mereka berpikir jika suatu bisnis tidak rumit, maka rencana itu pasti tidak bagus. Percayalah, jika sampai pada masalah berbisnis, sederhana adalah lebih baik daripada rumit.”

Buat apa mencoba membuat rencana sendiri jika sudah banyak orang sukses yang sudah menunjukan jalannya ?.

Strategi adalah bagian dari suatu rencana usaha. Strategi adalah salah satu dari formula-formula sederhana yang harus Anda ikuti. Jika suatu formula itu rumit, ia tidak fantas untuk diikuti. Jika suatu formula memerlukan sesuatu diluar kemampuan yang Anda miliki, sebaiknya ditinggalkan saja. Jika suatu formula itu membuat Anda tidak dapat melakukannya secara otomatis setelah mempelajarinya, formula itu tidak harus Anda ikuti.

Waktu bisnis saya sering gagal setelah PHK, orang tua saya memberikan nasehat sederhana sebagai berikut, “Berbisnislah seperti apa yang pernah kamu pelajari dan kamu sudah kuasai sebelumnya, kenapa harus mencari-cari bisnis baru yang tidak kamu pahami dan kuasai, sisa waktu yang kamu miliki sudah tidak pas untuk selalu mencoba-coba sesuatu yang baru dan sepertinya rumit ! ”

Saya bukanlah seorang pengusaha sukses. Namun Alhamdulillah, bisnis yang sekarang saya jalani hasilnya dapat memenuhi segala kebutuhan pribadi, keluarga dan anak-anak. Hal ini seperti kondisi sebelum saya diPHK. Mungkin jika nasehat orang tua saya ini saya jalani begitu pas diPHK, modal dan waktu yang hilang itu jika langsung saya investasikan kedalam bisnis saya ini, bisnis saya sudah berkembang beberapa kali lipat dari sekarang.

Saya bukanlah orang yang berkopenten dalam dunia bisnis, modal saya pas-pasan dan saya takut dengan risiko. Saya tidak ingin gagal lagi dan harus berhasil jadi pengusaha. Jadi cara yang bijak adalah saya mencari dan hanya menjalankan rencana atau formula yang sudah terbukti berhasil, strategi yang tidak rumit dan saya bersungguh-sungguh menjalankannya.

Berbisnis dan berusaha untuk mencapai kesuksesan itu sebetulnya otomatis, itu jika kita menjalankan rencana yang bagus, strategi sederhana dan bersungguh-sungguh mengikutinya.

Advertisements

3 thoughts on “Menjadi Sukses itu Otomatis Jika Anda Menjalankan Rencana Yang Bagus Dan Sungguh-Sungguh.”

  1. thanks untuk inspirasinya pak.
    saya juga ingin membuat usaha fotocpy di kampung saya karena ada sekolah MA tapi masih belum ada tempat fotocopy yang deket. untuk mencari formula yang bagus untuk usaha fotocopy bagaimana yah, atau mencarinya dimana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s