Belajar Dari Kegagalan : Demam Resiko Membuat Sulit Memulai Usaha.

  • 20121129-102630.jpg

    Berbisnis Itu Penuh Resiko.

    Banyak orang selalu beranggapan bahwa untuk memulai usaha mandiri itu sesuatu yang riskan, wirausaha itu sesuatu yang penuh resiko, dunia bisnis itu kejam. Akibatnya banyak orang menjadi kesulitan untuk bisa memulai usaha. Itulah sebabnya jika kita mendapatkan informasi yang salah dari orang yang salah. Ibarat orang buta dituntun orang buta. Faktanya sepanjang masa, dunia usaha itu terus bergeliat siang dan malam tiada henti.

    Sebelumnya saya telah menulis pengalaman saya dengan judul Belajar Dari Kegagalan : Kesulitan Dari Pemula Bisnis. Lalu apa sih perbedaannya dengan tulisan yang sedang Anda baca ini ?.
    Tulisan yang sebelumnya adalah menceriterakan bagaimana saya yang mempunyai modal yang cukup, walaupun tanpa memiliki pengalaman, keahlian dan keterampilan, namun dengan ditopang semangat dan keberanian bisa terjun langsung membangun usaha mandiri. Dan akhirnya gagal. Faktor utama terjadinya kegagalan adalah saya telah menjalankan usaha dengan cara yang tidak sehat, akibatnya perusahaan tutup karena kehabisan modal.

    Sedangkan tulisan yang sedang dibaca ini, adalah pengalaman saya dari sisi yang lain. Yaitu bagaimana saya menderita demam resiko untuk segera bisa memulai usaha-usaha berikutnya. Ternyata yang namanya demam resiko banyak juga menjangkiti orang-orang tertentu, sehingga banyak orang yang tidak segera untuk bisa memulai mendirikan usaha dengan alasan karena takut resiko.

    Nah dengan pengalaman saya sebelumnya, saya bisa berasumsi bahwa informasi orang-orang yang mengatakan bahwa dunia usaha itu penuh resiko, itu karena ada beberapa alasan utama yaitu :

    1. Mereka itu adalah orang-orang yang belum terlatih sekali untuk menjadi pengusaha. Ingat waktu anda belum bisa naik sepeda, bahwa mengemudikan sepeda sendiri pasti penuh resiko. Faktanya adalah siapapun Anda, Anda perlu berlatih keras untuk bisa mengemudikan dan mengendalikan sepeda sendiri.
    2. Banyak dari mereka adalah pengusaha baru, dimana mereka itu kurang kendali atau tidak terkendali dalam menjalankan usaha. Walaupun Anda sudah bisa mengendarai sepeda, kemungkinan yang namanya resiko jatuh tetap ada. Namun mengendarai sepeda dengan melepaskan tangan dari kemudi dan mata tertutup tentu benar-benar penuh resiko. Faktanya adalah jika Anda adalah orang yang tidak disiplin, tidak mempunyai rencana, dan tidak memiliki tekad yang kuat, maka kendali-kendali yang ada dalam suatu sistim usaha yang sehat tidak akan berarti banyak.
    3. Orang-orang yang mengatakan berbisnis itu penuh resiko, itu karena mereka melihatnya hanya dari kulit luarnya saja. Mereka melihat dunia usaha dari opini yang salah, bukan berdasarkan fakta. Faktanya sebetulnya yang beresiko itu Anda, itu jika Anda tidak mempunyai pengalaman, keterampilan dan keahlian yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha sendiri secara sehat.

    Ada sesuatu yang saya dapati dari orang-orang yang telah berhasil, adalah justru mereka berhasil dalam kariernya berkat banyaknya menghadapi resiko. Seperti apa kata orang terkenal.

    • “Ada hikmah tertentu yang tersembunyi dibalik setiap resiko dari suatu kesalahan.” (Robert T. kyosaki).
    • “Kesuksesan adalah kemampuan untuk beranjak dari satu kesalahan ke kesalahan lainnya tanpa kehilangan antusiasme.” (Winston Churchill).

    Resiko Itu Bukan Kehancuran.

    Menghindar atau takut dari yang namanya resiko adalah sesuatu hal yang wajar alami, tapi kalau sampai kita selalu terbayang dengan keharusan untuk selalu berbuat sesuatu yang tidak mengandung resiko, akhirnya yang terjadi adalah kita tidak akan melakukan apa-apa, dan itu adalah resiko, itu suatu kesalahan besar. Orang seperti itu banyak disekitar kita, mungkin Anda atau saya salah satunya.

    Resiko adalah suatu dampak dari suatu kejadian yang salah atau penyimpangan dari apa yang diharapkan ( rencana ). Jika penyebab penyimpangan segera diatasi, atau penyimpangan itu dapat diarahkan kepada yang lebih baik. Maka resiko yang timbul dapat dibatasi atau diatasi, atau bahkan menjadi keberhasilan yang lain.

    Dengan adanya perbaikan atau penyesuaian dari penyebab atau akibat kesalahan, tingkat keberhasilan bisa lebih besar, resiko dari kesalahan tidak harus menjadi sepenuhnya kegagalan atau kehancuran.

    Ingat resiko adalah dampak dari kesalahan bukan kehancuran, itu sesuatu penyimpangan dan itu bisa diperbaiki. Jadi seharusnya kita semua tidak perlu takut dengan resiko. Jika kita takut dengan resiko dan tidak memperbaiki kesalahan-kesalahan yang terjadi, tunggu saja masa kegagalan atau kesulitan akan datang dengan sendirinya. Karena kita tidak bisa melihat sisi lain dari sebuah koin.

    Anda tahu dengan Edison, ia telah mencurahkan seluruh tenaga dan waktunya, serta menghabiskan uang sebanyak 40.000 dollar dalam kurun waktu dua tahun begitu banyak melakukan kesalahan-kesalahan untuk percobaan membuat lampu pijar. Total ada sekitar 6000 bahan yang dicobanya. Anda bisa bayangkan jika Edison bekerja di suatu perusahaan besar, mungkin belum sampai beberapa bulan melakukan percobaan yang selalu salah, pasti Edison sudah menanggung resiko diberhentikan dari pekerjaannya.

    Salah satu pelajaran yang ditulis oleh Robert T. Kyosaki adalah :
    “Hal resiko pertama yang terjadi setelah kamu berbuat kesalahan, adalah bahwa kamu akan menjadi bingung dan marah. Bingung dan marah karena penasaran. Pada saat marah seperti itu, sebetulnya Anda bisa menilai sendiri seperti apa watak atau karakter asli Anda.”

    Siapakah diri Anda yang sebenarnya ? Apakah Anda Orang jujur ? Pembohong ? Suka menyalahkan orang lain ? Suka mencari-cari alasan ? Suka lari dari kenyataan ? Atau Anda termasuk orang yang bijaksana dll ? Nilailah sendiri.

    Mentolerir resiko dari suatu kesalahan.

    Jika Kita melihat anak kecil atau orang dewasa belajar bersepeda.

    • Perhatikan, Kita akan tahu sepandai-pandai orang tersebut, sekecil apapun kesalahannya bahwa orang itu akan melakukan kesalahan dan beresiko jatuh.
    • Kita ajarkan bagaimana bersepeda, bagaimanapun bahwa orang itu akan melakukan kesalahan juga dan tentu beresiko jatuh.
    • Orang itu akan merasa bisa, jika ia sudah melampaui satu, dua atau mungkin beberapa puluh kali bagaimana rasanya apa itu jatuh, itulah resikonya.
    • Kemudian dengan tiba-tiba Kita melihat ia tidak jatuh lagi, dia mulai mengayuh pedal, sepeda itu mulai meluncur. Anda perhatikan ekspresinya, ia begitu senangnya dan lupa akan lukanya. Karena sebuah dunia yang benar-benar baru terbuka baginya.

    Itulah keajaiban atau hikmah yang ada jika Anda atau kita semua berani menghadapi segala resiko.

    Bagaimana Implementasinya Agar Anda Tidak Terjangkit Demam Resiko ?.

    Dalam hidup ini perlu adanya perencanaan tekhnis untuk mencapai tujuan. Dengan begitu jika setiap terjadi kesalahan Kita bisa tahu karena adanya penyimpangan. Bermain judi, kalah atau menang itu bukan karena perencanaan, tapi karena kebetulan. Dengan adanya perencanaan Kita bisa tahu, apakah suatu penyimpangan itu karena kesalahan atau kebetulan. Kebetulan adalah sesuatu yang tidak direncanakan. Apakah hidup Anda akan selalu terus berada dalam kebetulan saja ?.

    Kesalahan hanya bisa diperbaiki dengan kesalahan-kesalahan sebelumnya. Artinya dengan membuat kesalahan Anda mendapat pengalaman. Kesalahan yang hanya baru sekali belum tentu menjadi pelajaran buat Anda, kalau Anda berpikir “Aku tidak akan mengulangi lagi kesalahan”, itu sebetulnya Anda belum banyak belajar. Sebagai orang yang berkepribadian akan bertanggung jawab dan akan mengendalikan apa yang dikatakan. Seharusnya Anda berkata “Pelajaran apa yang harus saya peroleh dari kesalahan ini ?.”

    Resiko dari kesalahan mempunyai tingkatan-tingkatan. untuk merencanakan sesuatu mulailah dari yang sederhana dahulu. Mulailah dahulu belajar merangkak sebelum Anda bisa berjalan. Begitulah seterusnya sampai Anda bisa berlari secepat angin tanpa khawatir. Sehingga suatu hari Anda berani melakukan pekerjaan besar walaupun Anda tahu kalau itu orang lain mungkin akan menghadapi resiko besar, tapi tidak buat Anda !!!.

    Sebelum mendirikan usaha sendiri :
    Janganlah bekerja semata-mata karena uang.
    Carilah pekerjaan yang jangka panjangnya bisa meningkatkan pengalaman, keterampilan dan keahlian berbisnis Anda.
    Kemudian disusul dengan bekerja paruh waktu untuk merintis usaha baru dan tentunya dengan menanggung berbagai resiko.
    Dan pada akhirnya suatu saat Anda siap dan memutuskan untuk sepenuhnya menjadi pengusaha yang memiliki dan menjalankan usaha sendiri secara sehat.

    Berani Menghadapi Resiko Membuat Hidup Lebih Berkwalitas.

    Saya banyak mendapatkan pandangan dari buku Pak Robert mengenai resiko, kesalahan dan kegagalan sebagai bagian tak terpisahkan dari pengembangan manusia. Kita sering marah sendiri jika menghadapi hal itu, jadi dari pada menghindari resiko, kesalahan dan kegagalan, mari kita belajar mengelolanya. Mari kita marah untuk bertanya-tanya apa yang dapat saya pelajari dari kesalahan ini.

    Dengan begitu Kita tidak menyia-nyiakan marah serta membuang mutiara kebijaksanaan yang sangat berharga. Menjadi bijaksana tentunya membuat kwalitas hidup Kita akan meningkat dengan sendirinya. Mudah-mudahan saya tidak berbuat sesuatu kesalahan yang beresiko tinggi dengan menulis artikel ini. Saya perlu kebijaksanaan Anda. Resiko yang positip tentunya.

    Advertisements
  • One thought on “Belajar Dari Kegagalan : Demam Resiko Membuat Sulit Memulai Usaha.”

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s