Belajar Dari Kegagalan : Kesulitan Dari Pemula Bisnis.

20130423-094004.jpg

Tenggelamnya Usaha Dari Pemula Bisnis.

Untuk usaha yang sudah berjalan dan terkenal dengan salah satu produk atau jasanya, umumnya mereka tidak mengalami kesulitan dalam memilih strategi menetapkan posisi untuk mengejar segmen baru. Namun bagi Anda sebagai pemula bisnis tidaklah semudah itu. Sayangnya, mudahnya secara teori memilih strategi menetapkan posisi dan mudahnya pula mendapatkan modal yang cukup, ternyata membuat semangat seorang pemula bisnis begitu menggebu-gebu untuk segera memulai bisnisnya sendiri. Lalu apa yang terjadi kemudian ?

Sebagai pemula bisnis, saya telah mengalami beberapa kali kegagalan. Dan ceritera mirip seperti itu sudah banyak. Salah satu tenggelamnya usaha adalah akibat kehabisan modal, itulah permasalahan utama yang sering terjadi. Padahal kami sebagai pemula masih begitu sangat bersemangat untuk terus menjalankan usaha baru. Namun ketidak kesediaan dari pemilik modal untuk menambahkan modalnya lagi, membuat usaha ini dengan sendirinya akhirnya berhenti. Untunglah modal kami bukan berasal dari bank. Yang tentunya kewajiban kepada bank bisa saja akan membuat menjadi malapetaka berikutnya lagi.

Modal Uang Memiliki Keterbatasan.

Mempunyai modal besar dan semangat berwiraswata yang tinggi tidaklah menjadi jaminan untuk memulai usaha mandiri yang berhasil. Menguji asumsi-asumsi usaha yang belum pernah sempat kita lakukan dalam dunia usaha dan itu kita coba terapkan pada usaha mandiri adalah suatu hal yang berisiko tinggi. Kita akan kehabisan uang demi waktu untuk memvalidasi ide-ide kita tersebut.

Modal itu bukannya kita gunakan untuk menjalankan model bisnis yang sehat, tapi malah kita gunakan untuk pembelajaran, untuk mencari pengalaman. Itulah selalu saya tekankan, menurut saya perlunya pengalaman usaha untuk menguji kemampuan dan ide-ide Anda sebelum Anda membangun bisnis Anda sendiri.

Sebagai pemula bisnis, Anda harus bisa mengimformasikan posisi produk Anda sehingga konsumen dapat dengan cepat dan mudah mengingat ketimbang produk pesaing. Setiap usaha Anda, harus membedakan tawarannya dengan membangun sejumlah keunggulan bersaing yang dapat menarik kelompok lebih besar dalam segmen usaha Anda. Itu adalah pekerjaan yang membutuhkan pengalaman. Untuk itu cobalah Anda lakukan beberapa ceklist sebelum Anda memutuskan untuk memulai bisnis Anda sendiri. Berdasarkan pengalaman saya, saya banyak belajar dari Diana Kander.

Ceklist Sebelum Memulai Bisnis Sendiri.

Pelanggan.
Siapa pelanggan Anda? Apa yang mereka lakukan untuk hidup? Di mana Anda dapat menemukan kelompok-kelompok dari mereka? Berapa banyak dari mereka yang ada?

Soal Target.
Sudahkah Anda mengidentifikasi tingkat kesulitan untuk target pelanggan Anda? Apakah mereka sedang melakukan sesuatu untuk mencoba dan mengatasinya?

Solusi.
Apakah solusi Anda untuk memecahkan masalah pelanggan Anda? Apakah mereka bersedia membayar harga yang ditunjuk untuk solusi Anda?

MVP (Minimum Viable Produk).
Apakah pelanggan Anda akan siap membayar dari Produk yang layak Minimum ?

Kompetisi.
Siapa lagi yang memberikan solusi ini? Apa keunggulan kompetitif Anda? Bagaimana mengukur kekuatan pesaing ? Bagaimana solusi Anda membuat sulit bagi pelanggan untuk pergi?

Saluran penjualan.
Bagaimana Anda akan menjual produk / jasa Anda? Apakah secara Online? Di dalam penjualan? Penjualan di luar? Distribusi?

Pasokan.
Bagaimana Anda akan menghasilkan produk atau memberikan layanan Anda? Apa jenis infrastruktur atau persediaan yang Anda butuhkan untuk menangani 1.000 pelanggan? 10.000 pelanggan?

Human Capital.
Apakah Anda atau seseorang dalam tim Anda memiliki keahlian industri di pasar ini? Apakah Anda atau seseorang dalam tim Anda memiliki keterampilan kepemimpinan yang diperlukan untuk memimpin perusahaan ini dalam hal pengembangan produk, penjualan, pemasaran, keuangan, dll?

Financials.
Berapa banyak pelanggan yang Anda butuhkan sampai Anda mencapai profitabilitas sasaran? Adalah bahwa sejumlah realistis dengan sumber daya yang tersedia? Apa kunci untuk meningkatkan pendapatan?

Masalah Hukum.
Apakah Anda memiliki hak kekayaan intelektual yang diperlukan untuk menjalankan bisnis Anda? Apakah Anda dan tim Anda mencapai kesepakatan atas ekuitas dan distribusi tanggung jawab?

Pentingnya Pengalaman Dan Keahlian Untuk Membangun Usaha Yang Sehat.

Jika Anda adalah orang yang memang tergolong sudah siap dengan pengalaman, keterampilan dan kahlian untuk mengatasi hal-hal diatas (dalam checklist) untuk membangun usaha mandiri yang sehat. Perjuangkanlah hal tersebut, kenapa tidak.

Intinya memang tidak ada usaha yang tidak memiliki resiko. Namun jika Anda belum siap dengan hal-hal diatas, kenapa tidak bekerja saja pada seseorang yang memiliki usaha, seseorang yang akan memberikan peluang untuk Anda mendapatkan pengalaman, keahlian, keterampilan. Langkah berikutnya tentu Anda akan dituntut untuk membuktikan pengalaman, keahlian dan keterampilan dengan memberikan kesempatan Anda untuk memajukan bisnis yang ada.

Tulisan ini dibuat bukan untuk kita menjadi takut kegagalan, ataupun mendoakan akan terjadi kegagalan dalam membangun usaha sendiri. Namun sebagai gambaran saja bahwa tidak sedikit terjadi kegagalan pada pemula bisnis, namun kita tidak boleh putus asa ketika sedikit kegagalan menimpa. Sebab resiko kegagalan selalu ada. Kita harus menanamkan mindset bahwa kegagalan adalah awal dari kesuksesan-kesuksesan yang akan menggetarkan hidup kita. Itu jika kita ingin belajar terus.

Advertisements

6 thoughts on “Belajar Dari Kegagalan : Kesulitan Dari Pemula Bisnis.”

  1. Maaf Bang/Agan/Mas numpang share ya, Bagi Pemula yang ingin mendapatkan penghasilan tanpa modal silakan masuk ke :
    http://cashforvisits.com/?refcode=334872 hanya dengan klik NEW REGISTER dengan masukkan username dan email serta data pribadi sesuai KTP kamu maka kamu sudah dapat $25 sebagai bonus setara Rp 275.000,- dan bisa dicairkan melaui Western Union di seluruh kantor pos seluruh Indonesia jika nilai uang kamu sudah mencapai $300, gampangkan coba aja mas/bang … gak rugi kok… karna tidak ada modal…alias benar-benar gratis.

  2. Bang Syukron ente rupanya dah pengalaman nih.. Riset pasar penting sekali, dan sayang hal tersebut suka dianggap pekerjaan sambilan…
    Dalam check list ane, riset pasar itu hal yang utama, … Seperti..
    Siapa target pasar (calon pelanggan), apa masalah dan berapa kebutuhannya, bgmn solusinya, bagm persaingannya, bgm mendistribusikannya, berapa banyak calon pelanggan 1000kah 10000kah, produk dan merk apa yg mereka gandrungi dst..
    Mkasih komen Anda sangat membantu Ane.. Salam sukses..

  3. Apakah perlu juga kita mengetahui siapa saingan kita? membandingkan harga jual atau membuat harga lebih murah dari pesaing?. Apakah baik pak kalau kita fokus pada produk sendiri tanpa melihat kepada pesaing? :).

    1. Kompetisi dalam dunia usaha sulit dihindari, baik dari segi harga, pelayanan, sampai bagaimana itu produk bisa kita posisikan. Harga adalah alat kompetitip jangka pendek. Fokus pada produk is ok, tapi apa alat ukurnya jika tidak mo tengok kanan kiri.. .
      Saya punya istilah yang perlu diperdalam maknanya yaitu “yang memilih produk bukan Anda tapi pembeli..”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s