Dengan Apa Melihat Uang dan Peluang.

20130225-145144.jpg

“Jangan Selalu Melihat
Uang dan Peluang Dengan Mata”
Pelajaran Awal Saya Mulai Usaha.

.

.

Semakin Anda dewasa, semakin baik Anda dalam melihat peluang dan uang. Namun masih banyak dari sebahagian kita, yang melihat peluang dan uang hanya dengan menghandalkan mata semata. Hal yang dilihat sebagai uang oleh mata untuk sebagian orang adalah sesuatu hal sama. Begitu juga dengan peluang, yang satu mengartikan sebagai yang salah, yang satu lagi mengartikan sebagai peluang yang luar biasa (berlebihan).

Kemaren dihari Minggu, dibox e-mailku ada pesan dari Tung Desem Waringin mengenai uang dan peluang. Setelah membacanya, saya teringat beberapa tahun yang lalu, beberapa mata pelajaran awal saya untuk mulai berwiraswasta. Terima kasih Om Tung yang telah mengingatkan saya.

“Anda tidak bisa melihat uang dan peluang dengan mata anda.”(Robert T. Kiyosaki).

Melihat Uang.

Umumnya orang banyak uang adalah orang kaya, sedang orang yang selalu tidak punya uang bisa dikatakan Anda orang miskin. Untuk bisa jadi orang kaya, mungkin saja bisa langsung, misal mungkin dengan menerima warisan, kawin dengan orang kaya, dapat undian. Namun setelah itu, lalu apa yang terjadi lima tahun kemudian? Mungkin saja Anda akan jadi orang miskin kembali.

Banyak diantara mereka yang kaya mendadak. Namun karena mereka tidak tahu cara mengelolanya, atau melakukan investasi yang salah atau bahkan berfoya-foya ke hal-hal yang negatif. Sehingga akhirnya uang mereka hilang atau habis dan mereka kembali hidup kepada pola yang lama lagi.

Jika pertama-tama tidak kau pahami mengenai uang di kepalamu untuk bagaimana mengelolanya, maka uang tidak akan bisa melekat di tanganmu. Dan jika uang tidak bisa melekat di tanganmu, maka uang dan orang yang mempunyai uang, akan menghindar dari dirimu.

Melihat Peluang.

Cerita klasik tentang peluang dengan masalah adalah cerita tentang perusahaan sepatu yang mengirim marketing managernya ke Afrika di awal tahun 70-an.

Begitu marketing manager tersebut sampai di Afrika dan turun dari pesawat, langsung jalan-jalan keliling Afrika. Setelah itu dia kirim telex kepada atasannya, “people in Africa doesn’t wear shoes. Tidak ada peluang.”

Karena perusahaan tidak puas dengan marketing tersebut, maka dikirim marketing independen ke Afrika. Ketika marketing independen itu turun dari pesawat, langsung jalan-jalan. Kemudian kembali ke hotel untuk mengirim telex, ”People in Africa doesn’t wear shoes. Peluang fantastis.”

Jika Anda ingin berhasil dalam hal financial, Anda harus tahu perbedaan antara fakta dan opini. Banyak orang suka tertipu karena mereka tidak mengetahui faktanya. Jika Anda melihat peluang, gunakanlah fakta bukan opini. Dengan kemampuan otakmu, maka fakta-fakta tersebut engkau akan bisa menghitung angka-angkanya.

Peluang menghasilkan uang dan
Uang menghasilkan Peluang.

Mari kita lihat sekitar kita. Apapun yang kita lihat selalu menjadi peluang dan tentu akan menghasilkan uang untuk orang lain. Misalnya kita melihat mobil, ada orang yang mendapat uang karena keberadaan mobil tersebut. Apakah itu bengkel mobil, montir, tambal ban, depot bensin, tukang cuci mobil, asuransi mobil, dan tentu ada juga lowongan untuk menjadi supir dst.

Begitu juga misalnya kita melihat lampu, melihat tanaman, melihat asap, melihat air, bahkan melihat sampahpun, semua dalam level tertentu akan menjadi peluang untuk menghasilkan uang.

Tapi masih saja banyak orang yang mengatakan bahwa tidak ada peluang untuk menghasilkan uang. Begitu juga jika Engkau melihat uang, dimana dikepalamu tidak tahu bagaimana mengelola uang menjadi peluang usaha, maka uangmu dan orang yang mempunyai uang, akan pergi menjauhi dirimu.

Hal-hal apa yang membuat kita tidak bisa melihat peluang atau uang itu, karena selama ini kita belajar dari orang yang salah, seperti orang buta menuntun orang buta.

Alasan kenapa banyak orang buta secara finansial, karena mereka mendengar saran dari orang-orang yang secara mental dimana sebetulnya ia buta secara keuangan.

“Uang dan Peluang harus dilihat dengan pikiran Anda.” (Robert Kiyosaki)

Hal yang dilihat oleh mata adalah sama, dimana yang satu mengartikan uang dan peluang sebagai sesuatu yang salah, sedang yang satu lagi mengartikan uang dan peluang sebagai sesuatu yang luar biasa (berlebihan).

Uang dan peluang sebenarnya adalah sebuah konsep yang akan lebih jelas terlihat oleh pikiran daripada oleh mata. Maka untuk melihat uang dan peluang, jangan dengan mata tapi pakailah dengan kemampuan otakmu untuk mengolahnya. Untuk itu kita harus melatih otak kita.

Dan bagaimana cara melatih otak kita, Anda bisa baca pada postingan lain yang ada diblog sulitnih. Ingat pesan ini, jangan melihat uang atau peluang dengan mata, tapi dengan pikiran dan konsep sehingga menjadi begitu jelas.

Artikel Terkait :

Kenapa untuk memulai usaha itu membingungkan.

Advertisements

6 thoughts on “Dengan Apa Melihat Uang dan Peluang.”

  1. Great blog! Is your theme custom made or did you download it from
    somewhere? A design like yours with a few simple adjustements would really make my
    blog jump out. Please let me know where you got your theme.
    Appreciate it

  2. wah, inti dari artikel ini yang saya tangkap adalah bagaimana cara pandang kita memandang sesuatu itu dengan cara yang positif. Sesuatu yang dilihat dengan positif dapat menghasilkan nilai positif lainnya.
    Seperti itu!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s