penjualan

Baru Mulai Usaha Harus Fokus Pada Penjualan.

Usaha Baru Harus Fokus.

20130126-165313.jpgMemulai bisnis tidaklah menjadi sulit. Yang diperlukan adalah akal sehat dan komitmen Anda. Sehingga akhirnya lama-lama usaha menjadi semakin mudah dan menyenangkan. Salah satu akal sehat yang diperlukan adalah membangun usaha harus secara bertahap dan harus fokus. Ingat, Anda belum berpengalaman dalam dunia bisnis dan tentu juga belum mempunyai pelanggan.

Usaha bisa berjalan apabila Anda mempunyai produk dan pelanggan. Produk dan pelanggan saling berhubungan. Produk bagus tapi belum mempunyai pelanggan berarti produk itu menjadi barang pajangan Anda dietalase. Sebaliknya kenal baik dengan pembeli namun Anda tidak bisa menawarkan produk yang dibutuhkan, maka pembeli tersebut tidak akan pernah menjadi pelanggan Anda.

Maka pada awal usaha Anda harus bisa mengerahkan segala upaya untuk bisa mendapatkan produk yang layak beli dan bisa menarik sebanyak mungkin pembeli untuk menjadi pelanggan Anda.

Agar tujuan diatas dapat dicapai dalam waktu secepatnya, Anda harus fokus pada pemasaran. Pemasaran bukanlah berarti berceritera dan menjual, akan tetapi dalam arti baru yaitu memuaskan kebutuhan pelanggan. Menjual adalah bagian dari pemasaran. Penjualan adalah yang langsung membuat usaha Anda dapat bergerak maju terus. Usaha tanpa penjualan ibarat kendaraan tanpa bahan bakar diisi kembali, lama-lama akhirnya akan berhenti sendiri.

Arti kasarnya adalah bahwa produk atau Jasa yang Anda jual adalah pilihan pelanggan, bukan pilihan Anda.

Fokus yang saya maksud adalah,
Semua kegiatan usaha ditujukan untuk keberhasilan penjualan.

Dengan memperhatikan hal-hal sbb :

Tidak perlu repot-repot membuat produk.

Untuk Anda yang belum berpengalaman berwirausaha, untuk awal mulai awal usaha sebaiknya adalah usaha perdagangan. Berusaha dengan membuat produk sendiri dengan segala peralatan dan mesinnya adalah suatu usaha yang berisiko. Perhatikan dengan melakukan riset, banyak macam produk dipasaran yang dibutuhkan oleh pembeli, silahkan pelajari dan tentukan produk mana yang sesuai dengan pasar Anda dan diminati oleh banyak konsumen, dengan demikian usaha Anda mudah untuk mendapatkan pelanggan.

Jika Anda bercita-cita ingin memproduksi suatu barang sendiri, awal usaha sebaiknya dimulai dengan penjualan, Anda hanya mendesign produk, tentukan nilai serta kwalitas produk agar layak beli dan serahkan produksinya keprodusen yang sudah berpengalaman. Jika usaha sudah mulai berjalan mapan, Anda bisa berpikir untuk segera berusaha dibidang produksi dengan memiliki peralatan dan mesin produksi sendiri jika memang itu diperlukan.

Produk yang Anda jual tidak harus produk baru, yang penting produk yang Anda tawarkan mempunyai nilai beli. Biasanya produk baru sulit dijual, itu karena belum dikenal konsumen. Produk atau jasa Anda harus mampu menjawab kegelisahan dan kebutuhan pelanggan. Produk atau jasa yang Anda tawarkan sebisa mungkin mempunyai nilai tambah yang sulit ditiru oleh pesaing. Jika hal-hal tersebut Anda perhatikan dan penuhi maka ini akan mendongkrak daya saing bisnis Anda dan membuatnya menjadi sangat kuat di kemudian hari.

Agar Anda bisa fokus pada produk yang ingin Anda jual, carilah sumber-sumber produk (pembuat atau agen ) yang sudah berpengalaman dan dapat menyediakan atau memproduksi produk yang bernilai dan berkwalitas, sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pelanggan dan Anda.

Dengan tidak memproduksi sendiri, Anda tidak akan dibebani dengan permasalahan seperti :

  • Kegagalan produksi. Anda tidak perlu pusing dengan resiko gagal produksi karena belum berpengalaman memproduksi produk layak beli.
  • Investasi peralatan dan mesin. Modal usaha tidak tersedot untuk investasi mesin, serta resiko mesin kurang bermanfaat karena kesalahan pembelian peralatan dan mesin.
  • Operator, pabrik dan peralatan mesin. Anda tidak perlu sibuk dengan operator mesin, tehnisi mesin, manager produksi dan pengurus pabrik.
  • Anggaran penelitian dan pengembangan. Membengkaknya anggaran karena pemeliharaan mesin dan pabrik harus harus selalu siap beroperasi.
  • Biaya produksi yang tinggi. Seperti slogan yang berlaku sedikit produksi akan besar biaya, besar produksi akan rendah biaya.

Memperhatikan kebutuhan karyawan.

Sebelum Anda memperhatikan kebutuhan pelanggan, maka Anda harus mulai dahulu memperhatikan kebutuhan karyawan. Dengan demikian banyak hal atau pekerjaan rutin yang tidak tergantung pada Anda, dan Anda bisa mengerjakan yang lebih penting lagi. Kebutuhan dan peningkatan kemampuan karyawan seperti :

  • Memberi gaji karyawan yang layak hidup dan tetap, sehingga mereka tidak khawatir jika tidak adanya penjualan. Sehingga mereka fokus pada pekerjaannya.
  • Mengikuti kelas mengenai pengenalan produk.
  • Memberikan pengalaman langsung berbagai masalah yang dihadapi pelanggan.
  • Mendorong karyawan untuk membina hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
  • Melatih karyawan untuk tidak mendorong pelanggan membeli secara berlebihan, tetapi membantu membeli lebih banyak sedikit dari yang diperkirakan.

Kenalilah kebutuhan dan permintaan Pelanggan.

Sebelum memulai usaha, Anda harus sudah bisa memperkirakan dengan benar (hasil survey) siapa pelanggan atau orang yang bersedia membayar produk atau jasa Anda. Serta Anda sudah memperhitungkan daya beli pelanggan Anda sehingga bersedia membayar dengan harga yang Anda tawarkan. Pastikan sebelum memproduksi atau menyediakan produk atau jasa, Anda memang benar-benar tahu persis bahwa Anda kenal dan tahu betul kebutuhan dan permintaan calon pelanggan.

Pelanggan adalah orang yang memerlukan dan membutuhkan produk atau jasa yang Anda tawarkan. Sebaik apapun yang Anda tawarkan bila pelanggan tidak bersedia membeli atau membayar, maka produk itu menjadi tidak ada artinya dalam dunia bisnis.

Tingkatkan kepuasan pelanggan.

Pelanggan yang merasa puas dengan produk dan layanan yang anda berikan, maka itulah asset berharga dalam bisnis baru yang sedang Anda bangun.

Tanggapi keluhan pelanggan, bantu masalahnya, tepati janji penyelesaiaan pekerjaannya dan buat pelanggan nyaman untuk menyampaikan ketidak puasan terhadap usaha baru anda. Dengan terpuaskannya satu pelanggan maka dia akan mereferensikan usaha anda kepada orang lain. Jika hal-hal tersebut Anda perhatikan dan penuhi maka ini akan mendongkrak daya saing usaha Anda dan membuatnya menjadi sangat kuat di kemudian hari.

Jadi usaha baru harus terus fokus kepada kepuasan pelanggan dan tidak tergoda dengan keuntungan yang sesaat yang bisa menghancurkan usaha anda dengan segera.

Mewujudkan cara-cara Pemasaran.

Begitu Anda memulai usaha apakah sebagai produsen, sebagai penjual atau kedua duanya, usaha kecil atau usaha besar Anda harus secepatnya mencari dan mempunyai pelanggan yang segera bisa membeli produk atau memanfaatkan jasa Anda. Anda harus melakukan pemasaran. Pemasaran bukan hanya menjual dan promosi. Menjual adalah bagian utama dari pemasaran. Pemasaran yang baik akan menghasilkan penjualan dan penjualan akan menghasilkan perputaran roda usaha.

Itulah sebabnya sebagian besar upaya dari pemilik usaha didunia ini adalah selalu memikirkan cara-cara pemasaran. Dari sebagian besar upaya itu, sebagiannya lagi difokuskan pada cara-cara menjualan produk dan uang pelanggan untuk membeli.

Penjualan adalah yang langsung membuat usaha Anda dapat bergerak maju terus. Usaha tanpa penjualan ibarat kendaraan tanpa bahan bakar diisi kembali, lama-lama kendaraan itu akhirnya akan berhenti sendiri.

Fungsi Pemasaran.

Fungsi ini tergantung pada macam produk dan kebiasaan dalam perdagangan, adapun fungsi pemasaran pada umumnya yang menjadi perhatian Anda adalah :

  • Penjualan merupakan fungsi yang paling penting dalam pemasaran karena menjadi tulang punggung kegiatan untuk mencapai pasar yang dituju.
  • Pembelian bertujuan memilih barang-barang yang dibeli dari produsen atau agen untuk dijual kembali ke pelanggan atau digunakan oleh perusahaan. Dengan memperhatikan harga, pelayanan dari penjual dan kualitas dari produk tertentu, serta ketepatan distribusi sampai ketempat usaha.
  • Pengangkutan atau distribusi merupakan fungsi pemindahan barang dari tempat barang dihasilkan atau gudang atau tempat penyimpanan ketempat barang dikonsumsi.
  • Penyimpanan merupakan fungsi penempatan barang-barang pada saat barang selesai diproduksi (beli) sampai pada saat barang dikonsumsikan atau dijual.

Sukses Dan Gagalnya Produk Baru.

Produk baru, khususnya produk inovasi (bukan meniru) mengandung resiko tinggi. Perusahaan Coco-Cola membuat minuman baru New Coke, bir LA dengan kandungan alkohol rendah, detergent Clorox, dan rokok tanpa asap Premier, mereka mengalami kerugian besar. Begitu juga perusahaan besar Ford rugi besar dengan mobil Edsel, RCA rugi dengan produk video Selectac Vision dan masih banyak lagi gagalnya produk baru. Hasil penelitian tingkat kegagalan barang konsumen dalam kemesan baru mencapai 80 persen, dan kira-kira 33 persen produk industri baru gagal pada saat peluncuran.

Ditokoku, sampai sekarang masih menyimpan beberapa produk baru pada sepuluh tahun yang lalu dari perusahaan terkenal. Namun sampai sekarang produk tersebut belum juga diminati pelanggan. Padahal waktu itu produk tersebut mempunyai promosi yang baik, kwalitas produk yang baik dan mempunyai harga bersaing. Karena ter-bujukrayu oleh saleman perusahaan tersebut saya mencoba menjualnya.

Namun kenyataannya tetaplah pelanggan yang menentukan pilihannya. Perhatikan itu, produk baru belum tentu menjadi pilihan banyak konsumen.

Begitu tingginya tingkat kegagalan produk baru, maka perlu dipahami beberapa alasan bahwa produk dapat mengalami kegagalan karena :

  1. Walaupun gagasan mungkin sudah baik, namun terlalu besar dalam mengukur pasar.
  2. Produk-produk tersebut dibuat tidak sebaik rancangan yang seharusnya.
  3. Harga yang dipasang terlalu tinggi.
  4. Salah diposisikan dipasar.
  5. Biaya pengembangan produk lebih tinggi dari yang diperkirakan.
  6. Pesaing menyerang balik lebih keras dari yang diperkirakan.
  7. Pemilik usaha memaksa gagasan favoritnya walaupun hasil riset pemasaran adalah jelek.
  8. Produk-produk tersebut tidak dikembangkan dan di uji dengan baik.
  9. Pengemasan yang buruk atau kwalitas barang dibawah standar umum.
  10. Kurangnya dukungan promosi atau distribusi.
  11. Tidak mampu memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen.

Dari hasil penelitian 200 produk baru yang dipasarkan, ternyata ditemukan adanya faktor-faktor utama yang menyebabkan suatu produk baru bisa sukses dan faktor-faktor itu tidak ditemukan dalam produk yang gagal. Faktor-faktor utama itu adalah :

  • Merupakan produk superior unik, yaitu bermutu tinggi, mempunyai sifat-sifat baru dan nilai penggunaan yang tinggi.
  • Konsep produk yang ditentukan dengan baik sebelum dikembangkan. Perusahaan dengan hati-hati menetapkan dan menilai ulang pasar sasaran, kebutuhan produk, manfaat sebelum melangkah lebih jauh.
  • Secara keseluruhan, menciptakan produk sukses, sebuah usaha harus memahami konsumennya, pasarnya, dan pesaingnya serta mengembangkan produk yang memberikan nilai superior kepada pelanggan.

Dari pengalaman saya pada awal berwiraswasta baik dalam bidang pertanian, peternakan, ataupun pabrik, sulit sepertinya jika kita yang belum berpengalaman berwirausaha, dalam waktu bersamaan harus memikirkan dan menjalankan semua aktivitas usaha mulai dari menyediakan bahan baku, mesin produksi, melakukan produksi, menghasilkan produk yang bernilai dan berkwalitas, melakukan aktivitas pemasaran, distribusi barang dan berakhir pada penjualan kepada pembeli akhir.

Akibat tidak bisa fokus dalam menghadapi dan menyelesaikan tantangan dan permasalahan dari semua aktivitas usaha tersebut. Produk dan pelanggan yang Anda harapkan, untuk menjadi andalan usaha tidak pernah bisa terwujud. Sedangkan modal semakin tipis dan habis untuk biaya operasi usaha serta gaji karyawan. Dengan kondisi usaha seperti itu tentunya lama kelamaan usaha akan menjadi bangkrut dengan sendirinya. Sebagai pengusaha baru.. Hindari itu.

Sekarang saya senang dengan tokoku. Tokoku menyediakan banyak produk keperluan rumah tangga khususnya peralatan listrik, sanitari, pipa, dan banyak lagi. Semua produk saya datangi dari agen, saya tidak perlu risau lagi dengan produksi dan saya bisa fokus dengan pemasaran. Barang yang belum tersedia dan dibutuhkan pelanggan, kami tinggal telpon ke agen. Jika tidak ada disatu agen, saya telpon keagen lainnya. Sayang ukuran tokoku tidak besar, kalau tempatnya besar, jika Anda perlu apapun, tentu akan saya usahakan untuk menghubungi agen-agenku.

Advertisements

7 thoughts on “Baru Mulai Usaha Harus Fokus Pada Penjualan.”

  1. wah terima kasih gan. SUngguh bermamfaat Kajiannya.
    Kegagalan usahawan baru biasanya terletak pada Hal ini. Tidak fokus pada usahanya, Pelanggan dan Pangsa Pasarnya sehingga kerap kali menyebabkan kegagalan diawal usaha.

    Riset memang perlu dan menjadi senjata awal diawal usaha kita. Itu menurut saya.

    Mohon Bimbingannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s