Ingin Usaha Tetap Berhasil ? Perhatikan Lingkungan Pemasaran.

Sorotan Pemasaran Oleh Philip Kotler.
Bersama :

Sulit Memulai Usaha.

Lingkungan Pemasaran

dan

Kecenderungan Budaya
Menurut Popcorn.

Perubahan adalah Peluang dan Ancaman bagi Pemasaran.

Untuk mengembangkan dan mempertahankan hubungan baik dengan para pelanggan sasaran, pengalaman saya sebagai seorang pemasar atau pemilik usaha tidak dapat bekerja sendiri. Banyak faktor dan kekuatan diluar bagian pemasaran, yang bisa mempengaruhi kemampuan management pemasaran untuk mengembangkan dan mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan sasaran.

Perusahaan yang berhasil adalah perusahaan yang selalu mengawasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan yang selalu berubah.

Untuk menambah wawasan kita bersama, cuplikan Sorotan Pemasaran Oleh Philip Kotler akan memberi gambaran seberapa besar pengaruh lingkungan pemasaran terhadap rencana usaha atau keputusan bisnis Anda sebagai pemilik usaha atau pemasar.

Semua bisnis beroperasi dalam lingkungan pemasaran. Akibatnya perubahan lingkungan pemasaran bisa juga memberikan peluang dan bisa juga memberikan ancaman. Sayangnya banyak sekali pelaku usaha yang tidak memandang perubahan sebagai peluang atau ancaman. Perusahaan besar seperti General Motor, IBM, dan Sears pernah menghadapi krisis karena mereka terlalu lama mengabaikan perubahan lingkungan.

Sebagai pemasar seharusnya menghabiskan waktunya lebih lama diantara lingkungan pelanggan dan pesaing. Pemasar harus mempunyai dua buah kemampuan khusus. Mereka harus mempunyai metode disiplin intelijen pemasaran dan riset pemasaran, tujuannya untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai kejadian dan perubahan lingkungan pemasaran.

Lingkungan pemasaran terdiri dari semua aktor dan kekuatan yang mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk melakukan transaksi secara efektif dengan pasar sasaran.

Lingkungan ini dapat dibagi menjadi lingkungan mikro dan lingkungan makro.

  1. Lingkungan micro perusahaan terdiri dari berbagai kekuatan dekat dengan perusahaan yang mempengaruhi kemampuannya untuk melayani pelanggannya, perusahaan, pemasok, perusahaan saluran pemasaran, pasar pelanggan, pesaing dan masyarakat. Tugas manajemen pemasaran adalah menarik dan membina hubungan dengan pelanggan dengan cara menciptakan nilai bagi pelanggan dan kepuasan pelanggan. Pemasar tidak dapat bekerja sendiri, keberhasilan tergantung dari aktor-aktor yang lain yang berada dalam lingkungan micro perusahaan.
  2. Lingkungan macro perusahaan terdiri dari kekuatan ekonomi, alam, teknologi, politik dan budaya. Mereka merupakan kekuatan lingkungan lebih luas yang membentuk peluang dan dapat menampilkan ancaman kepada perusahaan dan tentu dapat berdampak terhadap rencana perusahaan.

Pengaruh Lingkungan Budaya.

Lingkungan budaya merupakan kelompok masyarakat yang terdiri dari lembaga dan kekuatan-kekuatan lain yang mempengaruhi nilai-nilai dasar, persepsi, pilihan, dan tingkah laku yang dianut masyarakat. Manusia dibesarkan dalam masyarakat tertentu yang membentuk keyakinan dan nilai-nilai dasar. Mereka menyerap pandangan dunia yang menetapkan hubungan mereka dengan orang lain. Dan itu semua menimbulkan pergeseran budaya. Pergeseran budaya tentu secara perlahan mengakibatkan terjadinya perubahan lingkungan pemasaran, dan tentu juga dapat mempengaruhi Anda dalam pengambilan keputusan pemasaran.

Kecenderungan Budaya Menurut Popcorn.

Pemasar atau pengusaha wiraswasta seharusnya dapat mencermati dan mengikuti kecenderungan budaya. Hal ini disadari atau tidak kecenderungan budaya dapat menjadi ancaman atau bisa menjadi suatu peluang. Dibawah ini adalah hasil indentifikasi dari Faith Popcorn dan para mitranya mengenai kecenderungan budaya. Walaupun tulisan Popcorn adalah hal-hal yang akan mempengaruhi konsumen A.S. Namun dari beberapa hal (budaya umum) yang menjadi kecenderungan di A.S bisa saja satu atau dua hal menjadi hal kecenderungan juga dinegara manapun termasuk di Indonesia. Apakah Anda sebagai pelaku usaha mandiri siap menghadapi perubahan ?.

Pemasar harus mengikuti kecenderungan budaya, agar dapat menyadari peluang atau ancaman pemasaran yang baru. Seperti, Banyak Eksekutif Keluar dari Pekerjaan atau Gaya Hidup Seperti Kepompong.

Ahli masa depan Faith Popcorn yang mengelola BrainReserve, sebuah perusahaan konsultan pemasaran yang memantau kecenderungan budaya dan memberi saran kepada perusahaan seperti AT&T, Citibank, Black & Decker, Hotman-La Roche, Nissan, Rubbermaid, dan banyak perusahaan lain mengenai bagaimana kecenderungan ini akan mempengaruhi pemasaran dan keputusan bisnis yang lain.

Menggunakan perkiraan mengenai kecenderungan, BrainReserve menawarkan beberapa jasa :

  • BrainJam menghasilkan ide produk baru bagi klien.
  • BrainRenewel berusaha untuk mengembuskan napas baru pada merk yang mulai layu.
  • FutureFocus mengembangkan strategi dan konsep pemasaran yang menciptakan keunggulan bersaing jangka panjang.
  • TrendBank adalah basis data berisi hasil pemantauan budaya dan informasi hasil wawancara konsumen .
  • Popcorn dan para mitranya mengindentifikasi sepuluh kecenderungan budaya yang mempengaruhi konsumen A.S. :

    1. Keluar dari pekerjaan.
      Orang keluar dari pekerjaan karena mereka berpendapat bahwa stres yang mereka pikul tidak lagi berimbang. Mereka berusaha bernostalgia dengan kembali ke nilai-nilai dikota kecil, mencari udara bersih, sekolah yang lebih aman, dan tetangga yang berbicara polos.
    2. Hidup Seperti Kepompong :
      Dorongan untuk tinggal dalam rumah, ketika lingkungan diluar rumah menjadi terlalu keras dan menakutkan. Lebih banyak orang mengubah rumah mereka menjadi sarang : mengatur ulang dekorasi rumah, menghabiskan waktu dengan menonton TV, memesan barang dari katalog, dan menggunakan mesin penjawab telpon untuk menghindari penelpon tidak dikenal. Sebagai reaksi dari meningkatnya kriminal dan masalah sosial yang lain. Dan Orang kepompong yang masih bisa bersosialisasi, mereka membentuk kelompok kecil untuk sering bertemu atau berpesta diruang besar.
    3. Semakin Muda :
      Tendesi untuk bertindak dan merasa lebih muda ketimbang umur sebenarnya seseorang. Orang tua yang lebih sering mengenakan pakaian anak muda, sering mencat rambut, dan menjalani operasi plastik atas wajahnya, mereka bercanda dan bertindak yang menurut anggapan masa lalu, tidak pantas untuk kelompok seumur itu, membeli mainan yang biasanya untuk orang remaja dewasa, berkemah dan berlibur yang bersifat petualangan.

      Pemasar harus membuka peluang dengan menyesuaikan promosi, bukan hanya untuk bisa dipakai dalam kelas yang seperti biasanya kaum remaja, tetapi dengan bisa menjangkau pelanggan yang usianya lebih tua lagi dan tentunya yang eksklusive.

    4. Egonomik :
      Keinginan untuk mengembangkan individualitas agar dipandang dan diperlakukan berbeda dari orang lain. Ini bukan perjalanan ego, melainkan hanya keinginan untuk membedakan seseorang dari orang lain lewat kepemilikan dan pengalaman. Berlangganan majalah dibidang yang amat khusus, bergabung dengan kelompok kecil dengan misi yang sempit.

      Egonomik membuka peluang bagi para pemasar untuk berhasil menawarkan barang atau jasa yang telah disesuaikan dengan pengalaman.

    5. Petualangan Fantasi :
      Kebutuhan untuk menemukan kebebasan emosional guna melupakan tugas rutin sehari-hari. Orang mungkin mencari liburan, makan makanan eksotik, mengunjungi taman fantasi atau mendekorasi ulang rumah mereka dengan gaya Santa Fe.

      Bagi para pemasar, ini adalah peluang untuk menciptakan produk dan jasa fantasi baru, atau untuk menambah sentuhan fantasi pada produk dan jasa yang sudah ada sekarang.

    6. Hidup 99 :
      Kea daan tanpa harapan pada orang yang harus bergumul pada berbagai peran dan tanggung jawab. Sebagai contoh adalah “Ibu Super” yang harus bekerja purna waktu disamping mengatur rumah dan anak-anak. Manusia sekarang seperti kekurangan waktu. Mereka berusaha untuk menghindari tekanan waktu dengan menggunakan mesin fax dan telepon mobil, makan di rumah-makan siap saji.

      Pemasar dapat memenuhi kebutuhan ini dengan menciptakan perusahaan pemasar kelompok jasa serba ada disatu tempat seperti Video Town Launderrete sebagai tambahan dari fasilitas binatu, menyediakan tempat untuk menggelapkan kulit, sepeda untuk olah raga, mesin foto copy dan fax, serta 6000 judul video yang dapat disewa.

    7. S.O.S (save Our Society) :
      Akibat jumlah manusia yang terus bertambah, perlu adanya dorongan untuk membuat masyarakat lebih memiliki tanggung jawab sosial terutama pada pendidikan, etika, dan lingkungan. Orang bergabung dalam kelompok untuk mempromosikan agar perusahaan dan warga negara yang lebih memikul tanggung jawab sosial.

      Respon paling baik dari pemasaran adalah mendesak perusahaan mereka sendiri untuk lebih mempraktikkan pemasaran yang bertanggung jawab sosial.

    8. Kesenangan Kecil :
      Suatu kebutuhan dari konsumen yang ingin keluar dari stres untuk sekali-kali memuaskan diri secara emosional. Seorang konsumen mungkin tidak bisa mengikuti liburan dua minggu ke Eropa, tetapi sebagai gantinya dia mungkin dapat berakhir pekan di New Orleans. Dia mungkin mengkonsumsi makanan sehat sepanjang minggu , kemudian melahap semangkuk besar es krim Haagen-Dash superpremium diakhir minggu.

      Pemasar sebaiknya mewaspadai cara-cara konsumen merasa tercabut dan mencari peluang untuk menawarkan kesenangan kecil yang menawarkan dan memberikan kepuasan emosional.

    9. Tetap Bertahan Hidup :
      Dorongan untuk tetap hidup lebih lama dan bermutu. Selama ini orang mengetahui bahwa gaya hidup mereka dapat membunuh diri mereka sendiri. Makan makanan keliru, merokok, menghirup udara kotor, menggunakan obat terlarang. Mereka semakin bertanggung jawab atas kesehatan sendiri dan memilih makanan yang sehat, olah raga lebih teratur, dan lebih sering bersantai.

      Pemasar dapat memenuhi kebutuhan ini dengan merancang produk dan jasa yang lebih bagi konsumen.

    10. Konsumen yang Awas :
      Konsumen adalah mereka yang tidak dapat lagi mentoleransi produk bermutu rendan dan jasa yang jelek. Mereka ingin perusahaan lebih sadar dan lebih tanggap. Mereka ingin perusahaan mobil menarik kembali “mobil brengsek” dan mengembalikan uangnya. Mereka berlangganan National Boycott News dan Consumer Reports, bergabung dengan MADD (Mother Againts Drunk Driving), membeli produk hijau, dan mencari daftar perusahaan baik serta perusahaan buruk.

      Pemasar harus menyadarkan perusahaannya untuk lebih memperhatikan konsumen ini, lebih bertanggung jawab atas produk dan jasa yang dijual.

    Artikel Terkait :
    Artikel Strategi Marketing Lainnya

    Sumber : ringkasan ini diambil dari berbagai bagian buku Faith Popcorn Berjudul The Popcorn Report (New York : Harper Bisnis, 1992)

    Advertisements

    348 thoughts on “Ingin Usaha Tetap Berhasil ? Perhatikan Lingkungan Pemasaran.”

    1. I think this is one of the most important info for me. And i’m glad reading your article. But wanna remark on some general things, The web site style is ideal, the articles is really great : D. Good job, cheers|

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s