Harga Strategi Produk Baru.

Sulit Memulai Usaha.

Bagaimana Teknik Sulit Cara Buat Masalah Usaha Bisnis Jual Beli Buy Sell How To Strategi Harga Produk Baru.

Strategi Penetapan Harga Produk Baru.

strategi harga produk baruBanyak dari pengusaha kecil yang bergerak sebagai produsen, sering menghadapai kesulitan dalam menetapkan harga produk baru. Selain kesulitan mendapatkan informasi pasar untuk produk sejenis maupun pesaing, pengusaha juga kesulitan memilih strategi yang tepat dalam menetapkan harga awal produk baru, terutama pengusaha baru untuk memulai usaha. Dan kami juga mengalami kesulitan pada waktu pertama kali memulai usaha, dalam memilih strategi untuk penetapan harga produk baru.

Sebelumnya sudah dibahas di web ini, bagaimana pendekatan secara umum dalam penetapan harga : Pendekatan Umum Penetapan Harga.

Bukan hanya pengusaha kecil, perusahaan besar juga akan menghadapi resiko besar, jika salah mengambil strategi dalam penetapan awal harga produk baru. Sebelum menentukan strategi, perhatikan dahulu beberapa hal dibawah ini, khususnya bagi pengusaha pemula.

Agar produk baru dapat merebut posisi dipasaran :

  • Kondisi mutu dan harga yang bagaimana yang menjadi sasaran pemasaran untuk produk baru. Sehingga tahu siapa pesaing Anda.
  • Pastikan produk Anda sudah melewati masa percobaan produksi. Sehingga modal dan kwalitas sesuai perencanaan pemasaran.
  • Apabila produk baru yang dibuat adalah produk tiruan, perhatikan terhadap biaya lisensi. Sehingga tidak ada tuntutan hukum dikemudian hari.
  • Jika produk baru merupakan produk inovatif, lakukan langkah hukum untuk mendapatkan hak paten. Sehingga tidak mudah ditiru oleh pesaing.
  • Jika produksi massal, biaya produksi dan distribusi harus bisa lebih rendah lagi. Sehingga harga produk dipasaran bisa lebih murah lagi dan pertumbuhan pasar lebih besar.
  • Jika produksi terbatas, usahakan biaya produksi dan transfortasi tidak terlalu tinggi, sehingga pesaing sulit untuk memproduksi barang sejenis, karena memang harga sudah tinggi.
  • Memperhatikan daya tarik masyarakat secara ekonomi dan manfaat terhadap produk baru tersebut. Sehingga perusahaan dapat “meraup” keuntungan yang sebesar-besarnya pada setiap lapis pasar.
  • Untuk merebut posisi di pasaran, selain masalah harga dan mutu produk, untuk produk baru pembeli juga mengharapkan ada pelayanan after sales yang baik, yang dikemas pada saat penjualan.

Bila Anda sebagai pengusaha tidak memperhatikan hal-hal diatas, maka dari pengalaman saya berwiraswasta, keunggulan harga dan mutu produk Anda mungkin hanya bersifat sementara. Dan itu berarti keuntungan Anda dari produk baru belum memadai.

Memahami bagaimana strategi perusahaan besar.

Sebagai hasil dari penelusuran bacaan yang ada, khususnya dari buku dasar-dasar pemasaran oleh Philip Kotler, ada beberapa catatan yang bisa kita ambil untuk memahami bagaimana strategi perusahaan besar dalam menghadapi tantangan awal dalam menetapkan harga produk baru.

Pada intinya strategi penetapan harga pada akhirnya akan mengikuti perkembangan pasar. Namun menetapkan strategi awal pertama kali dalam menetapkan harga, tidak hanya pengusaha kecil saja yang akan menghadapi tantangan tersebut, perusahaan besar juga menghadapi problem yang sama.

Dalam menentukan strategi penetapan harga , kita harus bisa membedakan bentuk atau kriteria dari produk baru tersebut apakah tergolong :

  1. Produk baru yang meniru produk yang sudah ada.
  2. Produk baru yang inovatif yang mempunyai hak paten.

Produk baru yang meniru produk yang sudah ada.

Masalah untuk produk baru tiruan (hampir sama) adalah bagaimana kita bisa memposisikan produk baru tersebut diantara produk-produk yang sudah beredar dipasaran sebelumnya. Perusahaan harus bisa memposisikan produk baru tersebut terhadap produk pesaing dengan memperhatikan masalah “mutu dan harga” produk.

Strategi penetapan harga premium.

Pertama, perusahaan mungkin memutuskan untuk menggunakan strategi penetapan harga premium. Yaitu menghasilkan produk yang lebih bermutu tinggi dan memasang harga paling tinggi.

Namun perlu diperhatikan pula bahwa ada suatu strategi nilai-baik, suatu cara yang dipakai untuk menyerang produk dengan harga premium. Seperti kata-kata “Kami mempunyai mutu tinggi, namun harga kami lebih hemat “. Bila hal ini benar dan pembeli yang peka terhadap mutu, dan bisa percaya dengan nilai-baik dari barang yang ditawarkan itu. Maka mereka akan membelinya dan menghemat uang.

Kecuali apabila barang premium tersebut membuat status untuk pembeli akan lebih tinggi dan lebih bergengsi, maka masyarakat tidak akan terpengaruh dengan produk yang ditawarkan, walaupun dengan harga lebih rendah.

Begitu juga untuk jangka panjang, harga premium yang terlalu tinggi karena mutu yang tinggi, namun lama kelamaan akan menyebabkan pelanggan merasa “diperas” dan akan menyampaikan keluhan tersebut kepada orang lain. Jadi untuk jangka panjang strategi dengan harga terlalu tinggi harus dihindari.

Strategi penetapan harga ekonomi.

Kedua, perusahaan mungkin memutuskan menggunakan strategi penetapan harga ekonomi. Menghasilkan barang bermutu rendah dan memasang harga rendah.

Strategi ini dapat berjalan jika dipasar yang sama terdapat paling sedikit ada dua kelompok pembeli, yaitu kelompok pembeli yang mencari mutu dan kelompok pembeli yang mencari harga rendah. Seperti dicontohkan oleh Rolex menawarkan jam tangan bermutu amat tinggi dengan harga amat tinggi, dan Timex menawarkan jam tangan dengan mutu lebih rendah dengan harga yang lebih terjangkau.

Produk baru yang inovatif yang dilindungi hak paten.

Perusahaan yang akan meluncurkan produk inovatif yang dilindungi hak paten, untuk menghadapi tantangan mengenai penetapan harga untuk pertama kalinya bisa memilih dari dua strategi yaitu :

  1. Penetapan harga untuk meraup pasar kelas atas.
  2. Penetapan harga untuk penetrasi pasar.

Penetapan harga untuk meraup pasar.

Namanya juga produk inovatif, tentu produk ini diharapkan merupakan produk unggulan yang belum mempunyai pesaing. Oleh karenanya banyak perusahaan yang menemukan (menciptakan) produk baru inovatif pada awalnya menetapkan harga tinggi untuk “meraup” keuntungan yang sebesar-besarnya pada setiap lapis pasar.

Ketika Intel pertama kali memperkenalkan Chip komputer baru, mengingat manfaat yang dapat diberikan oleh Chip ini yang melebihi pesaingnya, maka Intel menetapkan harga setinggi mungkin. Pada saat penjualan awal menurun dan pesaing lain memperkenalkan produk serupa sebagai saingannya. Intel menurunkan harga untuk menarik lapis pelanggan berikutnya yang peka terhadap harga.

Setelah masa perkenalan awal produk telah lewat, Intel melakukan pemotongan harga sebesar 30% pertahun. Hingga akhinya harga dapat turun sampai kisaran harga biasa bagi pemakai perorangan. Dengan cara ini, Intel meraup jumlah pendapatan maksimum dari berbagai segmen pasar.

Meraup pasar hanya masuk akal jika :

  • Mutu dan citra produk harus mendukung harga yang lebih tinggi, dan cukup banyak pelanggan yang bersedia membeli produk tadi dengan harga yang ditawarkan.
  • Biaya untuk memproduksi dalam volume lebih kecil tidak boleh terlalu tinggi, sehingga dapat menghapus keuntungan menaikan harga. Dengan mampu menekan biaya untuk volume produksi kecil, pesaing sulit untuk memasuki pasar dan memotong harga yang memang tinggi.

Penetapan harga untuk penetrasi pasar.

Cara lain sebagai pengganti cara meraup pasar dengan harga tinggi pada segmen pasar yang kecil adalah Penetapan Harga Penetrasi Pasar. Cara ini cepat dan dalam sehingga bisa menguntungkan, karena harga awal yang rendah bisa menarik pembeli dalam jumlah besar dan meraih pangsa pasar yang besar.

Volume penjualan yang besar menyebabkan turunnya biaya, sehingga harga dapat diturunkan lebih jauh. Misalnya, Dell dan Gateway menggunakan penetapan harga penetrasi untuk menjual produk komputer bermutu tinggi lewat saluran pos berbiaya rendah. Penjualan mereka melejit ketika IBM, Compaq, Aplle, dan pesaing lain yang menjual lewat toko eceran tidak dapat bersaing dalam harga.

Begitu juga Home Depot, Wal-Mart, dan banyak pengecer lain menggunakan penetapan harga penetrasi. Memasang harga rendah, volume penjualan naik tinggi. Volume tinggi menyebabkan biaya rendah, sehingga membuat mereka bisa mempertahankan harga rendah.

Beberapa kondisi menguntungkan penetapan harga rendah :

  • Pertama, pasar harus amat peka terhadap harga, sehingga harga rendah menyebabkan pertumbuhan pasar lebih besar.
  • Kedua, biaya produksi dan distribusi harus turun, kalau volume penjualan naik.

Akhirnya , harga rendah harus bisa membantu mencegah masuknya pesaing. Bila tidak demikian keunggulan harga mungkin hanya bersifat sementara. Misal, Dell dan Gateway menghadapi masa-masa sulit ketika IBM dan Compaq telah mendirikan distribusi langsung milik sendiri.

Advertisements

6 thoughts on “Harga Strategi Produk Baru.”

  1. Hello just wanted to give you a quick heads up. The words in your article seem to be running off the screen in Internet explorer.
    I’m not sure if this is a formatting issue or something to do with internet browser compatibility but I figured I’d post to let
    you know. The design and style look great though!

    Hope you get the problem solved soon. Many thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s