Mengalokasikan Modal Usaha Sendiri.

Alokasi Modal Usaha, Mengelola Modal, Cashflow dan Kepercayaan.

20121127-155216.jpgKehabisan modal dalam usaha mandiri, seringkali disebabkan adanya kesalahan dalam mengelola modal, cashflow yang tidak baik, serta tidak menjaga kepercayaan mitra usaha. Hal lain bisa juga disebabkan tercampurnya keuangan rumah tangga dengan keuangan bisnis.

Jika Anda mempunyai kekayaan, baik itu dari hasil menabung, penjualan asset pribadi, atau mendapat warisan, dimana kekayaan tersebut akan digunakan untuk usaha. Maka diperlukan perencanaan keuangan yang matang, baru nanti disusul dengan perencanaan usaha. Semua itu, memerlukan waktu dan ke hati-hatian. Mengelola resiko lebih awal akan membuat anda akan merasa lebih aman dan nyaman, sehingga berpikir bisa lebih positip.

Saya sudah berkali-kali mengalami kegagalan bisnis, walaupun modal kekayaan saya tidak banyak. Modal kekayaan saya berasal uang tabungan dan uang pesangon. Untungnya saya masih bisa bangun kembali untuk memulai bisnis baru.

Koncinya terletak pada bagaimana cara saya mengalokasikan kekayaan yang ada kedalam beberapa tempat. Cara ini relative, tergantung dari mana kekayaan itu Anda dapat. Semakin sulit Anda mendapakan kekayaan tersebut, Anda harus semakin lebih hati-hati berencana. Mungkin bisnis ini adalah kesempatan Anda untuk mengatasi permasalahan keuangan Anda. Bukan untuk menambah permasalahan kehidupan Anda.

Beberapa pos terpenting yang harus diperhatikan yaitu :

  1. Pos Cadangan Keluarga.

    Alokasi untuk melunasi hutang.
    Alokasi untuk biaya hidup sehari-hari.
    Alokasi untuk cadangan keluarga berikutnya.

  2. Pos Modal Usaha.

    Alokasi untuk prasarana dan sarana.
    Alokasi untuk pengadaan barang.
    Alokasi untuk dana cadangan usaha.
    Alokasi untuk kas.

Pengaturan alokasi tidak ada aturan, semakin besar kekayaan semakin mudah pengalokasian, semakin kecil kekayaan tentunya semakin tidak mudah atau sulit atau tidak masuk akal. Jika sudah tergolong sulit atau tidak masuk akal, artinya untuk sementara rencana usaha distop untuk menunggu penambahan modal.

Jika membuka usaha hanya sebagai pekerjaan sampingan maka pengalokasian kekayaan ini akan jadi lebih mudah. Walaupun begitu mudah, beberapa poin dari pengalokasian kekayaan tetap membutuhkan managemen yang serius.

Pos Cadangan Keluarga

Tujuan dari perlunya cadangan keluarga ini adalah agar ada jaminan keamanan financial terhadap keluarga selama menjalani bisnis. Bisnis baru, umumnya awal beroperasi belum bisa diharapkan hasilnya. Sedangkan Anda dan keluarga perlu biaya hidup.

  • Alokasikan sebagian besar kekayaan anda untuk pos ini, mungkin bisa lebih dari separuh dari kekayaan Anda.
  • Lunasi hutang seperti kartu kredit, hutang berbunga besar, kalau perlu dijadwal ulang. Kecuali untuk hutang yang diberikan kebebasan sementara waktu untuk melunasi. Namun harus dipertimbangan lagi apakah bisnis ini akan memperbesar atau memperkecil hutang Anda.
  • Alokasi untuk biaya hidup sehari-hari relative besarannya, perhitungannya adalah untuk jangka waktu 6 – 12 bulan kedepan. Jarang sekali bisnis yang hasilnya bisa langsung dinikmati.
  • Alokasi Cadangan Keluarga Berikutnya penting, jangan sampai usaha tidak jalan, tapi hidup anda tanpa lebih parah. Ingat bisnis pertama Anda adalah seperti bersekolah. Dengan adanya cadangan ini anda masih punya kesempatan lagi memperbaiki kesalahan-kesalahan dalam berbisnis.

Pos Modal Usaha.

Pada awalnya, besar atau kecilnya suatu usaha tergantung pada modal Anda. Namun Anda jangan berkecil hati jika bisnis Anda tergolong usaha kecil. Itu adalah kemampuan modal Anda dan itu hanya baru awal permulaan dari suatu bisnis. Tujuan alokasi Modal Usaha adalah agar sisa kekayaan yang akan digunakan untuk memulai usaha, adalah benar-benar untuk bisa menjamin kelancaran usaha kedepan dalam rangka mengatasi permasalahan yang timbul.

  • Alokasikanlah seperlunya untuk Prasarana dan Sarana. Prinsip hemat dan sederhana diutamakan, apalagi kalau Anda belum mempunyai pengalaman usaha. Gunakan sebanyak mungkin fasilitas yang sudah anda miliki dirumah tanpa harus membeli yang baru. Tujuan kebutuhan Prasarana dan Sarana adalah untuk kelancaran operasi usaha, bukan untuk mengatasi kesusahan dan ketidak nyamanan anda, itu adalah prioritas berikutnya.
  • Alokasi untuk pengadaan Produk Usaha, jika anda bergerak didalam Bidang Jasa, bisa saja modal tersebut untuk menambah keterampilan atau penampilan, tentu agar jasa anda mempunyai nilai lebih dari pesaing. Namun ingat, modal ini tidak boleh sepenuhnya digunakan, tetap harus ada sisa dalam bentuk kas. Anda tentu perlu pengalaman dulu dalam pengadaan produk tersebut. Khususnya produk yang cepat rusak, tidak tahan lama, perlu biaya perawatan atau perlu tip-tip tertentu yang harus perlu penyesuaian. Sehingga modal yang tersisa dalam kas pengadaan barang masih bisa untuk memperbaiki, merawat atau mengganti produk yang tidak bisa dijual.

Jangan lupa untuk mencatat segala sesuatunya terutama uang masuk dan uang keluar dalam buku catatan keuangan yang sederhana dan mudah dimengerti sehingga Anda tidak kesulitan menjalankannya. Penting sekali menjalankan usaha secara tertib dan membuat laporan keuangan secara rutin, rapi, teratur dan sistematis akan sangat membantu Anda untuk melakukan monitoring terhadap perkembangan usaha. Catatan keuangan usaha harus terpisah dengan catatan keuangan urusan rumah tangga.

Dengan melakukan casflow yang baik, bukan saja mempermudah dalam menjalankan usaha. Cashflow yang baik akan membantu menambah kepercayaan mitra usaha Anda. Dengan pembayaran yang tepat waktu dan selalu menjaga kepercayaan mitra usaha. Anda bisa mendapatkan selain harga yang baik, tapi juga kelonggaran pembayaran. Dengan demikian Anda bisa mendapatkan penambahan produk tanpa harus menyediakan modal tambahan. Itulah yang disebut dengan modal kepercayaan, usaha Anda mulai berkembang.

Untuk sementara sebelum mendapatkan penghasilan tambahan dari usaha, usahakanlah agar pengeluaran keluarga selalu lebih kecil daripada persediaan uang yang ada, agar tidak terjadi defisit. Jika usaha yang dijalankan sudah menampakkan hasilnya barulah Anda bisa mulai berkonsentrasi untuk menyisihkan sebagian kecil keuntungan usaha untuk keperluan keluarga, itu harus dilakukan secara bertahap agar modal usaha bisa berkembang dan tidak menggangu cashflow usaha.

Dari uraian diatas dapat dikatakan bahwa fungsi sisa modal dalam bentuk kas adalah :

  1. Fungsi likuiditas, yaitu dana yang tersedia untuk tujuan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan dapat dicairkan dalam waktu singkat relatif tanpa ada pengurangan investasi awal.
  2. Fungsi anti inflasi, dana yang disimpan guna menghindari resiko penurunan pada daya beli di masa datang yang dapat dicairkan dengan relatif cepat.
  3. Capital growth, dana yang diperuntukkan untuk penambahan atau perkembangan kekayaan dengan jangka waktu relatif panjang.

Itulah pengalaman saya dalam mengelola modal usaha. Dengan pengaturan cashflow yang baik ternyata dapat

  1. Mempertahankan modal yang ada
  2. mempermudah dalam menjalankan bisnis
  3. Mendapat kepercayaan dari mitra usaha, bank dan pelaku bisnis lainnya.

Dengan tidak menambah modal yang terlalu besar, usaha kita sudah bisa menjadi pemasukan untuk kebutuhan keluarga dan yang terpenting usaha bisa lebih berkembang.

Advertisements

39 thoughts on “Mengalokasikan Modal Usaha Sendiri.”

  1. Pingback: real estate
  2. Pingback: portable hot tub
  3. Pingback: CK's Plumbing
  4. Pingback: click here
  5. Pingback: jasa seo
  6. Pingback: zakopane pokoje
  7. Pingback: anchor text/titke
  8. Pingback: online casino

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s