Perlukah Kerja Paruh Waktu ?

20121115-172953.jpg

Perlunya Kerja Paruh Waktu.

Terbayang tidak oleh Anda, jika Anda sudah bekerja belasan tahun, tiba-tiba Anda harus berhenti dari kantor ? Entah perusahaan bangkrut, phk, atau pensiun. Jika Anda mempunyai bermacam-macam keahlian, keterampilan dan pengalaman, mungkin pindah bekerja atau alih profesi bisa Anda lakukan dengan cepat, tanpa terlalu mengganggu kehidupan ekonomi keluarga. Tapi bagaimana dengan Anda yang selama ini hanya menekuni satu bidang keahlian saja selama bertahun-tahun. Apalagi kalau keahlian itu sulit untuk diterapkan diperusahaan lain, tentu Anda akan kesulitan mencari perusahaan baru atau berwiraswasta.

Jangan terpaku pada satu pekerjaan, apalagi kalau pekerjaan Anda sangat menonton seperti pekerjaan saya dikantor. Carilah pekerjaan paruh waktu untuk sampingan, dengan demikian selain ada uang tambahan, Anda mempunyai kemungkinan untuk mempelajari keterampilan2 yang dibutuhkan dalam dunia usaha yang sangat berharga dan mahal. Kenapa mahal ? Untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman usaha setelah PHK, saya telah kehilangan uang hampir ratusan juta rupiah.

Saya Ahli Dalam Bidang Saya, Tapi Tidak Ahli Dalam Bidang Menjual.

.
Saya bekerja sebagai karyawan selama delapan belas tahun. Saya senang dengan pekerjaan ini, yaitu memproses dan mengeluarkan bermacam laporan dari komputer, hampir setiap hari unit kerja lain menelpon saya, macam-macam kepentinganya. Dalam bekerja saya tidak perlu memasarkan pekerjaanku, tidak perlu pasang iklan, tidak perlu kemampuan menjual.

Apa yang saya kerjakan dengan sendirinya dibutuhkan oleh bagian lain. Hal ini buat saya cukup menyenangkan. Saya paling takut dan malu untuk menjual atau manawarkan sesuatu produk, termasuk hasil pekerjaan saya. Saya tidak mempunyai keterampilan lain selain keterampilan yang dibutuhkan oleh pekerjaan saya.

Tanpa Pengalaman Berbisnis, Saya Harus Mulai Dari Nol Lagi.

Dari isi pembukaan diatas ada tiga hal yang ingin saya bahas dalam tulisan ini, hal ini dikarenakan setelah terjadi krisis moneter pada tahun 1997, aku dan semua teman-teman harus meninggalkan perusahaan tersebut. Melihat sistuasinya lalu kami harus kerja kemana ?

Dengan pertimbangan bahwa pertama hampir semua perusahaan mengalami kesulitan, kedua saya akan sulit untuk mendapatkan gaji dan jabatan seperti semula mengingat hampir semua perusahaan besar sudah memiliki orang yang berkemampuan seperti saya. Saya harus beralih ke bidang yang akan bisa saya geluti sampai akhir hayat saya, bidang kerja tanpa PHK dan tanpa pensiun, bidang yang akan membuat hidup saya berkecukupan sampai kapanpun.

Jalan yang terbaik, Ya.. Saya harus berwiraswasta !. Dan itu memang pilihan saya. Dalam dunia usaha, walapun ekonomi lagi gonjang gajing, ternyata kesempatan untuk ikut bersaing masih lebar dan luas, dan saya mempunyai kesempatan itu yaitu mempunyai kemauan untuk selalu kerja keras, waktu yang banyak dan uang pesangon yang lumayan. Namun bagaimana dengan keterampilan dan pengalaman saya dalam dunia usaha ? berarti dalam berkarya saya harus mulai dari nol lagi, Itulah masalah utamanya, siapkah mental saya ?

Sebetulnya banyak orang yang bermimpi untuk memulai usaha, tapi banyak dari mereka yang tidak pernah bisa untuk mulai melakukannya. Begitu juga banyak orang lain yang bermimpi untuk sukses dibidang bisnis, namun mimpi hanyalah mimpi, mereka sulit sukses karena kurang ulet, kurang gigih dan tidak mempunyai keterampilan dan pengalaman yang diperlukan didalam dunia bisnis.

Jangan Tergantung Dengan Satu Harapan :

  1. Janganlah sekali-kali Anda menerima pekerjaan semata-mata demi uang. Carilah pekerjaan yang bisa meningkatkan keterampilan-keterampilan jangka panjang. Seperti :
    Ketrampilan pemasaran. Ketrampilan berkomunikasi. Ketrampilan Memimpin. Keterampilan Membangun Team. Keterampilan Pajak. Keterampilan Dagang, dan Keterampilan Bernegosiasi dll.
  2. Janganlah takut, malu atau menghindar dari problema menjual atau menawarkan sesuatu kepada orang lain. Untuk lebih berkembang karier Anda, belajarlah menjual, menjual bukan semata-mata untuk mencari uang, tetapi justru untuk menghilangkan rasa takut dan menambah percayadiri. Namun harus dibarengin dengan membaca atau kursus atau mendengarkan kaset-kaset tentang penjualan.
  3. Jangan terpaku pada satu pekerjaan, apalagi kalau pekerjaan Anda sangat menonton seperti pekerjaan saya dikantor. Carilah pekerjaan paruh waktu untuk sampingan, dengan demikian selain ada uang tambahan, Anda mempunyai kemungkinan untuk mempelajari ketrampilan2 (menjual, kerjasama team, memimpin dll) yang dibutuhkan dalam dunia usaha yang sangat berharga dan mahal. Kenapa mahal ? Untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman usaha setelah PHK, dalam berbisnis saya telah kehilangan uang hampir ratusan juta rupiah.

Kerahkan Semangat Wiraswastamu :


Ada Pegawai sukses tapi miskin,
Ada Akuntan sukses tapi miskin,
Ada Dokter sukses tapi miskin,
Tetapi hanya ada satu pemilik usaha yang sukses,
yaitu pemilik usaha yang Kaya Raya.

Keterampilan atau pengalaman usaha tidak bisa didapatkan begitu saja didalam sebuah seminar atau kursus atau buku. Saya berwiraswasta sudah berjalan hampir dua belas tahun, sampai saat ini saya masih belajar terus, dan itu belum membuat saya lebih baik dalam mengambil keputusan.

Jika orang bisa belajar untuk membangun bisnis, terbukalah luas sebuah dunia baru dengan kesempatan financial yang tidak terbatas. Bill Gates dari Microsoft tidak membuat produk hebat, ia membeli produk dari orang lain dan membangunnya sistim global yang canggih disekitarnya. Sekarang Bill Gates adalah salah satu orang terkaya di dunia.

Fokus kepada satu jenis sistem usaha.

Memulai usaha baru bukanlah hal mudah, anda akan banyak menemui berbagai kendala bisnis yang harus dilalui. Oleh karena itu penting menjaga konsistensi anda dalam memilih satu saja sistem bisnis yang akan digunakan. Ketika usaha Anda sudah mapan, anda bisa memilih untuk langsung terjun sepenuhnya dalam dunia usaha atau menambah model lain dalam menjalankan usaha atau mengkaloborasikannya secara serasi.

Misalnya Anda bercita-cita ingin menjadi produsen barang jenis A. Maka awal usaha adalah jangan dahulu memproduksi barang A, tetapi mulai dahulu dengan usaha untuk fokus memasarkan (mencari pasar pembeli) dan memahami seluk-beluk barang jenis A yang dibuat orang lain. Jika Anda sudah mempunyai pasar sendiri dan bisa menguasai dan memahami karakteristik dari kebagusan dan kelemahan, serta memahami strategi untuk membuat produk A. Mulailah secara berkala membuat produk sendiri. Pelajari apakah pasar akan memilih produk Anda sendiri atau produk orang lain.

Langkah berikutnya, karena Anda sudah mempunyai pasar sendiri, maka Anda bisa fokus untuk terus memperbaiki kwalitas produk buatan Anda sendiri dan meningkatkan penjualan.

Kesimpulannya janganlah repot-repot membuat produk besar.

Untuk awal mulai usaha, sisihkan waktu Anda untuk kerja paruh waktu, dan belajar meningkatkan keterampilan2 jangka panjang, serta fokuskan pada upaya membuat dan mengembangkan suatu bisnis, sehingga Anda bisa belajar dan mempunyai pengalaman untuk bisa menjadi seorang pebisnis besar.

Advertisements

One thought on “Perlukah Kerja Paruh Waktu ?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s