Kenapa untuk memulai usaha itu membingungkan?

20121110-193104.jpg

Memilih dan memulai usaha itu membingungkan.

Untuk bisa kita memulai usaha, biasanya adalah sesuatu hal yang sangat membingungkan bagi sebagian orang. Hal ini sebetulnya, dikarenakan apa yang mereka lihat atau apa yang kebanyakan orang sebut itu sebuah usaha, sebenarnya adalah bukan usaha, itu hanya kulitnya saja. Yang kebanyakan orang lihat, bukanlah usaha yang sebenar-benarnya usaha. Loh kok gitu ?.

Itulah sudut pandang saya setelah saya buka-buka buku Guide to Invesment dari Robert T. Kyosaki yang kebetulan ada didekat meja komputer saya, lagi beres-beres kok. Mari kita coba teruskan tulisan ini.

Berusaha mempunyai arti yang berbeda untuk setiap orang yang berbeda dan juga berbeda bagi lain orang yang berusaha dalam hal lain misalnya :

  • Beberapa orang berusaha dalam bidang jual-beli mobil bekas.
    Pada akhirnya sebagian besar dari mereka tidak berhasil dan hanya satu atau dua orang saja yang berhasil usahanya.
    Bagi yang berjalan lancar usahanya karena mereka mempunyai keahlian dalam menilai kondisi dan memperbaiki mobil bekas yang mereka beli, dan menjualnya kembali dengan memberi garansi bahwa mobil yang mereka jual kondisinya sudah cukup baik, sehingga konsumennya puas.
    Sedang bagi orang yang tidak berhasil umumnya karena tidak mempunyai keahlian dalam hal menilai kondisi mobil, sebagian lagi tidak mengerti bagaimana cara-cara menjual mobil. Sebagian lagi hanya coba-coba saja, tidak serius menangani usahanya. dll.
  • Beberapa orang berusaha dengan membuka minimarket dibeberapa tempat berbeda. Sebagian bangkrut, namun ada juga yang berjalan terus.
    Usaha menjadi lancar karena usaha berdasarkan survey bahwa daerah sekitarnya belum ada toko sejenis, pasar tradisional dan pusat perbelanjaan jauh dari lokasi tersebut. Penghuni disekitar lokasi adalah pemukiman padat dan terdiri dari kelas menengah kebawah. Melakukan promosi.
    Usaha tidak lancar dan bangkrut disebabkan tidak ada promosi, barang tidak sesuai dengan pasar, sistem pelayanannya dan harga yang ditawarkan tidak jelas dll.
  • Beberapa orang berusaha dengan menjual beberapa produk dengan cara langsung door to door kepada konsumen.
    Banyak yang tidak mampu bertahan, namun ada yang berhasil.
    Bagi yang berhasil karena orang tersebut mempunyai keahlian dalam menawarkan dan mempromosikan suatu produk, dan ia pun juga sudah mempunyai banyak kenal konsumen yang bisa ia tawarkan produknya.
    Yang gagal disebabkan orangnya tidak ulet, tidak mempunyai keterampilan menawarkan produk, tidak menguasai produk yang dijual, minim komunikasi dll.
  • Beberapa orang berusaha dengan menjual suku cadang kendaraan bermotor roda dua. Karena berdasarkan survey, pengguna motor roda dua sudah begitu merata disemua sudut kota.
    Banyak yang tidak berhasil dan ada yang berhasil.
    Bagi yang berhasil karena mereka sudah mengerti masalah permesinan dengan belajar sendiri atau kursus montir motor, karenanya konsumen dapat dilayaninya dengan baik.
    Bagi yang gagal adalah dikarenakan tidak mengerti seluk beluk kendaraan bermotor, tidak menguasai produk yang dijual, memilih lokasi yang sulit dijangkau pembeli dll.

Tidak seorangpun ahli dalam segala hal.

Berdasarkan contoh diatas, setiap orang mempunyai kemampuan usaha, penguasaan produk dan sistem usaha yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya, begitu juga dengan kebutuhan keahlian yang berbeda untuk setiap usaha yang berbeda pula.

Mereka berusaha harus sesuai dengan tuntutan usaha, mempersiapkan kemampuan dan keahlian khusus pyang sangat dibutuhkan oleh usaha tersebut.

Kebanyakan orang, melihat mereka berusaha hanya dari sisi apa yang mereka “jual” yaitu produknya saja dan itulah yang mereka katakan usaha. Hal itu terlihat dari banyaknya kasus kebangkrutan usaha, misalnya :

  • Pasaran mobil bekas lagi baik, banyak orang tertarik dan mencoba ikut-ikutan terjun dijual-beli mobil bekas. Yang terjadi akhirnya adalah kebangkrutan, pasalnya mereka tidak mempunyai keahlian membedakan mana mobil yang kondisi dalamnya rongsokan mana yang bukan.
  • Sekarang banyak bermunculan usaha dimana Anda dijanjikan untung yang berlipat-lipat setiap bulannya jika bersedia menaruh modal diusaha mereka. Hanya melihat produknya tanpa melihat sistem dan cara usaha, banyak yang tergiur untuk ikut usaha tersebut. Memang dalam bulan pertama, bulan kedua anda menerima keuntungannya, namun bulan berikutnya Anda hanya gigit jari saja. Itu contoh kalau usaha hanya melihat dari sisi untung saja dari produknya tanpa melihat sistim usahanya.

Dengan banyaknya contoh kejadian diatas dimana sebagian besar usaha mengalami kegagalan dan kebangkrutan, hal tersebut membuat sebagian orang menjadi bingung atau trauma atau takut untuk memulai usaha. Seharusnya Anda jangan ikut trauma, takut atau bingung, walau orang seperti itu banyak disekitar kita, dimana sebetulnya mereka melihat usaha dari sisi yang salah. Janganlah melihat usaha dengan mata, tapi dengan pikiran. Tentu pikiran Anda harus cerdas.

Didunia ini ada ratusan ribuan produk serta jasa, dan ada banyak pula alasannya kenapa konsumen mau memilih dan membelinya. Jadi tidak ada satu orangpun yang bisa (ahli) untuk menangani itu semua dengan caranya sendiri. Seharusnya Anda mempunyai kesempatan atau peluang untuk berusaha disitu jika Anda mempunyai suatu keahlian tertentu yang bisa mendukung kesuksesan usaha tersebut.

Bakmi Baso dan Usaha

Kalau Robert T. Kiyosaki dan pakar usaha lain selalu mengambil “Humburger McDonalds” sebagai contoh pembanding. Dalam hal ini kita coba mengambil contoh Bakmi Gajah Mada dimana biasanya orang atau cucu saya menyebutnya Bakmi GM. Bakmi GM ini sudah terkenal sejak saya masuk SMP (thn. 70an). Saya dan teman-teman bangga sekali kalau bisa nongkrong di restoran Bakmi GM di blok M sepulang dari sekolah.

  • Pertanyaannya “Bisakah Anda membuat mie yang lebih baik dari mienya Bakmi GM ?”. Dari penelusuran saya saat ini, dipasaran banyak sekali mie atau bakmi atau baso yang kwalitasnya tidak kalah baik dari bakminya GM.
  • Pertanyaan berikutnya adalah “Bisakah Anda sendiri membangun sebuah sistem bisnis yang lebih baik lagi dari Bakmi GM ?”. Coba perhatikan saat mulai Anda masuk ke restoran Bakmi GM, didepan pintu sudah ada yang menunggu Anda dengan senyum yang ramah, kemudian ada pramuniaga yang siap mengantar Anda kemeja yang Anda sukai dst.. Dst..

Ingat dan camkan bahwa diluar sana banyak wirausaha yang menawarkan produk atau jasa yang lebih superior dari pada yang ditawarkan perusahaan multinasional yang super kaya, sama halnya banyak orang yang bisa membuat mie baso lebih baik dari pada Bakmi GM.

Tapi Bakmi GM lah yang telah menjual ribuan mangkok setiap harinya ( maaf ini perkiraan dimana hampir disetiap outlet terutama di jam makan, penuh sesak orang) dengan penyajian dan rasa yang sama, pelayanan yang cepat, pramuniaga yang tanggap dst.. Dst..

Kenyataannya adalah, terdapat banyak gagasan baru yang tak terbatas jumlahnya. Milayaran orang yang menawarkan produk serta jasa, dan hanya beberapa orang yang tahu cara membangun sistim usaha yang hebat. Mungkin salah satunya dari Anda untuk memulainya.

Bill Gates dari Microsoft tidak membuat produk hebat, ia membeli produk dari orang lain dan membangunnya sistim global yang canggih disekitarnya. Sekarang Bill Gates adalah salah satu orang terkaya di dunia.

Bagaimana dengan Anda masih bingungkah untuk memulai usaha ?. Ingat untuk memulai usaha Anda jangan hanya melihat produknya saja, tapi juga bagaimana membangun sistimnya, keahlian apa yang dibutuhkan, konsumen mana yang menjadi target Anda, apa saja yang dibutuhkan konsumen, bagaimana konsumen bisa puas dst. dst.

Ide usaha tidak harus baru,
tapi ide hanya perlu lebih baik.

Ide usaha adalah…
Apa yang dilihat oleh mata adalah hampir sama, dimana sebagian orang mengartikan peluang usaha tersebut sebagai sesuatu yang salah (tidak bagus), sedang yang sebagian orang lagi mengartikan bahwa peluang usaha itu sebagai sesuatu yang luar biasa (berlebihan).
Itulah yang terjadi jika melihat peluang usaha dengan mata, bukan dengan pikiran.

Jika Anda ingin berhasil dalam dunia usaha. Anda harus tahu perbedaan antara fakta dan opini. Banyak orang suka tertipu karena mereka tidak mengetahui bagaimana faktanya. Jika Anda melihat peluang, gunakanlah fakta (angka-angka) bukan opini (mata). Dengan kemampuan otakmu (berfikir) maka fakta-fakta tersebut engkau akan bisa menghitung angka-angkanya.

Peluang usaha sebenarnya adalah sebuah konsep yang akan lebih jelas terlihat oleh pikiran daripada oleh mata. Maka untuk melihat peluang, jangan dengan mata tapi pakailah dengan kemampuan otakmu untuk mengolahnya. Untuk itu kita harus melatih otak kita.

Dengan memperhatikan dan memahami maksud pembahasan hal tersebut diatas, seharusnya Anda sudah paham apa yang harus Anda lakukan, walaupun tidak mudah untuk segera melakukan apa yang harus Anda lakukan. Segeralah memulai berencana untuk belajar dan memulai usaha. Jadi jangan bingung, mulailah dari apa yang Anda bisa lakukan dari sejak sekarang.

Artikel Terkait :
Jangan melihat Uang dan Peluang dengan Mata.

Advertisements

259 thoughts on “Kenapa untuk memulai usaha itu membingungkan?”

  1. benar benar lluar biasa bru2 ini saya melihat dan membasa blog ini. trmksh telah berbagi ilmu kepada saya. tidak sia2 saya membaca blog anda.. sekali lg trmksh..wassalam

  2. Pingback: vibrerende toy
  3. Pingback: 9199958854
  4. Pingback: buy otc stock
  5. Pingback: jasa seo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s