Penetapan harga produk.

20121103-210958.jpg

Pertimbangan dan pendekatan penetapan harga produk.

Jika disimak harga ada disekeliling kita, membayar sewa kontrakan, biaya masuk sekolah, tarif dokter yang harus dibayar. Perusahaan kereta api, taxi, pesawat terbang memungut ongkos. Masuk jalan bebas hambatan harus membayar uang tol, dosen pengajar meminta honor mengajar dll. Itu adalah harga yang harus kita bayar. Seperti apa yang baru saja saya baca dari buku dasar-dasar pemasaran oleh Philip Kotler dan Gary Armstrong. Terus terang saja, sampai saat ini saya masih saja sulit dalam hal menetapkan harga dari produk-produk yang saya jual, padahal usaha itu sudah berjalan bertahun-tahun lamanya.

Selisih harga jual dengan modal, khususnya dari semua produk yang laku ( produk yang dicari konsumen) dan bermerk terkenal besaran nilainya tidak ada ketentuan yang baku secara teori. Artinya kalau berbicara persentase, boleh dikatakan kecil sekali. Sulit sekali menerimanya, mengingat nilai keuntungannya tidak sebanding dengan besarannya modal. Misal harga modal 400.000 dijual 405.000 dengan omset penjualan 50 buah perbulan. Inilah salah satu akibat begitu ketatnya persaingan didalam dunia usaha dewasa ini, begitulah yang saya alami saat ini, penetapan harga secara persaingan menjadi keharusan. Walaupun ada untuk memperkecil perang harga, beberapa produsen memberi batasan minimal laba yang diperbolehkan, apabila ada suplier atau toko menjual dibawah ketentuan yang ada, mereka akan dikenakan sangsi.

Bagi Anda yang baru ingin memulai usaha, maka sebaiknya menyimak dahulu bahwa ternyata permasalahan penetapan harga jual selalu menjadi delema bertahun-tahun sepanjang perjalanan pasang surutnya perkembangan perusahaan besar seperti Sears, sehingga pada tahun 1991 Sears bisa disaingi oleh pemain baru Wal-Mart dan Kmart. Terbukti bahwa penetapan harga yang keliru bisa saja menjadi salah satu penyebab pelanggan Sears yang sudah bertahun-tahun setia bisa begitu saja lari ketempat lain.

Dalam arti yang sempit harga adalah jumlah uang yang ditagihkan untuk suatu produk atau jasa, jumlah nilai yang dipertukarkan konsumen untuk manfaat memiliki atau menggunakan produk atau jasa.

Awalnya harga ditetapkan dengan cara tawar menawar antara penjual dan pembeli sehingga mencapai harga yang bisa diterima oleh kedua belah pihak.

Dewasa ini, kebanyakan penjual menetapkan satu harga untuk semua pembeli, mengingat demikian banyaknya rupa barang dan demikian banyaknya pula jumlah karyawan.

Dalam sejarah harga merupakan faktor penting yang mempengaruhi pilihan pembeli. Tetapi dalam beberapa dasawarsa terakhir ini faktor non-harga menjadi semakin penting dalam tingkah laku pembeli dalam memilih barang.

Harga adalah satu-satunya elemen yang menghasilkan pendapatan. Harga merupakan salah satu elemen yang fleksible dibanding elemen lain, karenanya harga dapat berubah sewaktu-waktu. Karenanya penetapan harga dan persaingan harga adalah masalah pokok bagi esekutif pemasaran, namun banyak perusahaan yang penanganannya kurang baik dalam menetapkan harga. Kesalahan yang umum dilakukan adalah :

  • Penetapan harga yang terlalu memperhatikan biaya.
  • Harga yang tidak direvisi cukup sering sesuai perubahan pasar.
  • Harga yang tidak memperhitungkan bauran (mix) pemasaran yang lain.
  • Tidak adanya variasi harga untuk produk, segmen pasar,dan kesempatan pembelian yang berbeda.

Walaupun faktor non-harga semakin besar dalam proses pemasaran modern, namun harga tetap merupakan elemen penting dalam bauran pemasaran. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam penetapan harga adalah :

  • Faktor internal, yang terpenting adalah sasaran pemasaran, strategi bauran pemasaran, biaya. Walaupun penetapan harga dipengaruhi juga oleh manager produksi, manager keuangan dan akuntasi. Namun karena begitu pentingnya, persetujuan akhir penetapan harga ada pada management puncak sesuai harga yang diusulkan.
  • Faktor External, yang mempengaruhi keputusan penetapan harga adalah sifat pasar dan permintaan; harga dan tawaran pesaing; serta faktor lain seperti kondisi ekonomi, kebutuhan pembeli untuk dijual kembali, serta bagaimana tindakan atau kebijakan pemerintah.

Persepsi konsumen terhadap harga dengan nilai produk, dapat menentukan apakah kita telah menetapkan harga dengan tepat atau belum. Jika harga lebih tinggi ketimbang dari nilai produk, maka konsumen tidak akan membeli produk tersebut.

Harga produk pesaing juga mempengaruhi konsumen dalam memilih produk yang sejenis. Kita harus cermat memantau penetapan harga dan mutu produk semua pesaing kita. Ini sebetulnya adalah titik awal kita untuk menetapkan harga sendiri.
20121103-211047.jpg

Terdapat tiga pendekatan umum dalam penetapan harga :

  1. Penetapan harga berdasarkan biaya. Yaitu berdasarkan penetapan harga cost plus, analisis titik impas, dan berdasarkan penetapan laba yang diinginkan.
  2. Penetapan harga berdasarkan nilai. Ini menggunakan persepsi nilai pembeli, bukan struktur biaya penjual untuk penetapkan harga.
  3. Penetapan harga berdasarkan persaingan. hal ini mempunyai dua hal variasi, pertama penetapan harga menurut keadaan dimana harga pesaing menjadi patokan. Apakah lebih tinggi, lebih rendah ataupun sama ketimbang pesaing utamanya. Kedua karena persaingan begitu ketat, kita juga bisa menetapkan harga penawaran secara tertutup yang harganya disarankan oleh pembeli yang menurutnya sesuai dengan penawaran pihak lain (walaupun belum tentu), biasanya untuk memenangkan kontrak yang di lelang atau tender.

Mengingat begitu ketatnya persaingan, jika kita menganut baur pemasaran artinya banyak produk atau banyak segmen pasar, saya sarankan dalam menetapkan harga suatu produk tidaklah harus selalu untung untuk semua produk, ingat penetapan harga secara persaingan. Bisa saja dua atau tiga produk yang umum, yang selalu menjadi alat pembanding oleh konsumen ditetapkan dengan harga tidak ada labanya atau labanya minim atau jauh dari harga pesaing, namun sebaliknya banyak juga produk lain yang penetapan harganya bisa mendapatkan laba berlipat-lipat sesuai dengan kebutuhan konsumen atau kelangkaan produk. Sehingga terjadi subsidi silang dari laba yang didapat.

Advertisements

321 thoughts on “Penetapan harga produk.”

  1. Pretty nice post. I just stumbled upon your weblog and
    wanted to say that I have really enjoyed surfing around your blog
    posts. In any case I’ll be subscribing to your rss
    feed and I hope you write again soon!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s