Konsep Penjualan dan Pemasaran

20121028-182508.jpg
Filosofi management pemasaran.

Bagi Anda yang baru memulai usaha, apakah itu usaha didunia nyata atau didunia maya (mungkin sebagai blogger), untuk mencapai sasaran usaha, kita harus bisa menguraikan tugas untuk bisa mencapai pertukaran yang didambakan dengan pasar sasaran. Dengan demikian kita perlu mencari filosofi apa yang harus digunakan sebagai pedoman usaha dalam pemasaran. Dan berapa bobot yang harus diberikan kepada organisasi, berapa kepada pelanggan, dan berapa kepada masyarakat yang berkepentingan.

Herannya sering kali hal-hal diatas saling bertentangan. Sabagai contoh Anda berharap bloger lain untuk “berkunjung” ke web milik Anda untuk memberikan komentar, namun Anda sendiri “berkeberatan” untuk mencari calon pelanggan, mengunjungi webnya, dan memberikan komentar. Anda didepan komputer berjam-jam lamanya asyik dengan web Anda sendiri, dan berharap ada orang yang datang untuk berkomentar. Itu bertanda Anda belum begitu memahami arti pentingnya management pemasaran.

Mungkin sebagian dari Anda tahu bahwa ada beberapa hal penting yang harus dilakukan, namun permasalahannya kita harus mulai dari mana. Dari beberapa sumber dapat diambil kesimpulan bahwa ada beberapa alternatif yang melandasi aktivitas pemasaran organisasi ( anggap saja usaha mandiri atau blog milik Anda sendiri sebagai suatu organisasi ), dimana alternatif aktivitas pemasaran tersebut terbagi dalam lima konsep, yaitu terdiri dari konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan, konsep pemasaran dan pemasaran berwawasan sosial.

Dari sumber tulisan yang ada, saya coba untuk fokus membahas konsep penjualan dan konsep pemasaran. Hal ini penting karena banyak dari rekan-rekan yang begitu alerginya kalau sudah menyinggung hal soal menjual dan memasarkan. Padahal dari sejak saya kerja sebagai karyawan, dan mulai diPHK, dan sampai saat ini saya tidak bisa lepas dari masalah dua hal itu yaitu bagaimana menjual dan bagaimana memasarkan dari apa yang saya miliki. Produk banyak dipasaran, kita tinggal pilih mana produk yang laku dijual. Pembeli juga demikian tersebar mulai dari pemukiman sampai kepasar dan mal.

Tapi apa jadinya setelah kita memiliki produk ?. Untuk menjual satupun saja sulit, sudah berhari-hari tidak ada yang laku. Begitu juga konsumen, mereka hanya berlalu-lalang didepan dagangan kita, tapi tidak ada satupun yang mampir, ada yang datang namun hanya melihat dan tidak membelinya. Itulah salah satu sebabnya jika kita mengabaikan apa itu dan bagaimana itu “konsep penjualan dan pemasaran”.

Konsep Penjualan :
Bagaimana gagasan Anda agar bisa menjual produk sebanyak-banyaknya kepada konsumen dan tentunya bagaimana gagasan Anda agar konsumen harus bisa kenal baik dengan produk Anda sehingga membelinya. Dengan konsep penjualan yang demikian, tujuan usaha Anda bisa tercapai untuk mendapatkan keuntungan dari volume yang ditargetkan.
Konsep Pemasaran :
Bagaimana gagasan Anda untuk bisa menentukan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan pasar dan bagaimana penyampaian kepuasan yang didambakan itu bisa lebih efektif dan efisien ketimbang pesaing Anda. Dengan konsep pemasaran yang demikian, tujuan usaha Anda bisa tercapai untuk mendapatkan keuntungan dari kepuasan pelanggan.

Konsep penjualan sudah diikuti oleh banyak organisasi untuk mencapai apa yang menjadi tujuan mereka. Mereka percaya bahwa untuk bisa menjual produk dalam jumlah yang lebih dari cukup, haruslah dengan penjualan dan promosi yang berskala lebih besar lagi. Apalagi jika produk yang dijual tergolong bukanlah barang yang dicari orang ( coba review isi blog Anda ). Maka Anda harus lebih mahir lagi dalam melacak calon pelanggan dan menjual manfaat dari produk tersebut kepada calon pembeli. Produk yang tergolong tidak dicari orang, misalnya asuransi, buku bacaan, termasuk juga mungkin isi blog kita.

Kebanyakan perusahaan melakukan konsep penjualan ketika kapasitas produksi berlebihan. Tujuannya adalah menjual apa yang mereka buat, bukannya membuat apa yang diinginkan pasar. Jelas hal ini membawa resiko tinggi. Ini biasanya dikarenakan dari asumsi yang keliru mengenai pembeli, ingat sebagian besar usaha telah menunjukkan bahwa pelanggan yang tidak puas tidak akan membeli lagi. Celakanya lagi kalau tidak puas, pelanggan tersebut akan menceriterakan kepada sepuluh orang lain. Sedang pelanggan yang senang dan puas rata-rata menceriterakan kepuasannya hanya kepada tiga orang.

Perusahaan yang memakai konsep pemasaran yakin bahwa pencapaian sasaran organisasi tergantung pada penentuan kebutuhan dan keinginan pasar serta bagaimana penentuan penyampaian kepuasan pelanggan. Ini terlihat bagaimana mereka membuat pernyataan dengan cara yang berbunga-bunga seperti ” Kami bisa mewujudkan impian Anda “, atau ” Kami belum puas sebelum Anda puas “,

Konsep penjualan dan konsep pemasaran kadang-kadang membingungkan, sepertinya kedua konsep ini berlawanan. Konsep penjualan mempunyai perspekif dari dalam keluar, konsep ini bermulai dari pabrik, perhatiannya ditujukan untuk menjual barang yang sudah ada dalam jangka pendek dengan menaklukkan pelanggan untuk bisa segera membeli tanpa memperhatikan siapa atau mengapa, dengan adanya pembelian tersebut perusahaan memperoleh laba.

Sebaliknya konsep pemasaran mempunyai perspekif dari luar kedalam. Konsep ini dimulai dari memfokuskan diri pada kebutuhan pelanggan, mengkoordinasikan semua aktivitas pemasaran yang mempengaruhi pelanggan serta memperoleh laba dengan menciptakan hubungan jangka panjang berdasarkan nilai dan kepuasan pelanggan. Dengan demikian perusahaan menghasilkan apa yang diinginkan konsumen, dan konsumen membeli dengan puas, dan perusahaanpun memperoleh laba.

Banyak sudah perusahaan yang sukses dan terkenal telah mengapdosi konsep pemasaran. Tapi banyak juga perusahaan yang menyatakan telah mempraktekan konsep pemasaran, tetapi ternyata belum. Contoh G. motors, IBM mereka mempunyai perangkat bidang pemasaran seperti wakil direktur pemasaran, rencana pemasaran, namun mereka semuanya kehilangan pangsa pasar yang cukup besar karena gagal dalam menyesuaikan perubahan pasar.

Apa arti seorang pelanggan ? Seorang pelanggan adalah orang yang paling penting dalam perusahaan ini, baik secara pribadi, lewat pos, maupun lewat e-mail. Seorang pelanggan tidak tergantung pada kita, kita tergantung pada dia. Kita tidak membantu dengan melayaninya, dia yang membantu kita dengan memberi peluang bagi kita untuk melayaninya. Seorang pelanggan bukan seseorang untuk diajak berdebat atau beradu kecerdasan, tidak seorangpun pernah menang kalau berdebat melawan seorang pelanggan. Seorang pelanggan adalah seorang yang membawa keinginannya kepada kita, tugas kita adalah menanganinya secara menguntungkan bagi dia dan bagi usaha kita sendiri.

Namun sebagai pemasar tidak berarti semua keinginan pelanggan harus diberikan. Pemasar harus bisa menyeimbangkan penciptaan nilai lebih bagi pelanggan dengan penciptaan laba bagi perusahaan.

Diambil dari Dasa-dasar Pemasaran – Philip Kotler & Garry Armstrong.

Advertisements

70 thoughts on “Konsep Penjualan dan Pemasaran”

  1. I have been browsing online more than 4 hours today, yet I
    never found any interesting article like yours.

    It is pretty worth enough for me. Personally, if all
    web owners and bloggers made good content as you
    did, the internet will be much more useful than ever before.

  2. I similar to the useful information you deliver into your content articles.I will bookmark your blog page and take a look at all over again right here routinely.I am rather convinced I will learn quite a lot of new things suitable right here! Beneficial luck for the following!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s