Bisnis jalan kitapun bisa jalan-jalan

20121017-202432.jpgBisnis jalan kita jalan-jalan.

Waktu orangtuaku dulu punya toko, setiap hari selalu ditoko terus, tidak ada hari libur. Jika ada acara dan orangtuaku mau ikut serta, toko harus tutup. Bisa dibayangkan kalau perginya dua hari atau tiga hari atau lebih, maka toko harus tutup sekian hari juga, wow bagaimana dengan cashflow ? bisa rugi besar.

In English.

Makanya waktu saya nganggur setelah di PHK, membuka usaha toko bukan pilihan utama saya. Saya ingin punya usaha yang ada hari liburnya. Jika ingin libur panjang, cashflow Usaha tidak terganggu. Tapi usaha apa ya.. Yang ada belum apa-apa sudah rugi, belum sempat berpikir libur, memikirkan cashflow saja badan sudah panas dingin.

Dengan usaha membuka toko ternyata memang benar tidak ada hari-hari liburnya, tapi karena memang sudah di pastikan bahwa ini adalah pilihan terakhir, usaha yang sudah saya pahami sejak kecil, usaha yang sudah pernah membawa hidup orangtua kami sekeluarga menjadi lebih baik. Jadi kondisi diatas merupakan kondisi yang harus bisa diterima. Usaha tanpa hari libur.

Akhirnya aku bisa jalan-jalan.
20121017-202450.jpg
Tapi nyatanya konsekwensi diatas membebani saya hanya pada awal-awal usaha saja. Setelah beberapa lama tidak terasa, bisnis itu telah berjalan lima tahunan, mulailah saya bisa libur kapan saja saya mau. Mau sehari, mau beberapa hari, itu terserah saya. Jadi, apa yang telah saya lakukan, sehingga hal itu bisa terjadi, bisnis tetap jalan sayapun bisa jalan jalan.

Inilah beberapa catatan dari pengalaman yang harus saya sampaikan kepada Anda, agar bisnis tetap jalan walaupun Anda jalan-jalan :

  1. Anda menjual Produk bukan menjual skill Anda.
  2. Perlunya karyawan.
  3. Delegasi kepercayaan.
  4. Sistem dan prosedure.
  5. Anda Harus Punya visi dan misi.
  6. Punya goal setting.

Anda menjual Produk bukan menjual skill Anda.
Kalau tidak terpaksa, janganlah Anda memilih usaha yang harus Anda kerjakan sendirian setiap hari seumur hidup. Kalaupun harus terjun langsung sendiri, paling itu hanya untuk awalnya sampai suatu saat usaha itu bisa Anda lepas perlahan, secara bertahap.
Misal, anda seorang dokter praktek secara pribadi. Jika hanya kemampuan (skill) Anda sebagai dokter yang Anda jual, maka jika Anda libur atau seminar atau berpergian keluar negeri, otomatis pelanggan Anda akan ikut libur, kecuali pelanggan Anda pindah dokter. Jelas dengan liburnya Anda maka pemasukan ikut libur. Maka banyak sekarang dokter yang melakukan usaha praktek bersama-sama.

Perlunya karyawan.
Anda harus mempunyai asisten atau karyawan untuk membantu Anda.
Jangan habiskan waktu anda untuk mengerjakan hal-hal yang tidak penting, mudah dan rutin. Jika keuangan usaha Anda sudah lumayan, cari tenaga pembantu atau karyawan. Ajarkan karyawan Anda untuk mengerjakan hal yang tidak terlalu tergantung pada Anda. Sehingga Anda bisa fokus pada bagaimana meningkatkan penjualan dan bisnis Anda. Banyaknya jumlah karyawan, bisa Anda sesuaikan terus sesuai keuangan. Ingat waktu dan tenaga Anda lebih berharga dibanding untuk menambah gaji seorang karyawan berikutnya lagi.

Delegasi kepercayaan.
Anda harus bisa mendelegasikan kepercayaan. Tentu bukan tanggung jawab yang strategis. Lakukan secara perlahan dan bertahap. Anda bisa membagi bagi tanggung jawab Anda sehingga mereka bisa lebih fokus dengan tugas masing-masing, artinya tidak terlalu lagi tergantung Anda. Misalnya menghitung harga beli dan jual, ajarkan formula yang Anda gunakan, tidak ada yang dikatakan rahasia jika itu sudah baku, dengan begitu pegawai mulai bisa mengambil keputusan sendiri jika barang ditawar konsumen, sehingga konsumen bisa percaya juga pada karyawan Anda, dll. Lakukanlah Delegasi kepercayaan.

Sistem dan prosedure Kerja.
Anda harus membuat sistem dan prosedure kerja. Jika sudah banyak pekerjaan yang cara dan prosedure begitu terus, tidak banyak berubah rubah, buatkan sistem dan prosedure kerja. Sehingga tidak ada Anda, karyawan dapat mengerjakan dengan baik. Buat prosedure bagaimana cara Pengawasan yang sudah baku, cara sistem pelayanan usaha, prosedure membuat dan membukukan keuangan, dengan demikian produktivitas tetap terjaga walaupun bukan Anda lagi yang mengerjakannya.

Punya visi dan misi.
Anda harus mempunyai visi dan misi yang jelas dan mudah dijalankan.
Membuat visi dan misi membuat semua karyawan bisa fokus dan kejelasan usaha. Jika ada penyimpangan atau masalah, anda dapat mengingatkan semua karyawan untuk kembali dan berpedoman dengan misi dan visi usaha.

Punya goal setting.
Anda harus membuat goal setting untuk jangka pendek dan panjang. Dan disosialisasikan kepada karyawan. Dengan demikian Anda dan karyawan selalu sejalan. Sehingga semua yang terlibat dapat menilai bahwa usaha sampai saat ini sudah sampai dimana, dalam pencapaian sasaran usaha.

WarNinG ..!

Mengingat karyawan dari usaha kecil umumnya tidak berpendidikan tinggi, dalam menerapkan hal-hal diatas Anda harus memberi contoh secara tertib dan berkelanjutan namun perlahan-lahan. Anehnya kalau tidak ada masalah yang timbul, mereka kurang begitu memahami apa yang kita maksudkan, dengan adanya contoh masalah yang terjadi, ternyata masalah tersebut cukup membantu agar mereka bisa lebih baik untuk memahami dan menjalankan apa yang menjadi kewajiban dan apa yang dituntut oleh Anda.

Jadi menurut saya setiap ada masalah, itulah kesempatan yang terbaik untuk dibahas secepatnya untuk menambah wawasan karyawan. Artinya jika tidak ada masalah yang terjadi karyawan menjadi miskin pengalaman. Dengan bertambahnya pengalaman karyawan serta adanya sistem dan prosedure yang jelas, karyawan Anda dapat ikut serta menjalankan bisnis Anda. Dengan demikian Anda kapan saja bisa meninggalkan bisnis anda untuk kepentingan pribadi tanpa khawatir terjadinya kekacauan usaha.

Namun saya tetap mengingatkan beberapa hal, bahwa Anda jangan sampai lepas 100% untuk tidak mengerjakan hal yang strategis yaitu mengenai perkembangan harga dan pelayanan, jika suatu saat tiba-tiba Anda ditinggal pergi karyawan, Anda tidak perlu kebakaran jenggot dan harus siap lagi untuk berjuang kembali sendirian tanpa kesulitan untuk beradaptasi kembali dengan usaha Anda.

Untuk itu perhatikan hal-hal dibawah ini.

  1. Sulit mempunyai karyawan yang bisa 90% dipercaya.
  2. Karyawan atau asisten juga sama dengan Anda, mereka suatu saat butuh libur dan rekreasi.
  3. Jarang sekali karyawan yang bisa betah bertahun-tahun untuk ikut terus bersama Anda.
  4. Anda harus siap untuk bisa metransfer pengetahuan untuk karyawan baru. Bagaimana kalau misalnya Anda sudah lupa atau sudah banyak perubahan.
  5. Permasalahan dan situasi ekonomi berubah tanpa memberi tahu Anda, sehingga harga sudah banyak berubah, stok barang banyak yang tidak lengkap karena sulit dicari dipasaran dll. anda harus tetap monitor juga.
  6. Walaupun bagaimana Anda tetap harus mengawasi perkembangan perencanaan dan goal setting yang telah dibuat dan juga akan merevisi untuk goal tahun berikutnya.

Hal-hal tersebut diatas masih bisa diatasi jika usaha Anda bertambah besar atau bertambah cabangnya, sehingga Anda bisa mampu membayar beberapa assisten. Sehingga apapun yang terjadi dengan karyawan dan usaha Anda, semua assisten Anda (sebagai suatu team work) yang akan segera bergerak, sesuai dengan arahan dan tanggung jawab yang sudah Anda tentukan, seperti assisten urusan kepegawaian, assisten penjualan dan promosi, assisten perlengkapan dan persedian barang, assisten keuangan dan seterusnya, dan seterusnya sesuai kemajuan dan kemampuan financial usaha Anda.

20121017-211132.jpg

Dengan demikian Anda bisa tidur lebih nyenyak dan berpergian dengan keluarga kapan saja dan lamanya terserah Anda. Dari segi waktu Anda memang bisa bebas tapi secara tanggung jawab tetap saja ada. Namanya juga usaha Anda. Masa nunggu bangkrut dulu baru konsolidasi. Tentunya tidak, Anda harus tetap monitor perkembangan dan memberikan pengarahan dan petunjuk kepada assisten walaupun dari jarak jauh.

Memiliki dan mengurus bisnis Anda sendiri mungkin terasa sulit dan membosankan serta membingungkan, terutama pada permulaan awal. Sepintar apapun Anda, ada banyak hal yang harus dipelajari. Ingat ini hal yang wajar, ini adalah proses seumur hidup. Kabar baiknya tentu adalah kesulitan hanya terletak pada awal saja. Memulai bisnis tidaklah menjadi sulit. Yang diperlukan adalah akal sehat dan komitmen Anda. Sehingga akhirnya hidup lama-lama menjadi semakin mudah. Bisnis lancar, usaha jalan, kitapun jalan-jalan.

Advertisements

274 thoughts on “Bisnis jalan kitapun bisa jalan-jalan”

  1. Thanks a bunch for sharing this with all people you really recognise what you’re
    speaking approximately! Bookmarked. Please also talk over with my site =).
    We will have a hyperlink alternate agreement between us

  2. I’ve been exploring for a little for any high-quality articles
    or weblog posts on this kind of house . Exploring in Yahoo I ultimately stumbled upon this site.
    Reading this information So i’m happy to exhibit that I’ve
    a very good uncanny feeling I came upon exactly what I needed.
    I most without a doubt will make sure to don?t omit this website and give it a look on a
    constant basis.

  3. Pingback: vibratie ei

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s