Sulitkah Memulai Usaha Kecil

Alasan Utama Sulitnya Memulai Usaha.

20120908-082021.jpg
Mau usaha kecil atau mau usaha besar nih ? Yah sepertinya saat ini masalah utamanya bukanlah pada usaha besar atau kecil, tapi kapan kita harus bisa memulai usaha ?

Buat yang jadi karyawan, punya usaha kecil mungkin bukan impiannya, inginnya sih usaha yang bonafit, bergengsi, tempat usaha yang oke. Tapi itu hanya impian saja, sampai pensiun atau phk, tetap saja belum ada tanda-tanda akan dimulainya usaha impian tersebut. Alasannya sudah pasti kuno yaitu “ketiadaan modal atau waktu”.

Lalu bagaimana dengan Anda yang pengangguran, ternyata secara umum alasannya sama juga yaitu “gengsi dan nafsu besar tenaga tidak ngga ada”. Tiadanya keberanian dan mau untuk memulai usaha secara perlahan lahan juga merupakan hambatan yang telah mematikan akan cita-cita yang tinggi itu.

Sebetulnya alasan hal tersebut diatas adalah hal yang manusiawi karena umumnya manusia normal tentu saja ingin memiliki usaha besar, bonafid, tempat atau kantor usaha yang keren.

Tulisan saya ini adalah salah satu upaya memberikan pengalaman kepada Anda baik yang sedang bekerja atau pensiunan atau masih menganggur atau kepada Anda sebagai orang tua. Yaitu suatu dasar pemikiran yang cukup sederhana, tidak ruwet dan bisa dimulai kapan saja, yaitu mulailah dengan modal keberanian dan memulai usaha dengan cara perlahan lahan.

Maksudnya cobalah sedini mungkin untuk segera memulai membangun usaha dengan memulai dari usaha kecil. Tujuannya semata mata bukan mengeruk keuntungan yang sebesar besarnya, tapi bagaimana Anda mengelola usaha dan membagi waktu dari kesibukan Anda untuk tetap bisa mengerjakan hal lainnya.

Apa itu Usaha Kecil

(Dari Wikipedia bahasa Indonesia)
Usaha Kecil dan Menengah disingkat UKM adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Dan usaha yang berdiri sendiri.

Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah: “Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.”

Kriteria usaha kecil menurut UU No. 9 tahun 1995 adalah sebagai berikut:

  1. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.
  2. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (Satu Miliar Rupiah).
  3. Milik Warga Negara Indonesia.
  4. Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang tidak dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar.
  5. Berbentuk usaha orang perorangan , badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi.

Di Indonesia, UKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia.

Jumlah UKM hingga 2011 mencapai sekitar 52 juta [1]. UKM di Indonesia sangat penting bagi ekonomi karena menyumbang 60% dari PDB dan menampung 97% tenaga kerja. Tetapi akses ke lembaga keuangan sangat terbatas baru 25% atau 13 juta pelaku UKM yang mendapat akses ke lembaga keuangan [2]. Pemerintah Indonesia, membina UKM melalui Dinas Koperasi dan UKM, di masing-masing Provinsi atau Kabupaten/Kota.

Pajak bagi UKM

Menteri Koperasi dan UKM Syarifuddin Hasan mengatakan Pemerintah akan menarik pajak bagi sektor UKM beromzet Rp300 juta hingga Rp4 miliar per tahun. Hal tersebut akan dilaksanakan karena pemerintah mengakui membutuhkan uang untuk proyek infrastruktur.

20120908-072449.jpg

Sebagai pemula kenapa harus
memulai dari usaha kecil ?

Sebetulnya sih terserah Anda. Namun selain karena alasan diatas ada beberapa hal yang menjadi bahan pertimbangan yaitu :

  1. Administrasi usaha kecil tidak ruwet seperti usaha skala besar, jadi jika Anda seorang karyawan, tetaplah bekerja sebagai karyawan yang baik karena itu adalah sumber utama keuangan Anda. Begitu juga untuk yang menggangur atau pensiunan, saran saya jangan Anda tinggalkan kebiasaan atau kegiatan yang menurut Anda tidak bisa atau sulit untuk Anda tinggalkan. Karena untuk mengurus usaha kecil tidak diperlukan keahlian khusus.
  2. Banyak jenis usaha kecil yang tidak memerlukan modal besar, restribusi dan pajak boleh dikatakan tidak ada, malah ada usaha yang tidak memerlukan modal. Dengan demikian tabungan yang anda miliki tidak harus semuanya digunakan sebagai modal usaha. Untuk memulai usaha kecil tidak harus meminjam uang kepada pihak lain. Sebagian besar usaha kecil adalah usaha rumahan. Pergunakan semaksimal mungkin apa yang Anda miliki untuk menekan pengeluaran modal dan biaya yang lebih besar lagi.
  3. Banyak jenis usaha kecil yang tidak memerlukan waktu Anda seharian penuh, sehingga tidak akan menyita waktu yang berharga yang Anda miliki. Pilihlah usaha yang waktu jam sibuk operasionalnya sesuai ketersediaan waktu yang anda bisa atur sehingga tidak menggangu pekerjaan kantor atau kesibukan rutin lainnya.
  4. Memulai dengan usaha kecil bukan berarti selamanya Anda tetap dengan usaha kecil. Jika rasa takut hilang dan berganti dengan rasa keberanian. Mulailah merencanakan pengembangan usaha, namun jangan tergoda karena keuntungan besar atau nafsu keserakahan. Besarkan usaha Anda perlahan lahan sesuai kemampuan baik mampu dari sisi kebutuhan modal, ketersediaan waktu dan tenaga, serta peluang usaha yang Anda hadapi.
  5. Betapapun kerasnya usaha Anda, kemungkinan gagal tetap saja ada. Namun dengan usaha kecil kerugian Anda tidaklah akan membuat Anda mati kelaparan atau menguras harta benda yang ada. Dengan pengalaman tsb. seharusnya anda dapat segera bangun kembali untuk memulai membangun usaha baru atau memperbaiki usaha yang lama.
  6. Secara perlahan lahan, walaupun usaha kecil apapun yang terjadi dalam bisnis anda, harus anda anggap sebagai proses pembelajaran dan pematangan, baik secara pribadi maupun sebagai seorang pengusaha. Inilah modal utama yang harus anda miliki yang akan membantu untuk pengembangan usaha berikutnya. Ada masalah berarti ilmu anda akan bertambah dan berkembang. Pengalaman dilapangan adalah guru terbaik.
  7. Walaupun usaha kecil, seharusnya Anda tidak sendirian. Untuk karyawan tidak perlu yang berpendidikan, cukup yang jujur, dapat di percaya dan mau berusaha. Manfaatkan SDM disekitar anda seperti adik, kakak, temen, saudara, pembantu untuk bisa bersama sama membantu usaha anda. Karena bisnis anda adalah usaha kecil seharusnya lebih mudah memotivasi mereka untuk membantu usaha anda walaupun dengan imbalan yang kecil.
  8. Besar atau kecil usaha yang Anda miliki, yang terpenting adalah Anda sudah terlepas dari sulitnya memulai usaha. Berikutnya akan menjadi lebih mudah untuk berkembang karena anda sudah memiliki segudang pengalaman berbisnis.

Pengalaman dengan usaha kecilku :
Bisnis Tokoku ..

Jadi, apakah Anda masih hanya bermimpi terus untuk mempunyai usaha besar, bonafid dan kantor yang keren ?. Besar kecilnya bisnis yang Anda rencanakan, yang terpenting adalah bagaimana untuk sesegera mungkin memulainya. Dengan memulai dari usaha kecil Insya Allah mimpi Anda akan tercapai untuk memiliki usaha besar.

Advertisements

462 thoughts on “Sulitkah Memulai Usaha Kecil”

  1. I know this if off topic but I’m looking into starting my own weblog and was
    wondering what all is needed to get setup? I’m assuming having a blog like
    yours would cost a pretty penny? I’m not very internet smart so
    I’m not 100% positive. Any suggestions or advice would be greatly appreciated.
    Appreciate it

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s