Rencana Usaha Yang Baik Tergantung Latar Belakang

20120902-054427.jpg

Sulitnya Memulai Usaha

Hampir setiap orang mengatakan berbisnis itu penuh resiko, untuk memulai bisnis itu membingungkan, memilih ide usaha itu susah sekali, kita sulit menentukan kapan untuk bisa mulai usaha. Itulah permasalahan umumnya.

Kenyataannya, saat ini banyak bermunculan usaha-usaha baru, pengusaha baru dan muda-muda. Mereka dengan leluasa membangun bisnisnya, dan mereka berhasil.

Tahukah Anda Apa Kata Mereka Yang Telah Berhasil ?

.

“Berbisnis Itu Tidak Berisiko”
Yang berisiko itu adalah Anda
itu jika Anda tidak memiliki kecerdasan finansial dan
keterampilan usaha yang diperlukan.

.

Ide Usaha Itu Tidak Harus Baru
Yang terpenting Bagi Anda
Ide Usaha Itu Harus Lebih Baik.

.

Pemasaran bukanlah berarti
berceritera dan menjual saja
akan tetapi dalam arti baru yaitu
bagaimana memuaskan kebutuhan pelanggan.

.

Tidak Ada Keberhasilan
Tanpa Usaha Nyata Dari Anda.

.

Begitu Banyak Saya Menemukan Faktor-Faktor Kesulitan Untuk Memulai Usaha Selama Ini

20120903-092624.jpg

Inilah Hal-Hal Yang Harus Saya Sampaikan
Agar Anda Segera Memulai Usaha

MEMULAI USAHA HARUS DIDASARKAN LATAR BELAKANG YANG KUAT

Besar atau kecilnya bisnis Anda, membuat rencana usaha adalah sesuatu keharusan. Kemampuan Anda dalam membuat rencana usaha yang baik bisa dijadikan ukuran bagaimana siapnya Anda untuk mulai terjun kedunia usaha dalam menghadapi persaingan usaha yang berat dan penuh segala macam resiko.

Dunia bisnis adalah dunia yang penuh risiko, dan keberanian mengambil risiko menjadi modal pertama. Tapi keberanian mengambil risiko tanpa diiringi kemampuan membuat analisis terhadap risiko sama saja dengan memasuki pintu kegagalan. Kata Rhenald Kasali.

Penyebab pengusaha atau calon pengusaha gagal pada tahap pertama berbisnis adalah mereka hanya berencana untuk mendapat keuntungan semata saja, timbulnya resiko memang mereka takuti, namun mereka tidak merencanakan dengan baik bagaimana menghadapai segala macam resiko yang bisa timbul dikemudian hari.

Tujuan saya menulis artikel ini tidak bermaksud mengajari Anda, namun mencoba mengingatkan agar kita tidak harus panik dalam mengendalikan aktivitas usaha jika terjadi suatu kendala. Sesederhana apapun bentuk rencana usaha yang Anda pikirkan, pernyataan tertulis rencana usaha itu harus ada untuk menjadi pedoman sehingga kita bisa fokus.

Sebetulnya Apa Sih Perencanaan Usaha Itu ?

Seperti ditulis oleh Kusnendi, Drs.,M.S.
Perencanaan Usaha adalah proses penentuan Visi, Misi, tujuan, strategi, kebijakan, prosedur, aturan, program dan anggaran yang diperlukan untuk menjalankan suatu usaha atau bisnis tertentu.

Dengan demikian secara umum perencanaan usaha mempunyai sifat-sifat sbb :

20120902-224724.jpg

FOKUS, artinya perencanaan usaha dibuat berdasarkan visi, misi tertentu serta dengan tujuan yang jelas sehingga kita bisa fokus untuk mencapai tujuan.

RASIONAL DAN FAKTUAL, artinya perencanaan usaha dibuat berdasarkan pemikiran yang masuk akal, realistik, berorientasi masa depan serta didukung dengan fakta-fakta yang ada.

BERKESINAMBUNGAN DAN ESTIMASI, artinya perencanaan usaha dibuat dan dipersiapkan untuk tindakan yang berkelanjutan serta perkiraan-perkiraan tentang kondisi di masa depan.

PREPARE DAN FLEKSIBEL, artinya perencanaan usaha dibuat sebagai persiapan, yaitu pedoman untuk tindakan-tindakan yang akan dilaksanakan yang disesuaikan dengan perubahan lingkungan bisnis yang dihadapi.

OPERASIONAL, artinya perencanaan usaha dibuat sesederhana mungkin, namun rinci, serta dapat dilaksanakan.

Dengan adanya sifat-sifat diatas maka perencanaan usaha bermanfaat sebagai berikut :

20120902-092240.jpg
PEKERJAAN dan aktifitas usaha dapat dilakukan secara teratur dan dengan tujuan yang jelas.

MENGHINDARI pekerjaan atau aktifitas yang tidak produktif serta penggunaan sumber daya yang lebih efisien.

MENYEDIAKAN alat evaluasi untuk menentukan keberhasilan usaha.
serta MENYEDIAKAN landasan untuk pengawasan dan upaya perbaikan.

ARTINYA perencanaan usaha dibuat agar digunakan untuk menjamin bahwa tujuan yang telah ditetapkan akan tercapai.

Latar Belakang Pendukung Rencana Usaha

Rencana Usaha yang baik harus didasari latar belakang yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan semua pihak serta faktor-faktor lain yang terlibat dalam menjalankan usaha. Kesalahan menilai atau berlebihan dalam menilai kemampuan pelaksana usaha, melihat peluang usaha dan faktor-faktor lainnya, akan mengakibatkan Rencana usaha yang baik tidak mendapat dukungan atau sulit dilaksanakan. Akibatnya rencana yang baik itu hanya jadi bahan bacaan saja. Maka sebelum membuat rencana usaha yang baik lakukan dahulu hal-hal sebagai berikut :

1. Indentifikasi peluang usaha.

Ide usaha banyak disekeliling kita. Jangan latah dalam memilih peluang usaha. Tapi lakukanlah reset pasar khususnya kondisi disekitar lokasi usaha Anda, itu kalau usaha Anda bersifat lokal.

Pada umumnya suatu produk berpotensi untuk laku dijual dan menguntungkan apabila penawaran untuk produk tersebut masih lebih kecil dari permintaan. Peluang usaha timbul ketika permintaan pasar lebih besar dari penawaran.

Sebaiknya peluang usaha yang demikianlah yang menjadi pilihan Anda. Pilihlah beberapa peluang usaha tersebut untuk diperbandingkan dengan faktor faktor lainnya.

2. Pilihlah Peluang Usaha yang sesuai
dengan kepribadian Anda.

Dalam penentuan peluang usaha tentu kriteria utamanya adalah apakah usaha itu mampu memberi keuntungan yang memadai, namun dari segi kepribadian Anda, apakah jenis usaha tersebut bisa diterima atau tidak.

Misal peluang usaha minuman keras atau misalnya juga usaha itu menuntut Anda untuk mobil (selalu tidak ditempat). Dari segala aspek usaha, sebetulnya usaha tsb. dapat menjanjikan keuntungan yang besar, namun secara kepribadian, mungkin Anda tidak merasa cocok dengan usaha-usaha tersebut.

Tentunya solusi terhadap pilihan usaha tersebut adalah menolak peluang usaha tersebut, atau solusi lainnya adalah memberikan peluang usaha tsb. untuk dijalankan atau diwakili oleh pihak lain, yang tentunya juga berakibat adanya perbedaan pola management dan kepemilikan dalam membuat rencana usaha Anda. Pilihlah ide usaha selain keuntungan juga perhatikan kesenangan, hobi, waktu, tenaga, dan tentunya dorongan hati nurani yang dibutuhkan dalam mengelola usaha tersebut.

3. Ketersedian bahan baku, barang atau jasa.

Faktor ketersediaan bahan baku (barang atau jasa) adalah merupakan faktor terpenting artinya tanpa bahan baku tentunya usaha tidak akan jalan atau tidak dapat berproduksi.

Mungkin saja bagi pemain lama ketersediaan bahan baku mudah tersedia, namun buat pemain baru tidak mudah untuk mendapatkannya, mungkin keterbatasan persediaan dipasar, kesulitan transportasi, volume pembelian yang harus besar dll. Anda bisa saja mendapatkan tapi dengan harga khusus (lebih mahal).

Contoh lain ternyata bahan baku atau barang tersebut hanya musiman sehingga tidak setiap saat mendapatkannya. Sehingga hal tersebut mempengaruhi sistim stok untuk pengadaan bahan baku atau barang dan tentunya hal ini menambah biaya tempat penyimpanan. Contoh lain sejauh mana pengenaan pajak atas bahan baku, barang atau jasa yang dimaksud. Jangan sampai hal ini baru diketahui setelah usaha beroperasi, karena hal ini berakibat terhambatnya produksi dan biaya produksi meningkat, harga jual jadi tidak bersaing lagi.

4. Kemampuan mencari dan mendapatkan konsumen.

Faktor lain yg tidak kalah pentingnya adalah konsumen. Pada prinsipnya jika ingin membuat usaha, selain banyak pilihan apa saja. Penawaran usaha juga banyak. Begitu juga dengan target pasar dan konsumen begitu sangat melimpah.

Pertanyaannya mau tidak konsumen membeli atau memakai produk anda atau Anda mampu tidak mencari dan meyakinkan agar konsumen mau membeli atau memakai produk atau jasa Anda. Untuk itu harus dilakukan tes dan survey terlebih dahulu.

Contoh yang gampang adalah usaha makanan. Buatlah contoh makanan dan tawarkan kepada setiap orang terdekat dan seterusnya diluar orang yang Anda kenal, survey dan pelajari bagaimana tanggapan mereka tentang produk Anda. Jika tanggapan kurang, perbaiki rasa dan kwalitas sesuai saran teman atau konsumen Anda.

Jika sudah yakin carilah pasar lebih luas namun jangan produksi dulu terlalu banyak. Tetap tanggapi keluhan dan saran konsumen Anda. Buat langkah-langkah untuk bisa meningkatkan produksi dan memperluas konsumen. Ingat jangan sampai produk Anda diobral tidak juga dilirik konsumen.

5. Mengindetifikasi kemampuan skill dan kesiapan mental.

Kemampuan Anda dan orang yang terlibat dalam menjalankan usaha (SDM) harus diukur atau dinilai. Jangan salah atau berlebihan dalam menilai kemampuan dan kesiapan mental mereka.

Apabila itu yang terjadi, maka sebaik-baiknya rencana usaha yang dibuat tetap saja tidak akan berjalan sesuai rencana, malah rencana tersebut menjadi suatu rencana kegagalan.

Hal ini pernah saya alami, rencana usaha dan proposal kelayakan usaha kami buat sebaik mungkin, setelah dipresentasikan terkumpulah modal ratusan juta. Namun apa yang terjadi berikutnya adalah kegagalan yang terjadi.

Faktor faktornya adalah mental dan kemampuan pengelola belum siap sehingga tidak menjalankan fungsinya masing-masing. Produksi usaha sudah besar besaran padahal target pasar atau konsumen belum ada yang mentanda tangani kontrak pembelian. Yang namanya biaya bertambah terus dan akhirnya tidak ada uang kas sama sekali. Ujung ujungnya hampir semua program usaha tidak sepenuhnya berjalan.

Pemilik modal tidak percaya lagi terhadap pengelola usaha untuk menambah modal dan akhirnya usaha itu bangkrut dengan sendirinya. Jika kemampuan dan mental SDM belum siap, buatlah program pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan merubah mental. Peluang Usaha bagus namun tidak ditunjang SDM yang memadai tetap akan terjadi kegagalan.

6. Faktor external yang terlibat.

Kalau pengelola adalah faktor internal, maka diluar itu ada orang atau lembaga atau perusahaan yang akan terlibat dengan usaha Anda.

Inventaris pihak-pihak yang akan terlibat langsung dan tidak langsung dalam Anda memulai dan menjalankankanusaha. Hubungi mereka cari tahu apa yang mereka butuhkan dari Anda dan apa yang Anda butuhkan dari mereka, kalau perlu lakukan negosiasi untuk kemudahan dan penekanan biaya demi efisiensi usaha Anda.

Faktor external misalnya lembaga hukum atau notaris, pajak, izin usaha, pemilik lokasi usaha, pihak bank, pemilik modal, penambahan daya listrik (PLN), pihak keamanan, pengerah tenaga kerja, lembaga pelatihan. Cari lebih tahu lagi pihak2 external tersebut.

Semakin kenal baik dengan mereka semakin mudah dan jelas Anda berhubungan dan bernegosiasi. Yang terpenting adalah kemudahan dan penentuan biaya-biaya agar bisa sesuai dengan isi rencana dan program kerja usaha. Jangan sampai terjadi biaya tak terduga melampaui beratus-ratus persen dari anggaran.

7. Hitung kemampuan modal dan
buat solusinya jika Anda kurang modal.

Hitung besarnya modal dan biaya-biaya, pengeluaran yang dibutuhkan untuk memulai , mengoperasikan, memproduksi, biaya pegawai dan pengeluaran lainnya.

Kekurangan cermatan perhitungan ini akan membuat tersendat jalan usaha Anda. Ketiadaan atau kekurangan modal sering dijadikan kambing hitam untuk tidak segera memulai usaha.

Harus diakui bahwa meskipun modal bukan satu-satunya faktor dominan dalam merintis usaha, ketiadaan modal memang bisa menjadi kendala. Agar ketiadaan atau kekurangan modal ini tidak berakibat fatal bagi (rencana) usaha Anda, sebaiknya pelajari sumber sumber permodalan yang ada untuk bisa memperoleh modal usaha.

Lakukan indentifikasi sumber modal dengan cermat, kalau perlu lakukan negosiasi dengan baik, karena ini menyangkut biaya biaya dan kelengkapan dokumen yang harus Anda siapkan.

Beberapa contoh sumber dana seperti teman atau saudara, Ventura Capital, Pinjaman Bank atau bisa bergabung dengan usaha lain.

8. Dokumentasi dan membuat proposal usaha.

Hasil-hasil indentifikasi diatas harus didokumentasikan dengan baik, buat solusi atau rencana program kerja jika ditemukan hal-hal yang harus diperbaiki atau dilaksanakan, rangkum semua data-data tersebut kedalam sebuah PROPOSAL USAHA. Maka jadilah suatu Rencana Usaha yang baik yaitu rencana yang benar-benar berdasarkan hasil identifikasi, hasil survey, hasil negosiasi, hasil wawancara yang berdasarkan visi misi dan tujuan usaha. Buat hasil perencanaan yang matang dll.

“Keberhasilan Itu Otomatis”
Itu Jika Anda Menjalankan Rencana Bagus Dan
Sungguh-Sungguh Mengikutinya.

Dikeheningan Subuh Asmat dan Sisulit.



Advertisements

85 thoughts on “Rencana Usaha Yang Baik Tergantung Latar Belakang”

  1. asslamu’alaikum.. saya ini masih muda, dan ingin sekali membuka usaha. saya lihat di sekeliling tampaknya jenis usaha toko khusus jam, kaca mata dan kosmetik sangat bagus peluangnya. saya mau minta pendapatan saudara2 sekalian, jika saya ingin mendapatkan harga miring untuk produk tersbut kemana ya.? karena rencananya kan saya toko khusus produk itu. jadi harus lengkap dan miring harganya, makasih saran nya.

    1. Wa’alkmslm. Wr Wb.
      Wah keinginan dan kemauan keras Anda itu sdh merupakan modal awal melangkah. Tiada keberhasilan tanpa langkah nyata !

      Modal berikut adalah keahlian dan ketrampilan (untuk berbisnis hrs belajar, bukan coba2 dgn cara sendiri) disusul dengan pengalaman bisnis (bekerja untuk menempa naluri bisnis Anda).

      Jika Anda dapat melalui itu semua, besar atau kecil bisnis Anda, saatnyalah Anda menjalankan bisnis Anda sendiri (modal uang bukan kendl Anda lagi). Contoh Bob Sadino awal berbisnis.

      Sukses itu otomatis jika Anda mdnjalankan rencana baik, sederhana, tidak ribet dan Anda sungguh-sungguh mengikuti jalannya.
      Salm sukses…

      http://asmatrch.wordpress.com/2013/06/15/mendapatkan-pengalaman-berbisnis-ala-bob-sadino/

  2. Hello! I could have sworn I’ve been to this site before but after browsing through some of the post I realized it’s new to
    me. Nonetheless, I’m definitely glad I found it and I’ll be book-marking and checking back frequently!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s