Mudahnya Alasan Sulitnya Solusi

Pribadi yang sukses tidak akan mencari “kambing hitam”. Jika karyanya belum sesuai dengan apa yang dikehendaki, ia akan melakukan pembenahan, konsultasi, mencari informasi, menambah kemampuan diri dan Action. Pantang mencari-cari alasan baginya. (dr.AmirZuhdi)

Pada masa kecil tentunya kita masih ingat bahwa setiap orang akan mengatakan anak “yang pintar” jika anak tersebut bisa mengeluarkan alasan apa yang sedang atau apa yang akan ia lakukan.

Seiring waktu berjalan tidak sedikit anak-anak yang ingin begitu pintar untuk mengeluarkan alasan, karena gandrung ingin disebut anak printar. Sehingga setelah dewasa mengeluarkan alasan adalah salah satu kepandaiannya yang paling ia handalkan yang akan digunakan untuk menghindar dalam menghadapi problema hidup, menghidar dari pekerjaan-pekerjan yang tidak bisa ia lakukan, menghindar dari pekerjaan yang tidak bisa ia hadapi. Ketimbang ia pintar untuk bisa mengeluarkan solusi dari hambatan yang ada.

Orang tersebut kita katakan orang yang selalu suka mencari-cari alasan dari pada mencari solusi. Mencari solusi sepertinya bukanlah bidang pekerjaannya. Terlepas apakah orang tersebut tergolong berkwalitas atau tidak berkwalitas.

Apa sih tujuannya mengeluarkan Alasan ?

Setiap apa yang kita kerjakan atau akan kita kerjakan tentunya mempunyai tujuan untuk dicapai. Untuk mempermudah tujuan tersebut dimengerti orang lain maka perlu dibuat atau dikeluarkan alasannya. Alasan yang baik atau sempurna tentu adalah alasan yang bisa dan mudah diterima dan apalagi menyangkut kepentingan orang banyak.

Apakah alasan yang baik itu selalu positip atau negatip ?

Alasan yang baik menjadi positip atau negatip itu tergantung dari apa yang Anda lakukan, artinya jika anda tidak melakukan apa-apa yang seharusnya Anda lakukan, Anda akan selalu menerima konsekuensinya.

Jika tujuan yang akan dicapai akan banyak menghadapi hambatan, apakah saya salah mengeluarkan alasan yang baik walau itu bukan alasan yang sebenarnya ? Jawabannya tentu alasan itu bisa-bisa saja.

Namun pertanyaannya, apa yang Anda akan lakukan jika memang Anda punya hambatan ?

Ada dua kemungkinan jawabannya yaitu yang pertama Anda diam, menyerah dan berpura-pura bahwa anda seperti tidak ada hambatan, karena Anda punya alasan cukup untuk menghindar dari hambatan itu.

Kedua Anda akan mencari alternatif dan solusi untuk menghilangkan atau meringankan hambatan yang ada.

Jika yang pertama itu memang Anda lakukan maka Anda tergolong orang yang malas dan Anda telah dikalahkan oleh alasan Anda yang baik itu. Dan sebenarnya Anda juga telah menjadi seorang penipu. Bukan hanya menipu orang lain, diri Anda sendiripun Anda tipu.

Jika Anda menghadapi hambatan, percayalah, orang lain pun sama. Orang-orang yang sukses saat ini, dia sudah melalui berbagai hambatan di masa lalunya. Habatan-hambatan tersebut tidak dijadikan alasan untuk berhenti. Mereka tidak pernah mencari alasan, bahkan kalau pun mereka memiliki alasan, mereka menghancurkan alasan tersebut. Mereka mencari solusi dan alternatif, bukan mencari-cari alasan.

Rahmat Mr. Power
Lupakan mencari alasan. Carilah motivasi supaya Anda bisa mencapai semua keinginan Anda. Carilah solusi jika ada hambatan. Carilah alternatif jalan, jika satu jalan tertutup. Carilah bantuan teman, belajarlah jika tidak bisa, dan yang terpenting, mintalah petunjuk dan pertolongan Allah Subhaanahu wa ta’ala. Bertindaklah, jangan mencari alasan.

Mario Teguh Quote
Janganlah lagi Anda mencari-cari alasan untuk menjadikan penundaan dan keraguan Anda seperti sesuatu yang benar. Tidak ada hidup yang bisa menjadi benar, jika diisi dengan penundaan dari tindakan yang benar. Buktikanlah kasih sayang Anda kepada diri sendiri dan kepada mereka yang menyandarkan harapan baiknya kepada baiknya keputusan Anda. Jadilah pribadi yang ringan dan mudah untuk melakukan yang diketahuinya harus dilakukannya. Jadilah pribadi yang membanggakan.

Asmat Rochman
Untuk hubungan jangka panjang dengan orang yang suka mencari-cari alasan akan mengakibatkan terjadinya hubungan yang tegang, pemarah dan pada akhirnya akan terjadi kekerasan fisik. Hal ini terjadi karena prustasi merasa sudah kehabisan alasan untuk mencari- cari alasan.

Advertisements

6 thoughts on “Mudahnya Alasan Sulitnya Solusi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s